Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↑ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1671841 #5605 Penerapan Metode Geolistrik Time-Lapse untuk Mengetahui Perubahan Nilai Resistivitas Tanah Pada Lahan Tanaman Lada ., Muhafizah
Ivansyah, Okto
., Nurhasanah
Potensi perkebunan dan pertanian mengalami peningkatan di Daerah Kalimantan Barat. Tingginya potensi tersebut sehingga penting dilakukan identifikasi lahan. Identifikasi tersebut memberikan informasi sifat fisik yang penting dalam bidang perkebunan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan nilai resistivitas tanah yang diakibatkan oleh sebaran pupuk dolomit dan NPK. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger. Terdiri dari 2 lintasan dan panjang masing-masing lintasan 7 m. Pengambilan data dilakukan secara time-lapse selama 3 bulan, pengukuran setelah pemupukan dilakukan 2 pekan sekali. Hasilnya memperlihatkan nilai resistivitas yang terukur pada lintasan 1 berkisar (0,165 – 34,6) Ωm dan nilai resistivitas pada lintasan 2 berkisar (0,109 – 31,8) Ωm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa resistivitas lahan pada pengukuran ke-2 dan ke-3 lebih rendah dibandingkan dengan resisivitas pada pengukuran awal dan pengukuran ke-4 dan ke-5.
2023-08-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43841 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.43841
1671842 #5605 Pengaruh Rapat Cacat DB Lapisan (p)a-Si:H Pada Kinerja Sel Surya Struktur p-i-n Hamdani, Dadan
Subagiyo, Lambang
Darminto, D
Validasi numerik terhadap sel surya homojunction berbasis a-Si:H hasil eksperimen secara fisis dianalisis menggunakan perangkat AFORS-HET (Automat FOR Simulation of HETerostructure) dengan meninjau pengaruh cacat dangling-bond (DB) pada lapisan (p)a-Si:H (Ntr) terhadap kinerja sel surya struktur TCO/(p)a-Si:H/(i)a-Si:H/(n)a-Si:H/Ag. Variasi Ntr diberikan sesuai dengan hasil eksperimen antara 5.0 x 1017–5.0 x1019 cm-3/eV yang dioperasikan pada ketebalan lapisan-p berbeda disertai dengan analisis diagram pita energi, kurva karakteristik J-V, profil medan listrik, dan konsentrasi pembawa muatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sel surya bekerja secara optimum jika nilai parameter Ntr mampu dikontrol untuk nilai < 5.0 x 1018 cm-3/eV, dimana pada kondisi ini efisiensi yang bisa dicapai sekitar 7.68% (VOC = 947.2 mV, JSC = 10.84 mA/cm2; FF = 74.82%) pada ketebalan lapisan-p sekitar 10 nm.
2022-02-07 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35948 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i1.35948
1671843 #5605 Analisa Penyebab Kegagalan Pengelasan Logam Stainless Steel (SA 213T2) dengan (SS 304 H). Syafei, Nendi Suhendi
Pengelasan dua metal yang berbeda yaitu tabung pipa SS 213 T22 dan tabung pipa SA 304 H dilas dengan menggunakan bahan lasan (filler), dimana bahan ini diperoleh sudah dalam keadaan terlepas seperti pada gambar 1. Berdasarkan hasil uji kekerasan metal SS 213 T22 adalah 214,8667 HB (menurut literatur 163 HB), hasil uji kekerasan metal SA 304 H adalah 174,9333 HB (menurut literatur 92 HB) maka dari hasil uji kekerasan ternyata makin keras. Hasil uji komposisi diperoleh untuk metal SS 213 T22 dan metal SA 304 H seperti pada tabel 5, sedangkan menurut literatur metal SS 213 T22 seperti pada tabel 6 dan metal SA 304 H seperti pada tabel 7. Hasil uji mikrostruktur metal SS 213 T22 seperti pada gambar 7 dan metal SS 304 H seperti pada gambar 9 bahwa pada kedua metal tersebut terjadi peristiwa korosi retak tegangan transgranular dan intergranular. Karena kekerasan semakin keras dan terjadi peristiwa korosi retak tegangan, maka metal SA 304 H terlepas dari lasan (filler) karena metalnya semakin getas dan terjadi korosi retak tegangan transgranular dan intergranular.Kata kunci : Pipa boiler, Prose pemanasan, Korosi retak tegangan.
2020-08-01 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27173 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i2.27173
1671844 #5605 Identifikasi Fenomena Hujan Es Berbasis Analisis Faktor Cuaca Menggunakan Citra Satelit Himawari-8 dan Data Upper Air Sounding (Studi Kasus : Kejadian Hujan Es Tanggal 20 Maret 2018 di Depok) Ariwibowo, Fajar Sidiq
Khairin Nur, Indra, Anang Ahmad
Pada tanggal 20 Maret 2018 telah terjadi fenomena langka berupa hujan es disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah kota Depok. Berkaitan dengan hal itu dilakukan penelitian berdasarkan analisis data citra satelit Himawari-8 kanal IR menggunakan software SATAID dapat diketahui bahwa suhu puncak awan mengalami penurunan yang signifikan mencapai -73,2 oC dan diperoleh nilai indeks CAPE (Convective Available Potential Energy) sebesar 1093 J/kg yang mendeskripsikan kondisi stabilitas atmosfer. Berdasarkan anomali SST menunjukan perairan di lautJawa dan Samudera Hindia menghangat berkisar antara 1,0 – 1,5 oC sehingga mendukung pembentukan awan konvektif. Peta streamline menunjukan adanya belok anangin sehingga menimbulkan penumpukan massa udara dan pembentukan awan konvektif diatas sebagian besar wilayah pulau Jawa. Hasil penelitian dan analisis sounding dengan menggunakan software RAOB diperoleh lapisan freezing level pada ketinggian 4950 m dan temperature surface di kota depok berkisar 24,0- 25,0 oC sehingga memungkinkan jatuhnya endapan dalam bentuk kristal  es.
2018-08-10 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/19729 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i2.19729
1671845 #5605 Effect of Thermoelectrics as a Cooling System on Photovoltaic Efficiency and Economic Analysis Abdul Hakim, Muhammad Fuad
Nurhilal, Otong
Photovoltaics (PV) are one way to utilize sunlight as a renewable energy source. However, currently commercially available PV is only capable of converting around 15% of sunlight into electrical energy, while the rest is converted into heat which can increase the temperature of the PV itself. On the other hand, increasing PV temperature results in a decrease in the output power produced and ultimately reduces efficiency. Therefore, efforts are needed to reduce the PV temperature in order to increase efficiency, namely by adding a cooling system to the PV. One PV cooling system that tends to be new is the thermoelectric cooler (TEC). However, the use of TEC will increase the cost of TEC components and electrical power. This research aims to determine the effect of using TEC as a cooling system on PV efficiency and its economic analysis. Two PV units are used, with a TEC cooling system and without a cooling system which is used as a reference. Experiments were carried out outdoors in direct sunlight. The results showed that the use of TEC as a cooling system was able to increase PV efficiency by 6.45%. Meanwhile, from an economic analysis using levelized cost of energy (LCOE), it was found that, although it can increase PV efficiency, the use of TEC as a cooling system has an LCOE of Rp. 15,871/kWh, meaning that using TEC is more expensive than LCOE without a cooling system, namely only Rp. 5,350/kWh.
2025-02-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60647 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i1.60647
1671846 #5605 Penentuan Kadar Air Hilang dan Volatile Matter pada Bio-Briket dari Campuran Arang Sekam Padi dan Batok Kelapa Yuliah, Yayah
Suryaningsih, Sri
Ulfi, Khoirima
Sekam padi, sebagai bahan biomassa yang selama ini dibuang atau dibakar sebagai limbah, merupakan sumber karbon potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Kandungan energinya dapat lebih intensif jika dikemas dalam bentuk yang ringkas dan efisien. Dalam penelitian ini, melalui proses karbonisasi sekam padi dibuat menjadi arang untuk kemudian dikemas dalam bentuk briket. Untuk meningkatkan nilai kalornya diberi campuran arang batok kelapa sebanyak 20%. Tepung tapioka sebagai bahan perekat ditambahkan secara bertahap untuk mendapatkan briket dalam keadaan pejal dengan kandungan nilai kalor maksimum. Penentuan kadar air yang hilang dan nilai volatile matter serta menganalisis pengaruhnya terhadap nilai kalor yang dikandungnya dilakukan untuk mengetahui standar mutu bio-briket yang dihasilkan. Setelah melalui proses kompresi dan pengeringan, diketahui bahwa briket dengan kadar perekat 4% dan 10% memiliki kandungan energi panas tertinggi yaitu sebesar 4132 kJ/ kg.
2017-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10902 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i01.10902
1671847 #5605 Karakterisasi Reservoir Karbonat Berdasarkan Analisis Inversi Seismik Impedansi Akustik dan Atribut Seismik di Lapangan “CLM” Cekungan Jawa Barat Utara Yuniarto, Abdul Hakim Prima
Penelitian dengan data 2D seismik dan sumur yang digunakan untuk analisis inversi seismik impedansi akustik (IA) dan analisis atribut seismik telah dilakukan di Lapangan “CLM” Cekungan Jawa Barat Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pola persebaran impedansi akustik pada reservoir karbonat dan menentukan zona prospek hidrokarbon pada daerah penelitian. Pola distribusi impedansi akustik diperoleh dengan proses inversi IA dilakukan pada 15 lintasan seismik 2D post-stack dan 2 sumur. Sedangkan identifikasi zona prospek hidrokarbon dilakukan dengan mengintegrasikan 3 peta yaitu peta slice impedansi akustik, peta slice atribut RMS amplitude dan peta slice atribut envelope. Berdasarkan hasil dari inversi seismik impedansi akustik diperoleh zona target reservoir pada Formasi Cibulakan Atas yaitu karbonat memiliki nilai AI tinggi dengan rentang sebesar 42.500-52.500 (ft/s)(g/cc). Sandstone memiliki nilai AI sedang dengan rentang sebesar 34.000-42.500 (ft/s)(g/cc) dan shale memiliki nilai AI rendah dengan rentang sebesar 21.000-34.000 (ft/s)(g/cc) yang berpotensi menjadi batuan tudung (seal). Sedangkan berdasarkan hasil dari analisis atribut seismik diperoleh zona prospek hidrokarbon berada pada sebelah timur laut dan barat laut dari lokasi sumur ITSNU-2 di lapangan “CLM” daerah penelitian.
2021-08-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31188 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.31188
1671848 #5605 Tren Curah Hujan dan Suhu Udara Ekstrim Masa Depan (Periode 2021-2030) berdasarkan Representative Concentration Pathway (RCP) 4.5 di Kota Palu Simanjuntak, Presli Panusunan
Penelitian tentang perubahan iklim secara global yang dilakukan oleh IPCC menunjukan bahwa frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrim cendrung semakin meningkat. Perubahan sifat iklim ekstrim akan memberikan dampak yang besar pada berbagai sektor, diantaranya sektor pertanian, perikanan, maritim, infrastruktur dan lainnya. Penelitian ini menggunakan skenario RCP 4.5 sebagai skenario perubahaan iklim masa mendatang untuk mengetahui trend indeks suhu dan hujan ekstrim periode 2021-2030 di Kota Palu. Data suhu udara dan curah hujan hasil proyeksi diolah menggunakan SoftwareRClimDex sehingga didapatkan data indeks suhu dan hujan ekstrim masa mendatang. Indeks-indeks tersebut merupakan indeks iklim ekstrim yang ditetapkan oleh ETCCDMI yang terdiri atas TN10p, TN90p, TX10p, TX90p, TNn, TNx, TXn, TXx,DTR, RX1day, RX5day, PRCPTOT, CDD, CWD dan R95p. Hasil menunjukkan bahwa frekuensi kejadian rata-rata suhu maksimum dan minimum meningkat setiap tahun. Frekuensi kejadian rata-rata suhu panas dimalam hari dan dingin dimala hari mengalami peningkatan. Sedangkan rekuensi kejadian rata-rata suhu dingin disiang  hari mengalami penurunan tetapi panas disiang hari mengalami peningkatan. Tren meningkat juga terjadi pada kejadian curah hujan ekstrim (diatas persentil 95%) dan total curah hujan tahunan meningkat. Peningkatan frekuensi kejadian cuaca/iklim ekstrim dapat menyebabkan semakin tingginya potensi bencana hidrometeorologi dimasa depan.
2020-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/23846 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.23846
1671849 #5605 Pendeteksian Sinar Kosmik Menggunakan Sensor CMOS Pada Perangkat Webcam Komersil Riveli, Nowo
Kin Men, Liu
Tri Baihaqi, Rafif
Sensor CMOS yang terdapat pada perangkat kamera digital komersil dapat dimanfaatkan sebagai alat pendeteksi partikel elementer. Di dalam penelitian ini telah dilakukan pendeteksian sinar kosmik pada permukaan bumi menggunakan webcam Logitech 260 yang dimodifikasi. Data – data berupa noise serta jenis – jenis jejak gambar yang diakibatkan partikel kosmik telah diperoleh. Histogram nilai intensitas gambar dari jejak partikel menunjukkan penurunan dengan bertambahnya intensitas, mirip dengan perilaku spektrum energi. Serta diperoleh nilai fluks kejadian sinar kosmik di permukaan bumi sebesar 1,4 kejadian/(menit⋅cm^2 ).
2018-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/12373 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i1.12373
1671850 #5605 STUDI EFEKTIFITAS PEMCAMPURAN BAHAN BIOBRIKET BERDASARKAN STUDI LITERATUR DI DEPARTEMEN FISIKA UNIVERSITAS PADJADJARAN Fatahuddin, Alif Fahmi
Riveli, Nowo
Tingkat layak guna dari suatu jenis biobriket diukur dari nilai kalor dan nilai proksimatnya. Pengukuran nilai kalor dan nilai proksimat telah banyak dilakukan terhadap berbagai jenis bahan dasar yang sangat beragam di Indonesia. Pengukuran-pengukuran yang telah dilakukan tersebar baik yang telah dipublikasikan maupun tersimpan sebagai data skripsi maupun thesis di universitas. Di dalam penelitian ini telah dilakukan studi literatur terhadap dokumen-dokumen skripsi yang dikerjakan oleh mahasiswa tingkat akhir di program sarjana Departemen Fisika Universitas Padjadjaran. Telah didapatkan nilai kalor-kalor dari sembilan bahan dasar briket tunggal, dan dua lima briket dari campuran dua bahan dasar. Dari hasil tersebut telah ditemukan bahwa briket bahan tunggal dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori kualitas, dan briket bahan campuran dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori efektifitas.
2024-08-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56276 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i2.56276
1671851 #5605 Article Review: Organic Solar Cell Gultom, Noto Susanto
Azka, Muhamad Fauzan
Khoir, Irfansyah
Hashifa, Chisa
Nurasiah, Nurasiah
Iskandar, Johan
Nurhilal, Otong
One of the emerging technologies that has gained attention as an alternative for meeting renewable energy demands is the Organic Solar Cell (OSC). OSC is a type of photovoltaic device that utilizes organic electronic materials. The fundamental operating principle of OSC is based on the Highest Occupied Molecular Orbital (HOMO) and the Lowest Unoccupied Molecular Orbital (LUMO), with organic compounds serving as the active materials, enabling the conversion of light energy into electricity. Research on OSC has continuously evolved over the years to achieve optimal performance. The substrate/transport layer, which serves as the foundation for the organic active layer in OSC, can be categorized into several types, including ITO-based OSC, conducting polymer-based OSC, silver nanowire-based OSC, metal-based OSC, and graphene-based OSC. Organic solar cells offer several promising prospects, such as relatively low production costs, as well as flexible and transparent design features. However, OSCs also face several challenges, including relatively low efficiency and environmental stability concerns. Addressing these challenges is crucial to unlocking the full potential of OSC technology. This article first provides a general overview of OSC advancements, followed by a summary and analysis of its working principles, performance parameters, and structural components. Finally, we explore recent breakthroughs in OSC development in detail.
2025-08-21 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65954 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i2.65954
1671852 #5605 Laju Korosi pada Baja API 5l Grade B dalam Medium Limbah Minyak Bumi dengan Inhibitor Sikloheksilamina Engela Evy Ernawati, Haryono,
Korosi merupakan permasalahan umum yang terjadi pada peralatan proses dari bahan logam, khususnya pipa baja karbon, di industri pengolahan minyak bumi. Korosi tersebut dapat terjadi dengan laju bervariasi tergantung pada berbagai faktor, seperti jenis medium, suhu, dan waktu kontak antara bahan logam dengan medium. Laju korosi dapat hambat dengan teknik penambahan inhibitor ke dalam medium. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh suhu dan waktu perendaman pipa baja API 5L Grade B di dalam limbah minyak bumi dengan penambahan inhibitor sikloheksilamina terhadap laju korosinya. Sampel pipa baja API 5L Grade B disiapkan dalam bentuk kupon, potongan pipa dengan ukuran tertentu. Suhu perendaman dipelajari pada 30, 45, 60, 75, dan 90 oC, sedangkan waktu perendaman dipelajari selama 48, 72, dan 96 jam. Hasil penelitian menunjukkan, perendaman pada suhu 90 oC dengan penambahan inhibotor memberikan laju korosi terbesar, yaitu 0,788 mm/tahun posisi BLC (bottom line corrosion) dan 0,115 mm/tahun pada posisi TLC (top line corrosion). Sedangkan perendaman selama 96 jam dengan penambahan inhibotor memberikan laju korosi terbesar, yaitu 0,807 mm/tahun posisi BLC dan 0,133 mm/tahun pada posisi TLC.
2023-02-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40792 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i1.40792
1671853 #5605 Karakteristik Lapisan Batas Atmosfer Saat Kejadian Hujan Lebat Di Bandara Sukarno-Hatta Hartanto, Rendi Lucky
Firdianto, Prasetyo Umar
Fadlan, Ahmad
Pada tanggal 5 Februari 2018 jam 17.00 WIB terjadi hujan lebat di Sekitar Bandara Soekarno-Hatta dengan jumlah curah hujan mencapai 70 milimeter/hari. Adanya kejadian tersebut menyebabkan kondisi udara tidak stabil dan turbulen di sekitar runway yang berkaitan langsung dengan lapisan batas atmosfer. Sehingga dapat mengganggu aktivitas penerbangan pada waktu itu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lapisan batas atmosfer saat kejadian tersebut. Data yang digunakan adalah data pengamatan udara atas (Radiosonde) dan udara permukaan (Sinoptik) Stasiun Meteorologi Cengkareng (96749),  model HYSPLIT dengan resolusi spasial 0.5ox 0.5o dan resolusi temporal tiap 3 jam dari  National Oceanic and Atmospheric Administration, Streamline, dan Satelit Himawari-8 kanal Infrared. Metode yang digunakan adalah dengan menentukan nilai ketinggian lapisan batas atmosfer, Richardson Number(Ri), Turbulence Kinetic Energy (TKE) dan intensitas Turbulen saat kejadian dibandingkan dengan normalnya. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa ketinggian lapisan batas atmosfer mencapai 2,15 kilometer, Nilai Ri mencapai -0.37, dan TKE mencapai 4,12 m2/s2 dengan intensitas Turbulen kuat. Selain itu, analisis indek Radiosonde menunjukkan kondisi udara yang cukup labil. Terdeteksi awan konvektif tebal di sekitar wilayah kejadian dengan suhu puncak awan mencapai -72oC.
2019-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/23151 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i2.23151
1671854 #5605 Studi Pengaruh Penambahan Karbon Aktif Terhadap Reaksi Fotokatalis TiO2 Dalam Proses Degradasi Polutan Victoria, Elinda
Mubarokah, Laelatul
Desiana N, Nadia
Nur Laely, Safhira
Wirdiyan, M. Alfi
Tangdililing, Reti Ranggina
Siahaan, Helena Mora
Safriani, Lusi
Aprilia, Annisa
Fotokatalisis telah muncul sebagai teknologi yang menjanjikan untuk degradasi polutan organik dan anorganik dalam air limbah. Senyawa fotokatalis titanium dioksida (TiO₂) merupakan salah satu material yang banyak diteliti untuk aplikasi dalam proses degradasi polutan. Selain metode fotokatalis, proses lain dalam mekanisme penjernihan air yang telah umum digunakan adalah metode adsorpsi oleh senyawa berbasis karbon. Penambahan senyawa adsorben diperkirakan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari proses fotokatalis. Hal ini disebabkan oleh kontak permukaan yang tinggi antara senyawa adsorben dengan polutan sebelum dilanjutkan oleh proses fotokatalisis oleh TiO2. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan studi pengaruh penambahan senyawa karbon aktif sebagai material adsorben terhadap kinerja fotokatalis material TiO2. Studi penambahan senyawa karbon aktif terhadap reaksi fotokatalisis dilakukan dengan mencampurkan senyawa karbon aktif (KA) dengan variasi konsentrasi antara TiO2 dengan karbon aktif adalah sebesar 1: 0,25 dan 1:0,5. Berdasarkan hasil pengujian fotokatalitik menggunakan larutan uji (tercemar zat warna metil biru) diketahui bahwa komposit TiO₂/karbon aktif dengan variasi 1:0,25 dapat menurunkan konsentrasi metilen biru lebih cepat. Efisiensi degradasi mencapai >90% dan mengikuti kinetika orde satu dengan konstanta laju 0,083 menit⁻¹. Jika dibandingkan dengan hasil fotokatalis hanya menggunakan TiO2 saja, maka efisiensi meningkat sebesar 30%.  Hal menarik terjadi ketika konsentrasi karbon aktif lebih besar (1:0,5). Efisiensi penjernihan air hanya meningkat sebesar 20%. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat konsentrasi optimal agar reaksi penjernihan air dengan kombinasi metode adsorpsi dan fotokatalis dapat berjalan lebih efektif. Kata kunci: degradasi, fotokatalis, karbon aktif, TiO₂
2026-02-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68488 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v10i1.68488
1671855 #5605 Sintesis dan Karakterisasi Dye Sinsitized Solar Cell (DSSC) dengan Sensitizer Antosianin dari Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa) Andari, Rafika
Telah dilakukan penelitian tentang kemampuan Dye Sensitized Solar Cell pada kaca konduktif ITO dengan sensitizer dari bunga rosela (Hibiscus sabdariffa). Konstruksi sel surya yang digunakan adalah sistem sandwich. Elektroda lawan-grafit diletakkan di atas lapisan TiO2–pewarna bunga rosela dengan elektrolit terletak di antara kedua elektroda tersebut. Karakterisasi sel surya dilakukan dengan analisis serapan elektronik pada bunga rosella, Scanning Electron Microscopy (SEM), difraksi sinar X, serapan inframerah, dan pengukuran potensial sel surya. Panjang gelombang maksimum pada bunga rosela sebesar 553 nm. Hasil analisis menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan morfologi permukaan lapis tipis TiO2 pada perbesaran 20.000x. Pada difraktrogram lapis tipis TiO2 menunjukkan intensitas pola difraksi cukup tinggi dengan puncak utama pada 2θ yaitu 25,2610 (100); 47,820  (200);  37,560  (004); 53,660 (105) dan  54,840 (211) sebagai kristal anatase dengan ukuran kristal sebesar 43,76 nm. Sel-sel ini diuji dengan penyinaran menggunakan cahaya matahari dan lampu halogen 150 Watt pada jarak 30 cm masing-masing menghasilkan harga efisiensi sebesar 0,52% dengan arus 0,28 mA, tegangan 238,2 mV serta 0,49 % dengan 0,09 mA dan tegangan 171,5 mV. Kata kunci : Dye Sensitized Solar Cell (DSSC), TiO2, antosianin, rosella (Hibiscus sabdariffa)
2017-07-05 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/12334 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i02.12334
1671856 #5605 CBDR-CNN Approach for Rapid Identification of XRD Data: A Preliminary Study Chrisnanto, Julian Evan
Fadillah, Nurfauzi
Faizal, Ferry
In this study, we present a novel approach combining Content-Based Data Retrieval (CBDR) and 1-dimensional Convolutional Neural Networks (1D-CNN) for crystal structure analysis of powder materials by using X-Ray Diffraction (XRD) data. The introduction sets the background by highlighting the importance of X-ray diffraction analysis and the limitations of conventional approaches in dealing with complex crystal structures. To overcome this challenge, researchers have explored artificial intelligence techniques, specifically CNN for crystal structure classification based on XRD image graph represented as 2-theta versus intensity values. The aims of this study are: implementing CBDR method on CNN model for crystal structure classification; simulating CBDR-CNN model for crystal structure classification; verifying CBDR-CNN model in crystal structure classification. Each class for CNN model such as crystal system, class material, sub-class material, and space-group achieved accuracies 99.86%, 99.99%, 99.95%, and 99.82% respectively. The results and discussion section presents the results of the CBDR-CNN model. The CBDR model effectively retrieved the most similar XRD spectrum data from the dataset based on the query properties, including Miller indices and peak position. The model effectively reduced the scope potential candidate materials, sub-materials, and space-groups. The 1D-CNN model showed high accuracy in predicting crystal properties such as material, sub-material, space-group, and crystal system. In conclusion, the CBDR-CNN approach potential revolutionizes XRD data analysis and crystal system prediction, which promotes progress in computer-aided materials study.
2024-02-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/49575 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i1.49575
1671857 #5605 Rancang Bangun Alat Monitoring Pasang Surut Air Laut Berbasis IoT dengan NodeMCU ESP8266 dan HC-SR04 Agustin, Ria Dwi
Sucahyo, Imam
Yantidewi, Meta
Peristiwa pasang surut air laut yaitu proses naik turunnya air laut secara periodik yang disebabkan perbedaan gravitasi dari pergantian posisi antara matahari, bulan relatif terhadap satu titik pada permukaan bumi. Fenomena pasang surut penting untuk dikaji guna menunjang kehidupan manusia, seperti dalam hal transportasi, dan mitigasi bencana. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk membuat alat monitoring pasang surut air laut berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan NodeMCU ESP8266 dan HC-SR04 sebagai sensor pengukur ketinggian air. Alat ini dihubungkan dengan web ThingSpeak sebagai platform IoT dengan API terbuka yang berguna sebagai server basis data sehingga dapat diakses secara realtime. Selain itu data hasil pengukuran juga disimpan pada micro SD card sehingga data dapat diakses secara offline. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa alat monitoring pasang surut air laut dapat bekerja dengan baik dengan rata – rata eror sebesar 1,263%.Kata kunci: pasang surut air laut, Internet of Things (IoT), ThingSpeak, micro SD card
2022-08-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40345 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i2.40345
1671858 #5605 Pembuatan Prototipe Instalasi Uji Meter Air Elektronik Tipe Vertikal Metode Gravimetrik dan Pengaruh Kekeruhan terhadap Akurasi Pengukuran Firmansyah, Dudi Adi
Meter air merupakan alat ukur yang digunakan untuk menunjukan jumlah volume air atau laju alir dari fluida yang dialirkan melalui saluran pipa. Agar dapat menunjukan hasil pengukuran yang akurat, meter air harus dikalibrasi dengan memenuhi semua kondisi yang dipersyaratkan, termasuk di dalamnya kondisi air uji yang digunakan di dalam instalasi uji. Sesuai dengan Rekomendasi OIML R 49-2, air uji tersebut harus memenuhi persyaratan air minum, tidak mengandung bahan yang dapat merusak meter air dan berbahaya bagi manusia. Salah satu parameter kualitas air yang dapat merusak meter air adalah tingkat kekeruhan. Untuk menguji parameter kekeruhan, prototipe instalasi uji dibuat agar dapat mengukur kekeruhan dan  mengalirkan air uji secara vertikal menuju meter air lalu air keluarannya ditimbang pada suhu tertentu untuk diubah menjadi volume dan dibandingkan dengan volume dari meter air. Prototipe ini menggunakan berbagai sensor dan hasil kalibrasinya menunjukan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi yaitu sensor loadcell 99,8% dan 99,9%; sensor volume 95,4% dan 93,6%; sensor suhu 96,3% dan 95,9%; dan sensor kekeruhan dengan tingkat kesalahan 0,5% dan RSD 3,3%. Hasil pengujian pada meter air digital tipe vertikal menunjukan peningkatan tingkat kesalahan dari 0,5% menjadi 3,0% dan 4,7% pada saat kekeruhan dinaikan dari 17,1 NTU (air bersih) menjadi 36,9 NTU dan 95,6 NTU melalui penambahan tanah pada air uji. Efek kekeruhan lebih terlihat saat menggunakan densitas hidrometer, peningkatan tingkat kesalahan dari 0,9% menjadi 4,5% dan 7,2% teramati.
2021-02-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31297 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i1.31297
1671859 #5605 Sifat Optik dan Struktur Kristal Material Perovskite yang Disintesis dari Baterai Bekas Mobil Bahtiar, Ayi
Asy Syifa, Nabila
Siti Nurazizah, Euis
Safriani, Lusi
Sel-surya berbahan aktif material perovskite telah banyak menarik perhatian banyak peneliti, karena mampu menghasilkan efisiensi di atas 20%, mendekati sel-surya komersial Silikon. Namun, material timbal halida (PbI2) sebagai material utama pembentuk material perovskite CH3NH3PbI3,harganya masih cukup mahal, sehingga menjadi kendala untuk dapat digunakan sebagai material aktif sel-surya, jika sel-surya diproduksi secara massal. Diperlukan sumber material lain yang tersedia melimpah, murah dan mudah dalam pemrosesannya untuk membuat material PbI2. Sebagai alternatif, sumber material timbal untuk membuat material timbal iodida (PbI2) yang tersedia melimpah adalah baterai mobil. Material elektroda dari baterai mobil terdiri dari timbal sebagai katoda dan timbal dioksida sebagai anoda. Material-material tersebut berupa bubuk sehingga mudah untuk disintesis menjadi PbI2 melalui reaksi kimia sederhana. Keberhasilan mensintesis material PbI2 dari material bekas elektroda mobil menjadi kunci bagi pengembangan sel-surya perovskite yang berbiaya murah.    Telah dilakukan sintesis PbI2 dari elektroda bekas baterai mobil melalui reaksi kimia. Hasil pengukuran EDS menunjukkan bahwa PbI2 hasil sintesis memiliki kemurnian 95% dan memiliki komposisi atomik yang lebih baik daripada produk komersial. Spektra UV-Vis dan XRD dari film PbI2 hasil sintesis memiliki karakteristik yang sama dengan produk komersial, sehingga hasil sintesis ini dapat dijadikan sebagai material perovskite CH3NH3PbI3 untuk sel-surya. Material perovskite yang dispin-coating di atas lapisan titanium dioksida memperlihatkan struktur kristal perovskite. Hasil riset ini menunjukkan bahwa material elektroda baterai bekas mobil dapat dijadikan sebagai material aktif sel-surya perovskite yang murah, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah baterai bekas melalui pemanfaatan timbal menjadi material perovskite yang bernilai tinggi.
2017-07-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/12466 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i02.12466
1671860 #5605 Analisis Gugus Fungsi, Morfologi dan Ukuran Partikel Manganese Ferrite yang Disintesis dari Pasir Besi Kiswanto, Heri
Nurhidayati, Indah
Hendartono, Ario
Harsono, Prijo
Ngatmin, Ngatmin
Manganese ferrite (Mn ferrite) telah berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi pada suhu 60 ℃. Mn ferrite disintesis dari pasir besi sebagai prekusornya. Tujuan dari penelitian ini untuk mensintesis Mn ferrite dari pasir besi dan menganalisis gugus fungsi serta morfologinya. Sampel dibuat dengan memvariasikan NaOH yaitu 3 M, 6 M dan 9 M. Struktur kristal, gugus fungsi dan morfologi dikarakterisasi dengan X-ray Difractometer (XRD), Fourier Transform Infra Red (FTIR), dan Transmission Electron Microscopy (TEM). Hasil spektra FTIR mengkonfirmasi adanya gugus fungsi metal-oxide (M-O) pada kisi tetrahedral dan oktahedral pada bilangan gelombang masing-masing 462 cm-1 dan 578 cm-1. Hal ini diidetifikasi sebagai gugus Mn-O dan Fe-O sekaligus mengkonfirmasi pembentukan struktur spinel. Pengamatan morfologi menunjukkan bahwa sampel terlihat mengalami aglomerasi karena adanya interaksi magnetik. Hasil pengamatan ukuran partikel berada pada kisaran 30 – 50 nm yang diukur menggunakan software Image-J. Ukuran butir terlihat lebih besar dibandingkan hasil perhitungan ukuran kristalit berdasarkan data XRD karena sampel mengalami aglomerasi sehingga beberapa butir menggumpal menjadi satu dan terlihat seperti satu partikel.Kata kunci: Mn-ferrite, gugus fungsi, morfologi, ukuran partikel
2023-08-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47022 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.47022
Menampilkan 1.549.361 - 1.549.380 dari total 1.550.696 data
« Awal ‹ Prev Next › Akhir »