| ID ↑ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671881 | #7423 | ANALISIS PENGARUH UNSUR MODAL SOSIAL TERHADAP KEBERHASILAN KELOMPOK WANITA TANI MAMA CERIA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN |
zahra, mezi hanifah Afrizal, Roni Nefri, John |
Abstrak Kelompok Wanita Tani (KWT) Mama Ceria merupakan penerima Program Bantuan Peningkatan Populasi Ternak di Kabupaten Padang Pariaman. Keberhasilan kelompok ini dipengaruhi oleh unsur modal sosial seperti kepercayaan/trust, jaringan social/network, hubungan timbal balik/reciprocity, dan norma/norm. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh unsur modal sosial secara simultan terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria, dan (2) menganalisis pengaruh parsial terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menitikberatkan pada kelompok tani tanaman pangan dan menyatakan seluruh unsur modal sosial berpengaruh signifikan, penelitian ini menemukan bahwa hanya jaringan sosial dan norma yang berpengaruh signifikan secara parsial. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif melalui pendekatan sensus terhadap 20 anggota kelompok serta dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh unsur modal sosial secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria. Secara parsial, jaringan sosial dan norma memberi kontribusi nyata, terutama dalam hal akses bantuan, pelatihan, kedisiplinan, dan kohesi kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan sosial internal dan eksternal menjadi faktor penentu keberlanjutan kelompok wanita tani di sektor peternakan.Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, Modal Sosial, Keberhasilan Kelompok, Bantuan Ternak.AbstractThe Mama Ceria Women Farmers Group (FWG) is a recipient of the Livestock Population Increase Assistance Program in Padang Pariaman Regency. The success of this group is influenced by social capital elements such as trust, networks, reciprocity, and norm. This study aims to: (1) analyze the influence of social capital elements simultaneously on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group, and (2) analyze the partial influence on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group. In contrast to previous studies that focused on food crop farmer groups and stated that all elements of social capital had a significant influence, this study found that only social networks and norms had a partial significant influence. The study was conducted using a quantitative method through a census approach to 20 group members and analyzed through multiple linear regression using SPSS software. The results of the analysis is all elements of social capital together have a significant influence on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group. Partially, social networks and norms make a real contribution, especially in terms of access to assistance, training, discipline, and group cohesion. These findings confirm that internal and external social forces are determining factors for the sustainability of women farmer groups in the livestock sector.Keywords: Women Farmers Group, Social Capital, Group Success, Livestock Assistance.
|
sosial ekonomi pertanian | 2025-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65115 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.65115 |
| 1671882 | #7423 | PENGARUH DIMENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (KASUS DI KEDAI KOPI ARMOR, TAMAN HUTAN RAYA DJUANDA, BANDUNG) |
Prasetya, Raihan Kusumo, Rani A. B. |
ABSTRAKPersaingan pasar yang ketat menuntut Kedai Kopi Armor untuk menyusun strategi pemasaran agardapat menciptakan konsumen dan tentunya eksistensi perusahaan. Komunikasi interpersonalmerupakan salah satu faktor yang dapat menciptakan kepuasan konsumen. Tujuan penelitian iniuntuk menganalisis pengaruh kualitas komunikasi interpersonal yang terjalin antara karyawan(barista) dan konsumen terhadap tingkat kepuasan konsumen. Penelitian dilakukan di Kedai KopiArmor Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik survei. Respondendalam penelitian ini berjumlah 94 orang yang diambil dengan teknik acak sederhana. Data dianalisismelalui analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedai kopi armormenerapkan edukasi langsung dari barista ke konsumen melalui komunikasi interpersonal yangmembentuk kepuasan konsumen. Hasil uji regresi menunjukkan secara parsial diketahui bahwavariabel keterbukaan, sikap positif, dan sikap mendukung berpengaruh signifikan terhadap kepuasankonsumen, sementara itu variabel empati dan kesetaraan tidak menunjukkan pengaruh yangsignifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan terdapat pengaruh signifikan antarakomunikasi interpersonal dengan kepuasan konsumen. Karyawan sebagai ujung tombak sebuahperusahaan hendaknya mampu berkomunikasi secara tepat kepada konsumen untuk meningkatkankepuasan konsumen.Kata kunci: pengaruh, komunikasi, interpersonal, kepuasan, konsumenABSTRACTIntense market competition requires Café Armor to develop strategies in order to retain customersand the existence of the company. One of the factors that could affect customer satisfaction isinterpersonal communication. This study aims to analyze the influence of interpersonalcommunication between barista and consumers to the level of customer satisfaction. The study wasconducted at Café Armor Bandung. This research is a quantitative research with survey techniques.Respondents in this study amounted to 94 people taken by simple random sampling. Data wereanalyzed by multiple linier regression analysis. The result showed that Café Armor gave educationand information to their consumers through interpersonal communication that shapes consumersatisfaction. Partial regression analysis results showed that openness, positive and supportiveattitude have a significant effect on customer satisfaction, while empathy and equality have no effecton customer satisfaction. Simultaneously there was significant relation between interpersonalcommunication with customer satisfaction. Employees as the spearhead of a company should beable to communicate properly with consumers in order to increase of customer satisfaction.Keywords: influence, communication, interpersonal, satisfaction, consumers
|
2016-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22705 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v1i2.22705 | |
| 1671883 | #7423 | PENGARUH INFLASI DAN PDRB TERHADAP NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI JAWA BARAT | Syafa'at, Iin Aulia Syafira |
AbstrakPenelitian ini mengkaji pengaruh inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Jawa Barat selama periode 2018 hingga 2022. Menggunakan data time series dan teknik analisis regresi linear berganda, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan dalam literatur yang sebelumnya belum menyelidiki variabel inflasi dan PDRB secara simultan terhadap NTP Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki arah hubungan negatif, walaupun tidak berpengaruh secara parsial terhadap NTP, mengindikasikan penurunan daya beli dan kesejahteraan petani. Selain itu, PDRB sektor pertanian menunjukkan arah hubungan positif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap NTP, menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi regional tidak secara langsung mengangkat kesejahteraan petani. Uji koefisien determinasi mengindikasikan bahwa model ini menjelaskan 46,7% variabilitas NTP, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menyarankan perlunya kebijakan yang lebih terfokus pada stabilitas harga dan redistribusi keuntungan ekonomi yang lebih adil di antara petani untuk meningkatkan kondisi hidup mereka.Kata kunci: Ekonomi pertanian, inflasi, nilai tukar petani, Jawa Barat, PDRB.AbstractThis study analyzes the impact of inflation and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Farmer's Exchange Rate (FER) in West Java Province from 2018 to 2022. This study employs time series data and multiple linear regression analysis to address the literature gap regarding the concurrent impacts of inflation and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Farmer's Exchange Rate (FER) in West Java Province. The research findings demonstrate that inflation exhibits a negative correlation, however it does not exert a partial influence on the NTP, signifying a decline in purchasing power and the welfare of farmers. Furthermore, the GDP of the agricultural sector exhibits a positive correlation yet does not substantially influence the NTP, suggesting that regional economic expansion does not directly enhance farmers' welfare. The coefficient of determination reveals that this model accounts for 46.7% of the NTP variability, with the remainder affected by external factors not included in the model. The findings indicate a necessity for policies that prioritize price stability and equitable allocation of economic benefits among farmers to enhance their living conditions.Keywords: Agricultural economy, inflation, farmer exchange rate, West Java, GRDP.
|
Ekonomi Pertanian | 2025-07-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/59907 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.59907 |
| 1671884 | #7423 | AGROINDUSTRIALISASI KOPI ARABIKA JAVA PREANGER DI DESA MARGAMULYA KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG |
Djuwendah, Endah Karyani, Tuti Sadeli, Agriani H Kusno, Kuswarini |
ABSTRAKKopi merupakan salah satu komoditas perkebunan  unggulan yang sudah lama dibudidayakan. Selain berperan dalam penyerapan tenga kerja, Kopi menjadi komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. Kopi terbaik dari Jawa Barat dikenal dunia internasional sebagai Java Preanger kopi. Kecamatan Pangalengan Kabupaten bandung merupakan salah satu sentra produksi kopi Java preanger yang potensial karena selain terdapat perkebunan kopi di wilayah ini juga berkembang   industri pengolahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perkembangan agroindustri Java Preager Coffee di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif dan teknis penelitin studi kasus. Pegumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses agroindustri Java preager coffee yang terdapat di Kecamatan Pangalengan Bandung sudah berjalan dengan baik. Ini terbukti dari adanya perubahan yang terjadi dalam : (1) pertumbuhan dari pelaku usahtani, pengolahan hasil pertanian, distribusi dan input pertanian, (2) perubahan kelembagaan dan keorganisasian dalam hubungannya dengan perusahaan melalui peningkatan koordinasi vertikal dan perubahan dalam komposisi produk, teknologi, perwilayahan dan struktur pasar serta (4) peningkatan nilai tambah.Kata kunci : Agroindustrialisasi, kopi arabica, Java preangerABSTRACTCoffee is one of the leading plantation commodities that has long been cultivated. In addition to playing a role in the absorption of work, coffee is a high-value export commodity. The best coffee from West Java is known internationally as Java Preanger coffee. Pangalengan District, Bandung regency is one of the potential Java preanger coffee production centers because in addition to coffee plantations in the region, the processing industry is also developing. The purpose of this study was to determine the dynamics of the development of Java Preager Coffee agroindustry in Margamulya Village, Pangalengan District, Bandung Regency. This research was conducted using descriptive qualitative design and technical research case studies. Collect data using the method of observation, interviews and literature studies. The results showed that the Java preager coffee agroindustry process in Pangalengan District of Bandung had gone well. This is evident from the changes that occur in: (1) growth of business actors, agricultural product processing, agricultural distribution and input, (2) institutional and organizational changes in their relationship with companies through increased vertical coordination and changes in product composition, technology, territories and market structure and (4) increase in added value.Keywords: Agroindustrialization, arabica coffee, Java preanger
|
2019-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/17860 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i1.17860 | |
| 1671885 | #7423 | PREFERENSI KONSUMEN PAKETAN SAYURAN SIAP MASAK DI SAYURYUK.COM KOTA SAMARINDA |
Ramadhani, Recha Rezky Balkis, Siti Mariyah, Mariyah |
AbstrakSayuran siap masak memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga tanpa memerlukan waktu lama dalam proses memasak. Preferensi konsumen menjadi kunci untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan dan membuka peluang bagi industri pangan untuk memenuhi permintaan masyarakat akan sayuran siap masak. Tujuan penelitian untuk menganalisis karakteristik konsumen, proses keputusan pembelian dan preferensi konsumen terhadap paketan sayuran siap masak di Sayuryuk.com. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2023-Januari 2024 di Jl. Pakis Merah 19 Blok D No. 676, Samarinda Utara. Pemilihan responden menggunakan teknik non probability sampling dan penentuan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 66 responden. Preferensi konsumen paketan sayuran siap masak di Sayuryuk.com diukur dari dua indikator dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik konsumen Sayuryuk.com merupakan perempuan, pendidikan terakhir SMA, usia 21-30, berdomisili di Samarinda utara, memiliki pendapatan/bulan Rp1.000.000,00-Rp5.000.000,00. Proses keputusan pembelian dipengaruhi oleh kesadaran akan kesehatan, informasi dari teman atau keluarga, dan pengalaman berbelanja sebelumnya, dengan frekuensi pembelian kurang dari 2 kali dalam sebulan memengaruhi keputusan pembelian. Atribut yang dianggap paling penting adalah kesegaran, sementara atribut kemasan dinilai memiliki kinerja yang sangat baik. Tingkat kepuasan konsumen terhadap paketan sayuran siap masak di Sayuryuk.com sangat puas mencapai 83,78%.Kata kunci: Atribut, kepuasan, konsumen, paketan siap masak, preferensi.AbstractReady to cook vegetables provide convenience in meeting the nutritional needs of families without requiring a lengthy cooking process. Consumer preferences are key to achieving sustainable food resilience and present opportunities for the food industry to meet the demand for ready to cook vegetables in the community. The purpose of the research is to analyze consumer characteristics, purchasing decision process and consumer preferences towards packages of cooked vegetables at Sayuryuk.com. The research conducted from October 2023 to January 2024 at Jl. Pakis Merah 19 Block D No. 676, North Samarinda. Selection of respondents using non-probability sampling techniques and purposive sample determination with a total sample of 66 respondents. The consumer preference for cooked vegetable packages on Sayuryuk.com is measured from two indicators using the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index methods. (CSI). The results of the research show that the characteristics of the consumer Sayuryuk.com is a woman, high school graduate, aged 21-30, resident in north Samarinda, has a monthly income of Rs 1,000,000,00-Rp5,000,000,00. The purchase decision process is influenced by health awareness, information from friends or family, and previous shopping experience, with the frequency of purchases less than 2 times a month affecting the purchase decision. The attribute that is considered most important is freshness, while the packaging attributes are rated to have excellent performance. The consumer satisfaction rate with the cooked vegetable package at Sayuryuk.com was very satisfied at 83.78%.Keywords: Attribute, Cooked Packages, Customer, Preferences, Satisfaction.
|
Agribisnis | 2025-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56269 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v9i2.56269 |
| 1671886 | #7423 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANOMALI PASAR CABAI RAWIT DI KOTA CIREBON |
Dasuki, Wachdijono Chasanah Jaeroni, Akhmad |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi anomali pasar cabai rawit di Kota Cirebon.  Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik pendekatan survei. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja yaitu di Pasar Rakyat Jagasatru, Pasar Kalitanjung dan Pasar Kanoman Kota Cirebon. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Agustus 2019. Adapun populasinya yaitu pedagang cabai rawit, tomat, terasi, garam dan bawang merah, serta petani cabai rawit di sentra produksi. Penentuan besar sampel dilakukan secara sengaja sehingga penarikan sampel berdasarkan quota sampling, yaitu masing-masing sebesar 30 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan instrumen analisis regresi linier berganda dan pengujian hipotesisnya menggunaan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan faktor jumlah produk, harga bawang merah, harga tomat, harga terasi, harga garam, musim dan harga input berpengaruh terhadap anomali pasar cabai rawit di pasar kota Cirebon, sedangkan secara parsial faktor jumlah produk dan harga input yang berpengaruh. Untuk itu disarankan adanya kebijakan percabaian yang dirumuskan oleh pemerintah Kota Cirebon berdasarkan faktor yang berpengaruh secara parsial tersebut. Kata kunci: anomali, cabai rawit, kebijakan.AbstractThis study aims to determine the factors that influence the anomaly of chili market in Cirebon City. The research method used is quantitative using survey approach techniques. The research location was determined intentionally, namely the Jagasatru People's Market, Kalitanjung Market and Kanoman Market. The study was conducted in January to August 2019. The population was traders of chili, tomatoes, shrimp paste, salt and shallots, as well as farmers of chili in the production center. Determination of the size of the sample is done deliberately so that the withdrawal of the sample is based on a quota sampling, which is 30 people each. Data analysis was performed using multiple linear regression analysis instruments, data processing using the SPSS program application and hypothesis testing using the F test and T test. The results showed that the simultaneous factor of the number of products, the price of shallot, the price of tomatoes, the price of shrimp paste, the price of salt, season and input prices affect the anomaly of the chili market in the Cirebon City market, while partially the number of products and input price factors influence. For this reason, it is suggested that a policy of divorce be formulated by the Cirebon city government based on the factors that partially influence it.Keywords: anomaly, chili, policy, price
|
2020-08-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/23681 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v5i1.23681 | |
| 1671887 | #7423 | STRATEGI DAN EFEKTIVITAS PEMASARAN OFFLINE STORE DAN ONLINE TERHADAP HASIL PENJUALAN KUE BANGKIT (STUDI KASUS PADA UMKM RUMAH BANGKIT FAFIN DI KOTA SERANG) |
Persalina, Yeni Budiawati, Yeni Widiati, Siti |
AbstrakRumah bangkit Fafin sudah menerapkan strategi pemasaran online, tetapi hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan target dan masih sering terjadi fluktuasi. Selain itu, terjadi persaingan dengan UMKM lain yang aktif memanfaatkan platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan efektivitas pemasaran kue bangkit melalui offline store dan online. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kombinasi sequential exploratory. Dalam menjawab rumusan masalah, digunakan metode kualitatif deskriptif dan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan uji beda (Independent sample T-test). Hasil penelitian menunjukkan terdapat sepuluh alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh rumah bangkit Fafin berdasarkan hasil analisis matriks SWOT. Hasil QSPM strategi prioritas dengan nilai TAS tertinggi yaitu meningkatkan pangsa pasar secara luas melalui digital dan offline. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T-Test, diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil penjualan melalui offline dan online pada produk kue bangkit, dimana nilai rata-rata hasil penjualan offline sebesar 780,25 dan rata-rata hasil penjualan online sebesar 125,67.Kata kunci: Analisis SWOT, Efektivitas, Pemasaran Offline, Pemasaran Online, Strategi Pemasaran.AbstractRumah bangkit Fafin has implemented an online marketing strategy, but the result obtained are not in accordance with the target and fluctuations often occur. In addition, there is competition with other businesses that actively utilize digital platforms. This study aimed to analyze the strategy and effectiveness of marketing kue bangkit through offline stores and online. The research method used is a sequential exploratory combination approach, using qualitative descriptive methods and quantitative descriptive methods using independent sample T-test. The result showed that there are the ten alternative marketing strategies that can be applied by rumah bangkit Fafin based on the result of the SWOT matrix analysis. The QSPM results prioritize strategies with the highest TAS value, namely increasing market share widely through digital and offline. Based on the result of the Independent Sample T-Test it is found that there is a significant difference between offline and online sales results on the kue bangkit, where the average value of offline sales result is 780,25 and the average online sales results is 125,67.Keywords: Effectiveness, Marketing Strategy, Offline Marketing, Online Marketing, SWOT Analysis.
|
Sosial Ekonomi Pertanian, Agribisnis | 2025-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65098 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.65098 |
| 1671888 | #7423 | ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG BERKUNJUNG KE AGROWISATA DENGAN KONSEP EDUFARMING DI PT. JENDELA ALAM PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT |
Arioditha, Gugun Djuwendah, Endah |
Kepuasan pengunjung merupakan salah satu faktor penting yang mendukung perkembanganagrowisata, karena keberlangsungannya ditentukan oleh nilai kepuasan pengunjung yang datangmenikmati wisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengunjungdan tingkat kepuasan pengunjung agrowisata PT. Jendela Alam yang menerapkan konsep edufarming.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung agrowisata PT. Jendela Alam sebagian besar (70persen) berjenis kelamin perempuan berstatus sudah menikah dan berumur antara 30-39 tahun.Tingkat pendidikannya sarjana strata satu (67 persen) dan berprofesi sebagai guru. Informasi tentangobyek wisata pertama kali sebagian besar melalui teman. Umumnya tujuan berkunjung adalah untukstudy tour (47 persen). Alasan pengunjung datang karena program dianggap menarik ( 46 persen).Seluruh pengujung berminat datang kembali ke PT. Jendela Alam. Tingkat kepuasan pengunjungterhadap lokasi, ketersediaan sarana dan prasarana, produk dan pelayanan petugas termasuk kedalamkategori puas.Kata kunci : Analisis kepuasan, kepuasan, pengunjung, kepuasan pengunjung, agrowisata
|
2016-07-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22688 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v1i1.22688 | |
| 1671889 | #7423 | PENGEMBANGAN DAYA TARIK EKOWISATA KAMPOENG CIHERANG BERDASARKAN PREFERENSI WISATAWAN |
Djuwendah, Endah Saidah, Zumi Yudha, Eka Purna Rahmah, Ulya |
AbstrakEkowisata Kampoeng Ciherang, yang terletak di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi wisatawan terhadap daya tarik Ekowisata Kampoeng Ciherang dan memberikan rekomendasi pengembangan berdasarkan hasil analisis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan survei yang melibatkan 30 responden wisatawan. Responden dipilih secara purposive sampling, yakni wisatawan yang ditemui di lokasi dan bersedia mengisi kuesioner atau diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan memberikan penilaian baik terhadap daya tarik yang ada di destinasi ini, seperti keunikan alam dan fasilitas daya tarik buatan. Namun, aspek fasilitas pendukung dan aksesibilitas masih perlu diperbaiki, terutama kondisi jalan dan ketersediaan transportasi umum. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk meningkatkan promosi digital, memperbaiki fasilitas umum, dan meningkatkan kualitas prasarana. Pengelola juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan masyarakat lokal dan menyusun paket wisata tematik guna meningkatkan daya tarik dan kontribusi ekonomi destinasi ini. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan bagi pengelola destinasi dalam mengoptimalkan potensi ekowisata yang ada.Kata kunci: Ekowisata, Kampoeng Ciherang, preferensi wisatawan.AbstractKampoeng Ciherang Ecotourism, located in Cijambu Village, Tanjungsari District, Sumedang Regency, holds great potential for development as a nature-based tourist destination. This study aims to analyze tourist preferences towards the attractions of Kampoeng Ciherang Ecotourism and provide development recommendations based on the analysis results. The research adopts a descriptive quantitative approach through a survey involving 30 tourist respondents. Respondents were selected through purposive sampling, namely tourists encountered on-site who agreed to complete the questionnaire or participate in an interview. The findings indicate that tourists give positive evaluations of the attractions at this destination, such as the unique natural landscapes and man-made attraction facilities. However, aspects of supporting facilities and accessibility still require improvement, particularly the road conditions and the availability of public transportation. Based on these findings, it is recommended to enhance digital promotion, improve public facilities, and upgrade infrastructure quality. The management is also encouraged to collaborate with the local community and develop thematic tour packages to increase the destination's appeal and economic contribution. This study is expected to provide insights for destination managers to optimize the existing ecotourism potential.Keywords: Ecotourism, Kampoeng Ciherang, tourist preferences.
|
Sosial Ekonomi Pertanian | 2025-07-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62832 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.62832 |
| 1671890 | #7423 | DINAMIKA SOSIAL KAJI TINDAK PEMBANGUNAN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN, TERINTEGRASI DAN MANIDIRI ENERGI (STUDI KASUS DI DESA PAMALAYAN, KECAMATAN BAYONGBONG, KABUPATEN GARUT) |
Nugraha, Adi Soetraprawata, Demi Heryanto, Mahra Arari |
ABSTRAK Pertanian berkelanjutan dalam tiga dekade terakhir telah menjadi paradigma baru yang memengaruhi arah pembangunan pertanian. Walaupun demikian, praktik-praktik pertanian berkelanjutan memiliki karakter knowledge-intensive dan dinamis sehingga memiliki kecenderungan kegagalan penerapan yang cukup tinggi. Pola program penyuluhan dan diseminasi teknologi pertanian biasanya berdasarkan asumsi linear yang menempatkan petani hanya sebagai ‘pengguna pasif’ teknologi yang dihasilkan oleh para ahli ilmu pertanian. Penelitian ini difokuskan pada analisa interaksi-interaksi antar aktor di dalam program pengembangan pertanian berkelanjutan, terintegrasi dan mandiri energi di Desa Pamalayan, Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menekankan pada kedalaman informasi yang digali. Data primer didapatkan dari proses wawancara mendalam, FGD, dan observasi partisipatif. Bentuk dan perilaku organisasi serta kondisi sosial secara mikro ketika program dijalankan dianalisis dengan menggunakan Actor Oriented Approach. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, salah satu kunci penentu keberhasilan adalah perencanaan dan pelaksanaan program yang menitikberatkan pada aspek social, yang dalam prosesnya dilakukan secara informal. Hal ini masih jarang dilakukan oleh pelaku pembangunan di Indonesia. Konsep partisipatif dalam diseminasi suatu program pada pelaksanaannya seringkali hanya bersifat sementara, dan tidak dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, metode disseminasi dengan pendekatan informal yang mengusung lokalitas dan tingginya tingkat partisipasi tineliti dapat dijadikan contoh untuk program-program pembangunan pertanian dan pedesaan. Kata kunci: dinamika sosial, kaji tindak, keberlanjutan, pertanian terintegrasi ABSTRACT Sustainable agriculture within the last decades has been a new paradigm in agriculture development. However, sustainable agriculture practices are still characterised by knowledge intensive in its dissemination, leading to countless failures. The common dissemination processes apply linear way of thinking in its assumptions, putting farmers as ‘object for development’. This study analyses the interaction among the actors involved in the sustainable, integrated and resilient farming system development in Pamalayan, Garut. The study employs descriptive qualitative approach, focusing on the depth of gained information. Primary data were collected through in-depth interview, FGD, and participant observation. The social condition and form of interaction among related actors were analysed by using Actor Oriented Approach. The results show that the early stage of the dissemination process is one of the key factor in successing the program. This stage was focused in the social aspect of the beneficiaries, which was done through informal approaches. This style of dissemination is seldom to be seen in Indonesia. Participatory concepts are often superficial, neglecting the social sustainability of the programs. Thus, this case shows that paying attention to social aspects and informal dissemination procces play important roles in rural/agricultural development programs. Keywords: social dynamics, action research, sustainability, integrated farming
|
2019-12-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15617 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i2.15617 | |
| 1671891 | #7423 | ANALISIS SOSIO-TEKNIS USAHATANI PADI SAWAH MENGGUNAKAN PRAKTEK PERTANIAN LOKAL DAN MODERN (STUDI KASUS KECAMATAN KIARAPEDES, DESA MEKARJAYA, KABUPATEN PURWAKARTA) |
Arrachman, Nirwan Heryanto, Mahra Arari |
AbstrakUsahatani berdasar pada pengetahuan lokal dan kebiasaan para leluhur saat ini masih dilakukan oleh beberapa petani yang ada di Desa Mekarjaya. Seiring dengan berkembangnya teknologi, usahatani lokal tersebut mulai berangsur-angsur ditinggalkan dan beralih ke usahatani modern. Perubahan usahatani tersebut memicu adanya perubahan aspek sosial dan aspek teknis yang menunjang kegiatan usahatani padi sawah di Desa mekarjaya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi aspek sosial dan aspek teknis pada usahatani lokal, transisi, dan modern, dan mengetahui interaksi struktur sosio-teknis pada usahatani lokal, transisi, dan modern yang ada di Desa Mekarjaya. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang memberikan gambaran mengenai interaksi diantara unsur-unsur yang terlibat dalam usahatani padi sawah dengan menggunakan pendekatan Actor-Network Theory (ANT). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada struktur sosio-teknis usahatani lokal, petani memiliki interaksi yang kuat dengan sesajen dan ritual. Hal ini menandakan petani lokal memiliki interaksi dengan pekarangan desa atau lingkungan alam di sekitarnya. Namun, interaksi ini mengalami pelemahan pada usahatani transisi karena petani transisi mulai meninggalkan ritual tersebut, sehingga interaksi petani dengan lingkungan alam melemah. Pada interaksi struktur sosio-teknis usahatani modern, terjadi pemutusan interaksi antara petani modern dengan lingkungan alam.Kata kunci: usahatani lokal, usahatani modern, sosio-teknis, padi sawahAbstractSome farmers in Mekarjaya Village still practice farming based on local knowledge and customs of their ancestors. This change in farming has also led to changes in the social and technical aspects that support wet-rice farming activities in Mekarjaya Village. The aim of this study is to identify the social and technical aspects of local, transitional, and modern farming, and to determine the interaction of socio-technical structures on local, transitional, and modern farming in Mekarjaya Village. The research design used is descriptive qualitative, which provides an overview of the interactions between the elements involved in wet-rice farming using the Actor-Network Theory (ANT) approach. The study found that in the socio-technical structure of local farming, farmers have strong interactions with offerings and rituals. This suggests that local farmers have a connection with the village yard or the surrounding natural environment. However, this interaction weakened in transitional farming as farmers began to abandon these rituals, resulting in a weakened connection with the natural environment. The modern farming socio-technical structure exhibits a disconnection between farmers and the natural environment.Keywords: local farming, modern farming, socio technique, paddy
|
Sosial Ekonomi Pertanian, Sosiologi Pertanian, Pembangunan Pertanian | 2024-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/53406 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v8i2.53406 |
| 1671892 | #7423 | KEY FACTORS DETERMINING RELATIONSHIP MARKETING IN THE FOOD E-COMMERCE NETWORK: A BUSINESS-TO-BUSINESS SERVICE PERSPECTIVE |
Utami, Hesty Nurul Alamanda, Dini Turipanam |
AbstrakDiskusi mengenai paradigma bisnis dan pemasaran telah diteliti dengan mengubah fokus dari fokus terhadap produk menjadi fokus terhadap pelanggan dengan mengacu pada orientasi logika dominasi layanan. Perkembangan teknologi digital seperti internet dan media sosial telah mempengaruhi praktek bisnis dan pemasaran dalam melakukan praktek bisnis online, seperti contohnya e-commerce, termasuk di dalamnya bisnis makanan. Studi ini mengeksplorasi mengenai faktor – faktor yang menentukan hubungan pemasaran di dalam jaringan bisnis e-commerce makanan. Metode penelitian induktif digunakan dalam studi ini, dan data dianalisis dengan menggunakan analisis data tematik berdasarkan hasil wawancara mendalam yang dilakukan dengan berbagai pelaku bisnis yang terlibat di dalam rantai e-commerce makanan. Hasil penelitian menunjukkan tujuh elemen kritis yang akan menentukan kesuksesan hubungan pemasaran di dalam jaringan bisnis e-commerce makanan: komitmen, komunikasi, kepercayaan, koordinasi, reputasi, profesionalisme, dan risiko di dalam hubungan. Hasil analisis memberikan dasar lebih lanjut untuk pengembangan hubungan pemasaran di dalam bisnis makanan di dalam menggunakan e-commerce dengan dilandasi logika dominasi layanan sebagai prinsip dasar yang digunakan oleh petani produsen, pedagang, dan pelaku ritel atau pengecer.Kata kunci: hubungan pemasaran, nilai hubungan, logika dominasi layanan, e-commerce makanan, perdagangan antar usaha (perusahaan)AbstractDiscussion about the business and marketing paradigm is observed by shifting the focus from product-focused to customer-focused with service-dominant logic orientation. Digital technology advancement, such as the Internet and social media, has influenced business and marketing practices into online business, such as e-commerce, including food businesses. This study explored the factors determining marketing relationships in the food e-commerce network. An inductive research method was applied, and data were analysed using thematic analysis based on in-depth interviews with various business actors involved in the food e-commerce chain. The results reveal seven critical elements that determine a success relationship marketing in the food e-commerce network: commitment, communication, trust, coordination, reputation, professionalism, and relationship risk. The analysis provides a foundation for further development of relationship marketing in the food businesses on using e-commerce and service-dominant logic as the underlying principle for farmer producers, traders or suppliers, and retailers. Keywords: relationship marketing, relationship value, service-dominant logic, agri-food e-commerce, business-to-business
|
2022-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37354 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v6i2.37354 | |
| 1671893 | #7423 | KAJIAN SOSIAL LINGKUNGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN BERDASARKAN ISPO DI PTPN VIII TAMBAKSARI SUBANG JAWA BARAT |
Sihombing, Prisman Andri Lesmana Ernah, Ernah |
ABSTRAK.Kelapa sawit adalah komoditas yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, hal ini dikarenakan tingginya permintaan pasar international akan minyak nabati. Fenomena ini menimbulkan dampak negatif pada aspek sosial dan lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dikenal dengan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) standard, yaitu prinsip dan kriteria untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang dibuat sebagai bentuk perwujudan peraturan perundang – undangan dan dukungan Pemerintah Republik Indonesia untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. PTPN VIII Kebun Tambaksari adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah menerapkan standard ISPO dalam pengelolaan perkebunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pemenuhan aspek sosial dan lingkungan perkebunan kelapa sawit berdasarkan ISPO di PTPN VIII Tambaksari Subang Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskrptif kualitatif. Hasil survey menunjukkan bahwa PTPN VIII Tambaksari telah memenuhi hampir semua indikator aspek sosial dan lingkungan sebagaimana yang tercantum dalam Prinsip ISPO.Kata Kunci: Kelapa Sawit, ISPO, Keberlanjutan, PerkebunanABSTRACTPalm oil is the most cultivated commodity in Indonesia, this is due to the high international market demand for vegetable oil. This phenomenon has a negative impact on social and environmental aspects. To overcome this, the government issued a policy known as the Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) standard, namely the principles and criteria for oil palm plantations in Indonesia which were made as a manifestation of legislation and the support of the Government of the Republic of Indonesia to realize oil palm plantations that sustainable and environmentally friendly. PTPN VIII Tambaksari Gardens is one of the oil palm plantation companies that has implemented the ISPO standard in managing their plantations. This study aims to examine the extent of fulfillment of the social and environmental aspects of oil palm plantations based on ISPO at Tambaksari Subang VIII West Java. The research method used is qualitative descriptive analysis. The survey results show that PTPN VIII Tambaksari has fulfilled almost all indicators of social and environmental aspects as stated in the ISPO Principles.Keywords: Palm Oil, ISPO, Sustainability, Estate
|
2018-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20665 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i2.20665 | |
| 1671894 | #7423 | MENDORONG KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI: TANTANGAN SOSIAL EKONOMI DI KABUPATEN TASIKMALAYA |
Nugraha, Adi Kurnia, Ganjar |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan natara faktor sosial ekonomi dan kinerja usahatani serta kontribusinya terhadap pemenuhan pengaluaran rumah tangga petani padi di Kabupaten Tasikmalaya. Survei melibatkan 258 responden yang dipilih secara acak di empat kecamatan produsen padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mengelola lahan sempit, yang meyebabkan rendahnya efisiensi dan profitabilitas usahatani akibat keterbatasan skala ekonomi. Struktur usia petani yang didomonasi kelompok usia tua (>40 tahun) dan tingkat pendidikan yang rendah menjadi penghambat adopsi teknologi dan inovasi. Kontribusi usahatani terhadap pemenuhan kebutuhan rumah tangga masih terbatas, terutama bagi petani dengan lahan kecil. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan redistribusi lahan, peningkatan akses terhadap teknologi, pelatihan pertanian, dan regenerasi petani muda untuk memperkuat keberlanjutan sektor pertanian.Kata kunci: usahatani padi, faktor sosial ekonomi, efisiensi, profitabilitas, keberlanjutan.AbstractThis study aims to anlalyze the relatinship between socio-economic factors and farm performance, as well as their contribution to meeting household expenditures among paddy farmers in Tasikmalaya Regency. The survey involved 258 randomly selected respondents from four rice-producing districts. The findings reveal that the majority of farmers operate on small plots of land, resulting in low farming efficiency and profitability due to limited economies of scale. The age structure of farmers, dominated by those over 40 years old, and the low level of education hinder the adoption of technology and innovations. The contribution of rice farming to meeting household needs remains limited, particularly for farmers with small landholdings. These findings highlight the need for policies focusing onland redistribution, improved access to technology, agricultural training, and the regeneration of younger farmers to enhance the sustainability of the agricultural sector.Keywords: paddy farming, socio-economic factors, efficiency, profitability, sustainability.
|
2025-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61536 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v9i2.61536 | |
| 1671895 | #7423 | ANALISA DAYA SAING DAN PELUANG EKSPOR WORTEL DI KELOMPOK TANI KATATA, PANGALENGAN, JAWA BARAT |
Budiman, Arief Trimo, Lucyana Suminartika, Eti Fatimah, Sri |
ABSTRAKKomoditas wortel telah lama menjadi andalan produksi salahsatu kelompok tani Katata yang beradadi Pangalengan, Jawa Barat. Produksinya memiliki kualitas dan kuantitas yang tidak hanya baikdalam pemenuhan lokal saja, namun juga terhadap pemenuhan Ekspor. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mendapatkan pengatahuan daya saing dan peluang ekspor dari dampak kebijakanpemerintah pada usahatani wortel di Kelompok Tani Katata. Penelitian dilakukan di Kelompok TaniKatata, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Data dianalisis dengan Policy Analysis Matrix (PAM),untuk menghitung keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif dan dampak kebijakan pemerintahdengan menggunakan harga aktual dan harga bayangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwapengusahaan wortel di Kelompok Tani Katata memiliki keunggulan kompetitif karena nilai PCRsebesar 0,062 atau PCR kurang dari satu (PCR < 1). Hal yang sama menunjukkan bahwa wortelmemiliki keunggulan komparatif dengan nilai DRC 0,060 atau DRC kurang dari satu (DRC < 1).Kebijakan pemerintah dinilai menghambat ekspor output dan adanya proteksi terhadap input lokaldibuktikan dengan nilai NPCO dan NPCI yang kurang dari satu. Secara keseluruhan kebijakanpemerintah yang berlaku saat ini masih belum mendukung dalam hal pengembangan danpeningkatan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif pengusahaan komoditas wortel diKelompok Tani Katata.Kata kunci: daya saing, wortel, ekspor, Policy Analysis Matrix (PAM)ABSTRACTCarrot commodity has been each mainstay production belong to Katata’s farmer group inPangalengan, West Java since long time ago. Their production have good quality and quantitywhich have potential for locally and export. The main of this research is to know the competitivenessand impact of government policy of the commodities carrots (case study Katata, subdistrictPangalengan, county level Bandung).Policy Analysis Matrix (PAM) is the method to analyze data ofthis research to measure the comparative advantage, competitive advantage, and impact ofgovernment policy using actual price and estimation price.The result indicate that carrost in Katatahave a competitive advantage because PCR value of 0.062 or PCR of less than one (PCR < 1).Itsalso indicate that carrot has a comparative advantage with the value of the DRC 0.060 or DRC lessthan a (DRC < 1).The government policy is rated to inhibit the outpur export and protection againtslocale input by the value of an NPCO and NPCI is less than one.Overall the policy is still notsupporting development and improvement comparative advantage and competitive advantage forcarrot business in Katata.Keywords: competitiveness, carrots, export, Policy Analysis Matrix (PAM)
|
2019-07-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15077 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i1.15077 | |
| 1671896 | #7423 | PERKEMBANGAN DAN POLA STRUKTUR PERTUMBUHAN EKONOMI SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN SOLOK SELATAN |
Putri, Olga Yuliana Syahrial, Syahrial Leovita, Angelia |
AbstrakMenentukan pembangunan pertanian yang strategis dalam pemulihan ekonomi memerlukan penetapan sektor pertanian yang menjadi komoditas unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Solok Selatan dan 2) menganalisis pola struktur perekonomian sektor pertanian Kabupaten Solok Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah Indeks Diversitas Entropi dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan komoditas sektor pertanian di Kabupaten Solok Selatan tidak merata dan tidak berkembang. Ditinjau dari pola strukturnya, terdapat 36% komoditas sektor pertanian masuk pada Kuadaran I, 10% masuk pada Kuadran II, serta 29% komoditas masuk Kudran III dan 25% pada Kuadran IV. Perlu adanya penelitian lebih lanjut agar bisa memutuskan komoditas sektor pertanian sehingga membantu pemerintah dalam memilih upaya pengembangan komoditas sektor pertanian yang lebih unggul.Kata kunci: Perkembangan Wilayah, Sektor Pertanian.AbstractDetermining strategic agricultural development in economic recovery requires the determination of the agricultural sector as a leading commodity. This study aims to 1) analyze the development of the agricultural sector in South Solok Regency 2) analyze the pattern of the economic structure of the agricultural sector in South Solok Regency. The method used in this research is descriptive quantitative. The data analysis technique used is the Entropy Diversity Index and the Klassen Typology. The results showed that the agricultural sector commodities in South Solok Regency were not evenly distributed and did not develop. Judging from the structural pattern, there are 36 percent of agricultural sector commodities in Quadrant I, 10 percent commodities in Quadrant II, and 29 percent of commodities in Quadrant III and 25 commodities percent in Quadrant IV. So that further research is needed in order to be able to decide on agricultural sector commodities so as to assist the government in choosing efforts to develop superior agricultural sector commodities.Keywords: Agricultural Sector, Regional Development.
|
Agribisnis | 2023-03-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41572 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v7i2.41572 |
| 1671897 | #7423 | DETERMINAN KREDIT BANK UMUM UNTUK SEKTOR PERTANIAN: ANALISIS DARI SISI PERMINTAAN |
Putra, Hari Setia Putri, Yunnise Vidriza, Ullya |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, produk domestik bruto pertanian dan suku bunga kredit pertanian terhadap permintaan kredit pertanian bank umum konvensional di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan ialah Error Correction Model. Data dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari website Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian dan Otoritas Jasa Keuangan didalam statistik perbankan Indonesia. Ruang lingkup penelitian ini merupakan data time series bulanan dari tahun 2015 hingga 2019. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dalam jangka panjang hanya terdapat satu variabel yang berpengaruh signifikan yakni produk domestik bruto pertanian yang memiliki hubungan positif dengan penyaluran kredit pertanian. Sementara variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan. Begitu pula dalam jangka pendek tidak ada variabel yang signifikan terhadap kredit pertanian. Perubahan permintaan kredit pertanian yang terjadi sensitif terhadap perubahan produk domestik bruto sektor pertanian yang ditunjukkan oleh nilai probabillitas yang lebih kecil dari nilai taraf nyata. Hal tersebut kemudian menjadi dasar pertimbangan kebijakan juga informasi bagi pihak yang berkepentingan dalam hal tersebut. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan referensi dalam mengoptimalkan permintaan kredit pertanian kepada bank.Kata Kunci: Kredit Pertanian, Inflasi, Produk Domestik Bruto Pertanian, Suku Bunga Kredit Pertanian. AbstractThis study aims to determine the effect of inflation, the gross domestic product of agriculture, and agricultural credit interest rates on demand for agricultural credit of conventional commercial banks in Indonesia. The research method used is the Error Correction Model. The data in this study are data obtained from the website of the Central Statistics Agency, the Ministry of Agriculture, and the Financial Services Authority in Indonesian banking statistics. The scope of this research is monthly time series data from 2015 to 2019. Based on research that has been carried out in the long term, there is only one variable that has a significant effect, namely the gross domestic product of agriculture which has a positive relationship with the distribution of agricultural credit. While other variables have no significant effect. Likewise, in the short term, there is no significant variable on agricultural credit. Changes in demand for agricultural credit that occur are sensitive to changes in the gross domestic product of the agricultural sector as indicated by a probability value that is smaller than the real level value. This then becomes the basis for policy considerations as well as information for interested parties in this matter. Therefore, the results of this study are expected to be able to provide a reference in optimizing the demand for agricultural credit to banks.Keywords: Agricultural Credit, Inflation, Gross Domestic Product of Agriculture, Interest Rate of Agriculture
|
2021-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/33312 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v6i1.33312 | |
| 1671898 | #7423 | Kajian Strategi Pemasaran Usaha Kedai Kopi KADAKA Cafetaria di Kota Bandung |
Latifa, Nadya Hasna Rochdiani, Dini |
AbstrakTanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah ada dari sejak dahulu menjadi tanaman yang di budidayakan. Dewasa ini, minuman kopi tidak lagi sekedar untuk dikonsumsi tetapi bisa menjadi pelengkap aktifitas sehari-hari. Jumlah konsumsi kopi diperkirakan akan terus meningkat seiring meningkatnya pendapatan kalangan kelas menengah sehingga membuat para pebisnis kedai kopi menjadi yakin untuk menjalankan usahanya. KADAKA Cafetaria merupakan salah satu kedai kopi baru yang mengalami permasalahan dalam penjualannya. Selain itu, terdapat pula pesaing sejenis di sekitarnya. Dengan demikian, perlu diketahuinya alternatif strategi pemasaran yang dapat digunakan kedai kopi KADAKA Cafetaria sehingga dapat menghadapi persaingan. Desain pada penelitian ini menggunakan desain kualitatif dan teknik penelitian studi kasus. Alat analisis yang digunakan yaitu menggunakan matriks IFE, EFE, IE, SWOT, lalu QSP. Hasil dari matriks IE menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berada pada posisi tumbuh dan bina. Empat strategi alternatif dirumuskan dari hasil matriks SWOT dan QSP dengan strategi prioritas pertama adalah dengan meningkatkan kegiatan promosi.Kata kunci: Kopi, Kedai Kopi, SWOT, QSPMAbstractCoffee plants are plantations that have existed for a long time ago to be cultivated plants. Today, coffee drinks are no longer just for consumption but can be complementary to daily activities. The amount of coffee consumption is expected to continue to increase along with the increasing income of the middle class, making coffee shop businesspeople sure to run their businesses. KADAKA Cafetaria is one of the new coffee shops that have problems with its sales. Also, there are similar competitors in the vicinity. Thus, it is necessary to know the alternative marketing strategies that can be used by KADAKA Cafetaria coffee shops so they can face competition. The design in this study uses qualitative design and case study research techniques. The analysis tool used is using the IFE, EFE, IE, SWOT, then QSP matrices. The results of the IE matrix show that the company is in a position to grow and develop. Four alternative strategies are formulated from the results of the SWOT and QSP matrices with the priority strategy is to increase promotional activities.Keywords: Coffee, Coffee Shop, SWOT, QSPM
|
2019-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22913 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v4i1.22913 | |
| 1671899 | #7423 | STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI AGROINDUSTRI IKAN ASIN AIR TAWAR DI KABUPATEN TULANG BAWANG |
Abdurrokhim, Muhammad Arianti, Dwi Setiawati, Bherliana Maharani Safitri, Yuli |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan produksi pada agroindustri ikan asin air tawar di Kabupaten Tulang Bawang. Responden dalam penelitian ini ditentukan dengan metode sensus, yaitu seluruh pelaku usaha ikan asin air tawar yang aktif beroperasi pada periode Desember 2022 hingga Februari 2023. Berdasarkan hasil pendataan awal, sebanyak 37 pelaku usaha memenuhi kriteria dan seluruhnya dilibatkan dalam pengisian kuesioner SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner berbasis skala Likert untuk menilai faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan matriks IFAS dan EFAS untuk menentukan posisi strategi dalam matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan produksi pelaku usaha ikan asin di Kabupaten Tulang Bawang berada pada posisi agresif. Agroindustri ikan asin air tawar di daerah ini dapat mengimplementasikan pengembangan produksi melalui empat strategi utama, yaitu: (1) peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok pengolah dan nelayan dalam optimalisasi hasil produk perikanan; (2) diversifikasi komoditas budidaya ikan yang disesuaikan dengan tren dan permintaan industri olahan perikanan; (3) penguatan kapasitas produksi melalui intensifikasi teknik budidaya; serta (4) pendampingan terhadap kelompok pengolah untuk mendorong inovasi dalam pengembangan produk olahan ikan.Kata kunci: Agroindustri, Ikan asin, Pengembangan, Produksi.AbstractThis study aims to identify production development strategies in the freshwater salted fish agroindustry in Tulang Bawang Regency. Respondents were determined using a census method, involving all freshwater salted fish business actors who were actively operating between December 2022 and February 2023. Based on preliminary data collection, a total of 37 business actors met the criteria and all were involved in completing a SWOT questionnaire. This research employed a descriptive quantitative approach using a Likert-scale-based questionnaire to assess internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). The collected data were analyzed using the IFAS and EFAS matrices to determine the strategic position within the SWOT matrix. The results indicate that the production development strategy for freshwater salted fish entrepreneurs in Tulang Bawang Regency falls within an aggressive strategic position. The freshwater salted fish agroindustry in this region can implement production development through four main strategies: (1) strengthening the institutional capacity of processing groups and fishers to optimize fishery product outcomes; (2) diversifying fish farming commodities to align with trends and the demand of the fish processing industry; (3) enhancing production capacity through the intensification of aquaculture techniques; and (4) providing assistance to processing groups to encourage innovation in the development of processed fish products.Keywords: Agroindustry, Salted fish, Development strategy, Production.
|
Agribisnis | 2025-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64418 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.64418 |
| 1671900 | #7423 | POSISI DAYA SAING DAN TINGKAT PERSAINGAN MINYAK ATSIRI INDONESIA DI PASAR GLOBAL |
Rosiana, Nia Feryanto, Feryanto Sinaga, Vela Rostwentivaivi |
ABSTRAKPermintaan minyak atsiri Indonesia dalam satu dekade terakhir, menunjukkan tren yang positifdalam memenuhi pasar global. Namun demikian, upaya untuk meningkatkan daya saing produkminyak atsiri mengalami fluktuatif. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untukmenganalisis posisi daya saing dan tingkat persaingan minyak atsiri Indonesia di pasar global.Metode analisis yang digunakan adalah dengan pendekatan RCA Dinamis dan analisis korelasi rankspearman, analisis menggunakan data time series (2001-2015). Sepanjang periode 2001-2015Indonesia memiliki daya saing, cenderung memiliki tren positif bila dibandingkan dengan sembilannegara eksportir utama lainnya. Hasil RCA Dinamis menunjukkan bahwa produk minyak AtsiriIndonesia periode 2001-2005 masuk kategori leading retreat, sedangkan periode 2005-2010 dan2011-2015 masuk kategori rising star, yakni produk yang memiliki potensi untuk dikembangkanmenjadi komoditas unggulan ekspor Indonesia. Namun demikian korelasi rank spearmanmenunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara daya saing minyak atsiri Indonesiadengan sembilan negara eksportir utama lainnya.Kata kunci: daya saing, minyak atsiri, pasar globalABSTRACTIndonesian essential oil demand in the last decade, showed a positive trend in global markets.However, efforts to improve product competitiveness experienced volatile essential oil. This studyaimed to analyze the competitive position and the level of competition Indonesian essential oil in theglobal market. The analytical method used is the Dynamic RCA approach and Spearman rankcorrelation analysis, analysis of data using time series (2001-2015). Throughout the 2001-2015periods Indonesia has a competitive advantage, tend to have a positive trend when compared withnine other major exporting countries. Dynamic RCA results showed that the essential oils productsIndonesia 2001-2005 period were leading retreat categories, while the period of 2005-2010 and2011-2015 in the category of Rising Star, which is a product that has the potential to be developedinto the leading commodity exports of Indonesia. However, Spearman rank correlation showed thatno significant relationship between the competitiveness of Indonesian essential oil with nine othermajor exporting countries.Keywords: competitiveness, essential oil, global market
|
2019-07-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15044 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i1.15044 |