Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↑ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
2695 #95 PEMBELAJARAN BAHASA ASING DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Rajak, Abd.
Metode pengajaran bahasa merupakan faktor penting untuk mencapai kesuksesan suatu pelajaran. Sukses tidaknya suatu program pengajaran bahasa sangat ditentukan metode yang digunakan oleh guru, karena secara psikologi, pelajaran akan menarik dan mudah dipahami siswa, jika guru mengunakan metode yang tepat dalam mengajar, kesalahan memilih metode menyebabkan siswa bosan terhadap pelajaran. Setiap melaksanakan aktivitas pengajaran, guru sering dihadapkan dengan suasana baru yang menuntut metode yang baru juga. Untuk mencari metode yang tepat dalam pengajaran bahasa, guru harus mengetahui tujuan pengajaran bahasa itu sendiri, kedudukan bahasa dalam kurikulum, waktu yang disediakan untuk mengajar, latar belakang siswa, pengalaman guru dalam mengajar dan tingkat penguasaan bahasa siswa serta guru perlu mengetahui kesukaran-kesukaran dalam bahasa dan usaha yang perlu ditempuh untuk menggunakan metode mengajar yang relevan. Metode yang tepat digunakan pada sekolah dasar dan menengah adalah metode sam’iyyah wa safawiyah (audio lingual method), dan an-nazariah Wahdah (audio lingual method). Untuk tingkatan lanjutan digunakan metode al-mubasyarah dan al-Qawa’id wa al-Tarjamah, (Grammar Translation Method).
Metode Mengajar Bahasa Arab Bahasa Inggris 2018-04-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3053 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i1.3053
2696 #95 PERIODISASI FIQH (Perbandingan Fiqh dari Masa Rasul SAW Sampai Modern) Muzakir, Muzakir
Sebagai sebuah ilmu, maka fiqh mengalami perkembangan dari masa Rasul SAW hingga sekarang, walaupun sebagian orang kurang memahami dan terkadang menganggap orang yang berpendapat demikian disebut dengan pembaharu agama. Namun tidak dapat dibantah, bahwa fiqh tetap berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia pada zamannya. Ini sesuai dengan fitrah Islam sendiri, yang memiliki konsep Islam menjadi rahmat sekalian alam. Jika fiqh tidak berkembang, maka akan ditinggalkan orang. Perjalanannya dari masa Rasul SAW sampai sekarang mengalami pasang-surut, dimana hal ini sangat dipengaruhi kondisi sosial masyarakat saat tersebut, sehingga para Faqih dalam mengeluarkan hukum fiqhnya senantisa dipengaruhi sejumlah faktor sosial, kultur budaya dan ekonomi masyarakat setempat. Oleh karena itu perkembangan ilmu fiqh itu mutlak terjadi karena perkembangan manusia tidak pernah berhenti. Ini berarti bahwa selama kehidupan manusia ada, maka selama itu pula fiqh akan terus berkembang hingga akhir kehidupan manusia di dunia.
Periodisasi Perbandingan Fiqh 2018-04-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3054 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i1.3054
2697 #95 ABORTUS DAN MENSTRUAL REGULATION Saiful, Saiful
Henomenons about abortus and menstrual regulation during the time, especially in Indonesian have been cultured. Likely society assumes the abortus and this menstrual regulation as habit problem which needn't be disputed. Is it right? How also rule of law of concerning practice about abortus and menstrual regulation according to Islam view as well as KUHP (Criminal Code) in Indonesian. Likely, the problem do not only concerning just doctor problem, but ecause the practice of abortus and this menstrual regulation is instructed to criminal action, hence require to be straightened by opening some opinion of fiqh expert.
Abortion Menstrual Regulation Criminal 2018-04-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3055 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i1.3055
2698 #95 PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA (Analisis Historis tentang Kompilasi Hukum Islam) Mulia, Muji
KHI merupakan hasil ijtihad ulama Indonesia yang selaras dengan konteks sosiologis, antropologis dan budaya yang berkembang dalam masyarakat.KHI dapat dikatakan sebagai fiqih mazhab Indonesia. Karena elemen-elemen yang mengkonstruksi hukum Islam dalam KHI mulai dari inisiatif, proses penelitian, hingga penyimpulan akhir dari pilihan-pilihan hukumnya semuanya dilakukan oleh suatu tim yang dibentuk oleh Negara dan beranggotakan hampir seluruhnya orang-orang Negara. Latar belakang pembentukan, logika hukum yang digunakan hingga pola redaksi yang diterapkan juga sebagaimana lazimnya digunakan oleh hukum positif yang diakui oleh negara. KHI juga mencerminkan politik akomodasi politik orde Baru terhadap kekuatan Islam, setelah sekian lama Islam dimarginalkan pemerintah.KHI pada tingkat tertentu merupakan fiqih yang dapat mewakili karakter dan ciri keindonesiaan, dan merupakan puncak pemikiran fiqih di Indonesia. Ia dapat dikatakan salah satu hasil pembaharuan hukum Islam yang telah mampu mewarnai langkah pembaharuan hukum Islam di Indonesia.
Pembaharuan KompillasiHukum Hukum Islam 2018-04-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3056 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i1.3056
2699 #95 RELASI MASYARAKAT KAMPUS: SOSIAL ATAU INTELEKTUAL Nufiar, Nufiar
In science tradition, usually, the relation of latent instructing in profetik-akademic doesn’t emerging off hand. He (she) must be woke up when needed given by opportunity which berkelindan as presentation of domination of self and increasing of quality. Hence, campus institute which is one of icon is place of accomodating various place meeting of antar-pikiran, and not meeting of antar-pribadi. Because, patron such a science, part of practice of idea discourse to be being animated in area of which" holy", even also as infinite intellectual reaction.
Tradisi Keilmuan Kebebasan Akademik Kualitas 2018-04-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3057 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i1.3057
2700 #95 SENI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Safliana, Eka
Nilai seni dalam Islam sangat mendapat penghargaan yang tinggi bahkan selalu mendapat dukungan yang positif dari lingkungan kehidupan warga muslim. Dan tidak benar seperti yang dikatakan oleh para Orientalis bahwa Islam sebagai agama konservatif yang tidak mengakui seni. Islam adalah agama fitrah dan seni juga termasuk fitrah maka sangat mustahil jika Islam tidak mengakui seni. Semua jenis dan corak seni baik seni rupa, seni sastra maupun seni musik selalu mendapat dukungan positif dalam perkembangan kemajuan sejarah umat Islam. Syarat terpenting untuk mendapatkan dukungan positif dari umat, nilai seni tersebut harus menunjukkan nilai akhlak dan peradaban yang baik, santun dan saling mencintai nilai-nilai religius yang ada dalam Islam.
Islam Perspekif Seni 2018-04-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3058 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i1.3058
2701 #95 KESAKSIAN PEREMPUAN MENURUT AL-QUR'AN: AJARAN YANG BIAS JENDER? Bahri, Samsul
Al-Qur'an adalah bacaan mulia yang secara eksistensial berasal dari Allah melalui media pewahyuan. Pewahyuan al-Qur'an merupakan salah satu proses transformasi ilmu Allah kepada manusia. Secuil dari ilmu Allah yang maha luas dengan demikian dapat diperoleh manusia melalui pembacaan al-Qur'an. Setiap informasi, ketentuan dan ajaran al-Qur'an dalam berbagai hal, seyogyanya dipahami sebagai butiran ilmu Allah yang mempunyai signifikansi yang amat tinggi bagi pengayaan khazanah keilmuan manusia. Ilmu Allah yang telah terejawantah di dalam al-Qur'an itu terkadang sulit dipahami oleh manusia. Kesulitan di dalam memahami pesan-pesan al-Qur'an sangat dipengaruhi oleh keterbatasan penalaran manusia. Akibat keterbatasan tersebut, tidak jarang muncul gugatan tertentu yang mempersoalkan sejumlah ketetapan yang termaktub di dalam al-Qur'an. Salah satunya adalah ketetapan mengenai kedudukan dua banding satu antara laki-laki dan perempuan dalam persoalan kesaksian. Ketetapan dimaksud mengesankan ketidaksetaraan jender antara laki-laki dan perempuan. Kesan ini agaknya perlu disikapi secara proporsional agar tidak menimbulkan antipati terhadap sebagian dari ajaran yang terdapat di dalam kitab suci tersebut. Salah satu wujud dari proporsionalitas dalam kaitan ini adalah menyajikan hasil telaahan yang argumentatif; ditopang oleh metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kesaksian Ajaran Jender 2018-04-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3059 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i1.3059
2702 #95 FEMINISM, ISLAM AND MODERNITY AR, Mustafa
Tulisan ini membahas tiga tema utama: feminisme, Islam dan modernitas. Islam telah lebih dahulu mengakui keberadaan hak-hak wanita. Al-Qur'an itu sendiri bersifat egaliter. Hanya bangsa Barat-lah yang sering salah menginterpretasikan dan merepresentasikan Islam karena kurangnya pengetahuan mereka tentang Islam, kebodohan, dan kebingugan mereka antara Islam aktual dengan kebudayaan Arab. Dengan melihat argumen-argumen tentang modernitas, feminisme, dan Islam dari sejumlah suara: filosof, pemuka kritik sosial, dan kaum feminis baik dari poros Islam maupun dari pandangan Barat, tulisan ini mengambil kesimpulan bahwa feminisme, Islam dan modernitas dapat berjalan seirama asal ketiga aspek ini dilakukan menurut etika positip, saling memahami dan adanya praktek kebesasan yang seimbang.
Feminisme Islam Modernitas 2018-04-26 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3061 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i2.3061
2703 #95 DESKRIPSI PETA KERAGAMAN PENDAPAT ULAMA SEPUTAR STATUS HUKUM ZAKAT JASA Albazarghan, Albazarghan
Pendapat tentang status hukum zakat Jasa beragam. Ada kelompok yang menetapkan adanya kewajiban zakat pada jenis usaha yang bergerak di sektor jasa atau profesi, sementara yang lain tidak. Ternyata di antara para ulama yang menetapkan adanya zakat jasa, mereka juga berbeda pendapat tentang kemanakah diqiyāskan zakat jasa tersebut? Ada yang mengqiyāskan kepada zakat emas, zakat tanaman dan atau kombinasi antara zakat tanaman dengan zakat emas, zakat rikaz/harta terpendam, menganalogikan dengan khumus pada pembagian harta rampasan perang dan ada juga yang mengqiyāskan kepada zakat perdagangan. Perbedaan pendapat juga terjadi dikalangan para ulama dan cendekiawan yang tidak mewajibkan zakat jasa. Ada di antara mereka yang menjadikan harta dari hasil usaha bidang jasa bukan sebagai zakat yang berdiri sendiri, melainkan digabungkan sebagai zakat uang dan dikeluarkan zakatnya ketika telah berlalu haul (12 bulan qamariyah). Selain itu ada yang mewajibkan infaq terhadap harta yang diperoleh dari usaha jasa. Bahkan ada pendapat "aneh" yang berusaha menghilangkan eksistensi zakat diganti dengan pajak
Pendapat Ulama Fiqh Zakat Jasa 2018-04-26 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3062 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i2.3062
2704 #95 PERAN IMAM MESJID DALAM PENERAPAN SYARI'AT ISLAM DI NAD Muhibbuthabry, Muhibbuthabry
Umat Islam di Aceh committed dalam menjaga aspirasi mereka untuk mempraktikkan syari’at Islam Kaffah, tidak hanya dalam kehidupan individu, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, meskipun terdapat variasi ide tentang mekanisme operasionalnya, memerlukan tenaga, perhatian, pemikiran dan inovasi baru yang terencana sistematis dan operasional dalam kerangka hukum nasional. Terealisasinya cita-cita ideal ini dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan peran dan fungsi Imam Mesjid dalam penegakkan hukum Islam khususnya, serta sosialisasi materi hukumnya kepada masyarakat secara luas. Usaha dan langkah ini akan mempercepat upaya menampilkan syari’at Islam, kelihatan bentuknya sebagai pedoman dari langit, untuk mengatur setiap makhluk bumi.
Peran Imam Mesjid Syariat Islam 2018-04-26 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3063 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i2.3063
2705 #95 ISLAM DAN TERORISME Zulkhaidir, Zulkhaidir
Islam membenarkan jihad dengan syarat-syarat yang ketat. Malah, jihad itu sendiri dianjurkan dan bagian dari bukti keimanan setiap muslim. Namun demikian, jihad harus diletakkan pada konteks yang benar, sesuai dengan contoh Rasulullah dan keinginan Allah. Perkembangan selanjutnya, sebagian umat Islam itu sendiri memahami konteks jihad sangat beragam. Beberapa kasus temporer menunjukkan, ada pemahaman (dianggap) keliru tentang jihad. Kondisi ini bisa terjadi dikarenakan pertama, memahami ayat-ayat yang berkenaan dengan jihad tidak holistik. Kedua, kebijakan elit penguasa yang (dianggap) selalu menzhalimi umat Islam. Seperti kasus bom bunuh diri di Pakistan atau di Irak. Anjuran jihad sangat bertolak belakang dengan teroris. Sebaliknya Amerika Serikat dan Israel dalam berbagai kebijakan mereka terhadap umat Islam, selalu menunjukkan perilaku teroris. Karena menguasai media, mereka sanggup untuk mendefinisikan segala sesuatunya berdasarkan kepentingan politik yang ingin mereka capai. Pada akhirnya, kebenaran akan muncul dan menjelaskan realitas yang sebenarnya. Mengutip pendapat Ibnu Khaldun yang mengumpamakan kejayaan suatu negara itu ibarat kehidupan yang pasti akan memasuki masa tua dan akhirnya lenyap.
Islam Jihad Terorisme 2018-04-26 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3064 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i2.3064
2706 #95 MENCARI FORMAT MASYARAKAT IDEAL Suyanta, Sri
Masyarakat ideal merupakan normativitas Qur'aniyah yang secara manifes menjadi kesadaran dan acuan penting kehidupan umat (masyarakat) Islam di manapun berada. Kondisi masyarakat yang santun, bermartabat dan berperadaban yang tinggi bukan sekedar menjadi sebuah cita-cita tanpa makna, akan tetapi dicoba diraihnya segenap kekuatan jiwa, baik personal mapun komunal. Meskipun dalam tataran praksisnya mengalami dialektika yang sangat kompetitif dan dinamis. Secara tegas dinyatakan bahwa dalam Islam masyarakat ideal merupakan cita-cita dan wacana yang tidak pernah final upaya pencapaiannya. Hal ini, justru menjadi hikmah tersendiri di balik keagungan dan kebijakan Allah. Karena menyangkut tentang upaya, berarti melibatkan peran manusia, di samping ketentuan Allah. Perubahan dan sejarah yang pelakunya Allah terjadi secara pasti melalui hukum-hukum masyarakat yang telah ditetapkan-Nya. Hukum-hukum ini dikenal dengan sunnatullah yang maha bijaksana. Sedangkan peran manusia sebagai pelaku perubahan dan pembuat sejarah mewujud dalam realitas masa lalu, kini dan masa depan
Masyarakat Umat Ideal 2018-04-26 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3065 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i2.3065
2707 #95 KAJIAN AGAMA DAN FILSAFAT TENTANG KEBENARAN Saifuddin, Saifuddin
Agama dan filsafat sekilas merupakan dua kata yang berdiri sendiri dan antara keduanya tidak ada hubungan yang mengikat dan tidak ada korelasi. Bahkan menurut pandangan sebagian besar orang kedua kata tersebut cenderung berseberangan dan bertolak belakang. Memang benar bayangannya hanya pada pola dasar dan landasan yang tempat kedua kata tersebut dibentuk. Agama didasarkan pada petunjuk dan otoritas wahyu yang bersifat absolut, sedangkan filsafat menekankan pembahasan dan didasarkan pada pemikiran, penalaran dan akal yang universal. Tetapi secara lebih jauh keduanya mempunyai persamaan-persamaan dan cenderung saling berhubungan dan saling membutuhkan. Agama dan filsafat sama-sama berkaitan dengan metafisik, mempunyai objek pembahasannya adalah sama-sama manusia, yang menjadi subjek adalah tentang ketuhanan, sama sebagai pondasi tempat berdirinya kebenaran dan sumber dari ilmu pengetahuan. Banyak para agamawan dan filosof yang mempertentangkan kedudukan filsafat dan agama dalam pencaharian kebenaran, tetapi itu adalah ijtihad dan pemikiran mareka, yang jelas fungsi dan kedudukan agama dan filsafat tersebut tidak akan luntur dan bergeser hanya karena perbedaan pendapat orang yang melihatnya, justeru perbedaan-perbedaan tersebut akan semakin memantapkan fungsi dan kedudukannya tersebut.
Agama Filsafat Kebenaran 2018-04-26 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3066 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i2.3066
2708 #95 PSIKOLOGI DALAM ISLAM Safrina, Safrina
Islam adalah agama yang ajarannya komprehensif memperhatikan seluruh sendi kehidupan manusia baik fisik maupun psikologis dan segala aspek sosial dalam kehidupan. Psikologi Islam merupakan wahana yang sangat efektif untuk memperkenalkan pengkajian psikologi dari dimensi yang berbeda, seperti teori-teori barat selama ini. Mereka sangat dangkal dimensi spritual yang seharusnya bersatu dalam dimensi psikologi dalam segala sktifitasnya. Psikologi Islam seyogyanya menjadi ladang yang sangat subur bagi Psikolog Muslim untuk menghadirkan perspektif baru dalam kancah psikologi, serta diharapkan membawa angin segar yang dapat menyejukkan hati dan jiwa manusia yang membaca setiap tulisan yang diluncurkan karena, kajian tersebut memuat dua dimensi sekaligus yaitu dimensi jiwa dan dimensi spritual.
Psikologi Islam Masyarakat 2018-04-26 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3068 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i2.3068
2709 #95 KEDATANGAN ISLAM KE NUSANTARA DAN PENGARUHNYA TERHADAP BUDAYA ILMU Abd. Rahman, Mohd. Muhiden
Islam bukan sahaja dilihat sebagai agama penggerak kepada pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penzamanan dan pembentukan budaya sesebuah masyarakat. Tulisan ini akan menyelusuri sejarah kedatangan Islam ke Nusantara dan pengaruhnya terhadap budaya Melayu terutamanya dari aspekbuaday keilmuan.
Islam Nusantara Budaya Ilmu 2018-04-26 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3069 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v7i2.3069
2710 #95 KISAH (STORYTELLING) PADA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DALAM KAJIAN NEUROSAINS PENDIDIKAN ISLAM Suyadi, Suyadi
Religious, inspirational, and motivational storytelling can develop hard a work ethic, and also cultivate spirituality that implicates the nation's progress. On the contrary, storytelling that "lulled" people will make the nation's generation become lazy, thus do not have work hard ethic. Children's stories in Indonesia are still contaminated with Isra'iliyat stories and contain trickery, even mystique, and sexual contents. Therefore it has implications for the nation's condition which is corrupt, adolescent free-sex, and rampant practice of political shamanism. This research examines the storytelling in Early Childhood Education in the study of the neuroscience of Islamic education. The research setting was conducted at Early Childhood Education institutions in Yogyakarta. This research was using a descriptive qualitative approach. Research data were children's storybooks and storytelling methods in early childhood learning practices. Elements of children's stories were analyzed in descriptive, interpretative, and comparative ways based on neuroscience learning theories, thus can be known which stories fit the brain work characteristics. The results showed that children's stories can be divided into three, which are robotic stories, the stories that could be damaging children's brain potential; academic stories, stories that could be emasculating children's brain; and scientific stories or neurostory telling, the stories that have the potential to optimize the children's brain.
storytelling early childhood learning 2019-10-07 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3130 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v18i1.3130
2711 #95 HADIS-HADIS RUQYAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL Rohmansyah, Rohmansyah
Iriansyah, Muhammad Saputra
Ilhami, Fahmi
Widodo Utomo, Gilang Ari
Rasulullah SAW-style treatment is a trend today is a ruqyah who not only treat physical diseases but also non-physical. Ruqyah is the solution the Prophet offered in overcoming all sorts of diseases, and ruqyah is allowed as long as it does not contain shirk elements. This study aims to explain the definition of ruqyah in the hadith of the Prophet, and the verses and prayers used at the time of ruqyah. Even explaining the existence of capitalist elements and the influence of ruqyah on mental health. This research uses the risearch library method using descriptive approach and socio-historical critique analysis to understand the hadith of the Prophet. The findings are: First, ruqyah is a treatment ala Rasulullah by taking refuge in Allah from all diseases both physical and non physical. Second, the way of ruqyah is by putting the right hand to the painful part of the limb while reading the reading of prayers, letters of al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq and al-Nas. Thirdly, the ruqyah should be based on a complete belief in God, pleading for protection to Him because He is the Essence that Heals all sicknesses. Fourth, ruqyah can give positive influence that is heal mental health or soul. Fifth, ruqyah is one of the solemn acts against the sickness of society which is far from Allah without capitalization by commercializing to serve as a livelihood in fulfilling the necessities of life except on the willingness of the patient or ruqyah sufferer by giving wages as a form of gratitude and meruqyah people may take wages by not looking at the size and size of the wage on the basis of sincere intentions.
hadith ruqyah readings prayers mental health 2019-10-07 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3189 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v18i1.3189
2712 #95 Aktualisasi Dakwah Dai Millennial di Ruang Maya: Perspektif Etika Dakwah dengan Studi Kasus di Kota Medan MG, Nashrillah
This article presents the actualization of the preaching of millennial dai(preacher) group in cyberspace. The millennial da'i group is a young preacher who grows and develops together with advances in information technology, thus this group highly "dependent" on information technology. To understand the actualization of the millennial dai in cyberspace, several questions about the identity of the millennial da'i and the actualization of preaching in cyberspace were asked. This study found that the identity of the millennial was formed based on high "dependence" on social media, had a higher education level, and was actively involved in religious organizations. Whereas the actualization in cyberspace, especially social media like Facebook is done by self-actualization and actualization of preaching. Self-actualization follows the general developments on Facebook, such as selfies and narcissism and these become a common practice of millennial da'i. The actualization of preaching shows the shifting of preaching from something "sacred" to something profane, as well as there is an effort to use Facebook as a support factor of certain groups. Various expressions presented by millennial dai in cyberspace explain that the ethics of preaching or da'wah does not become a reference in the activities of preaching which has led it to experience disorientation from religious interests into economic interests.
millennial Facebook selfies preaching cyberspace 2019-10-07 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3196 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v18i1.3196
2713 #95 SISTEM PENGEMBALIAN PEMBIAYAAN MUDHARABAH (Studi pada Koperasi Jasa Syariah Barokah Curup) Istan, Muhammad
Warsah, Idi
The main purpose of this research is to know how mudharabah contract implementation in Sharia Cooperative Barokah Curup and how the implementation of profit sharing system at mudharabah financing in Sharia Cooperative Barokah Curup. This research used a desciptive qualitative approach. The main data source of this research derived from field data by collecting data from informants in this case is the Cooperative Services Sharia Barokah Curup. In addition, the data also obtained from literature study and documentation. The results show that the most important thing in mudharabah financing is the honesty of both parties, especially the fund manager. Because the profit is divided is the result of effort (reveneu sharing) and profit sharing (profit sharing). Financial data information is derived from financial statements by fund managers. 1) Mudharabah agreement implemented in Sharia Barokah Cooperative is divided into two, namely pure mudharabah and mixed mudharabah. 2) The model of return on the financing of pure mudaraba is divided into two, namely the system of repayment principal of mudharabah financing by installment and financing repayment model by way of total repayment. As for the model of return on the financing of mixed mudharabah use mudharabah refinancing only model by installment.
system return mudharabah 2019-10-07 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3279 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v18i1.3279
2714 #95 AMPLIFIKASI PROFESI GURU DALAM PROSES PENDIDIKAN TRANSFORMATIF PERSPEKTIF AL-GHAZALI Mundiri, Akmal
Bariroh, Afidatul
The era of globalization provides a great change to the world order as a whole. The change is faced together as a natural change because under no circumstances will change occur. Free market globalization at the local, regional and international levels will create uncertain changes. To face globalization needs to be realized in quality Indonesian society. Transformative education has a vision of transforming traditional society into modern society. As nowadays the Indonesian society is an agrarian society with ethics, aesthetics and agrarian personality not yet fully familiar with science and technology along with its development. The task of education is to change the civilization of society, especially in instilling and developing science and technology as well as ethics, aesthetics, and changes into the social system of society. One of the efforts in improving the quality of education is to improve the quality of teachers as the spearhead that interact directly with learners. In the scope of transformative education, teachers tend to rely on specialized specialist labor skills that will survive and compete in the coming century. Teachers at this time are expected to be figures who are able to manage the learning program by formulating instructional goals using appropriate methods and in accordance with the needs of learners. Teachers should have a personality competence that is charismatic and authoritative, wise in facing learners and able to be a good example in terms of attitude and spoken words.
amplification teacher profession transformative Al-Ghazali 2019-10-07 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3288 buka_link ↗ Highlight_link 10.22373/jiif.v18i1.3288
Menampilkan 2.501 - 2.520 dari total 1.550.696 data
« Awal ‹ Prev Next › Akhir »