Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↑ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1671801 #5605 Physical and Thermal Properties of Briquettes from Empty Fruit Bunches and Palm Kernel Shell by Mixing Tapioca Flour and Molasses Rostina, Tintan
Suryaningsih, Sri
West Java has the potential of palm oil wastes such as empty fruit bunches (EFB) and palm kernel shell (PKS) that can be used for fabrication of briquettes as raw materials. Briquette as a solid fuel and as a substitute for fossil fuel must have a good quality to be accepted in the market, such as having a good thermal and good physical properties. This research, reviewing the effect of particle size parameter and the effect of adding adhesive on briquette to heating value, thermal properties and physical properties. Briquettes were determined by using varying EFB and PKS biomass ratios of 50:50 and by adding 7% adhesive from tapioca flour or molasses of the total mass of the briquette. Particle size variations are set for 20 mesh and 40 mesh. The best heating value was found at 5,898 cal/g in the sample briquette by using 40 mesh particle and tapioca flour adhesive. The thermal properties test shown the combustion rate of 0.34 g/minutes and combustion lenght of 111 minutes found in 40 mesh briquette sample by using tapioca flour adhesive. The physical properties test shown the best density value of 0.215 g/cm3 and shattering resistance of 66,23% found in the 40 mesh briquette sample by using tapioca flour adhesive. The best durable value found in sample briquette with 20 mesh particle with tapioca flour adhesive which is 54.35%. The result was indicated that briquette  with 40 mesh particle size and tapioca flour adhesive gives the best result of heating value, thermal properties and physical properties.Keywords: briquette, palm oil, thermal properties, physical properties, tapioca, molasses.
2021-08-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35014 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.35014
1671802 #5605 Forward Modeling and Seismic Wave Inversion for Amplification Analysis in The Java Subduction Zone Using Python Yudha, Pradipta Kusuma
Yulianto, Agus
This study aims to analyze seismic wave propagation and amplification in the Java subduction zone using a numerical modeling approach. The method integrates forward modeling and seismic inversion within a two-dimensional finite difference framework to simulate wave behavior in heterogeneous subsurface conditions. Secondary data, including seismic velocity, density, and earthquake parameters, are used to construct the subsurface model. The results show that seismic wave propagation is strongly influenced by variations in subsurface properties. High amplification occurs in regions characterized by low shear-wave velocity and thick sediment layers. Quantitatively, amplification exceeds 2.0 in areas with shear-wave velocity below 2000 m/s, while regions with higher velocity (>3000 m/s) exhibit lower amplification values. The application of multi-parameter inversion improves the resolution of subsurface structures and enhances model accuracy. The spatial distribution of amplification identifies zones that are more susceptible to strong ground motion, confirming the dominant role of subsurface heterogeneity in controlling seismic response. This study provides a quantitative and dynamic framework for understanding seismic wave behavior and offers a robust basis for seismic hazard assessment and earthquake risk mitigation in the Java subduction zone
2026-05-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/70212 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v10i2.70212
1671803 #5605 Pengaruh Penambahan Material Spiro-TAD dan Spiro-TPD Sebagai Hole Transport Material Pada Karakteristik DSSC Safriani, Lusi
Primawati, Winna Prasita
Nurazizah, Euis Siti
Mulyana, Cukup
Aprilia, Annisa
Dye sensitized solar cells atau DSSC merupakan sel surya yang sedang dikembangkan karena memiliki beberapa kelebihan yaitu biaya fabrikasi yang murah, proses fabrikasi sederhana dan dapat dioperasikan pada intensitas cahaya yang rendah. Akan tetapi, efisiensi DSSC masih jauh lebih rendah dibandingkan sel surya berbasis silikon. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi DSSC adalah dengan menambahkan lapisan Hole Transport Material (HTM) untuk membantu proses difusi dan transport muatan sehingga didapatkan efisiensi yang lebih baik. Material spiro merupakan material yang memiliki stabilitas yang baik sehingga cocok untuk dijadikan sebagai HTM pada divais sel surya. Dua di antara contoh material spiro adalah Spiro-TAD dan Spiro-TPD. Keduanya memiliki nilai mobilitas hole yang cukup baik. Dalam penelitian ini, DSSC dengan struktur FTO/TiO2/dye-Ru/HTM/mosalyte/Pt/FTO telah berhasil difabrikasi. Selain itu dilakukan pula proses pemanasan sebelum proses perendaman dye-Ru dilakukan dengan tujuan menghilangkan molekul oksigen yang terperangkap pada lapisan mesopori TiO2. Hasil pengukuran rapat arus dan tegangan (J-V) menunjukkan bahwa Power Conversion Efficiency (PCE) tertinggi didapatkan dari DSSC dengan HTM Spiro-TPD yaitu sebesar 2,94%.
2020-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26349 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.26349
1671804 #5605 Penentuan Daerah Rawan Bencana Sambaran Petir di Wilayah Kabupaten dan Kota Bandung Jawa Barat Susanto, Erwan
Petir merupakan salah satu fenomena alam yang sangat berbahaya karena besarnya energi yang dikeluarkan setiap kali petir menyambar bisa mencapai jutaan volt. Besarnya energi tersebut dapat menghancurkan apa saja yang disambarnya. Kejadian petir, khususnya petir tipe CGselalu bersinggungan dengan aktivitas manusia sehingga tidak jarang petir menyebabkan kerugian material atau bahkan menyebabkan kematian. Kabupaten dan Kota Bandung merupakan pusat pemerintahan dari Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang sangat padat sehingga harus mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan data petir tipe CG (Cloud to Ground) tahun 2017 hasil rekaman sensor Lightning Detector BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah yang rawan terhadap bencana sambaran petir di Kabupaten dan Kota Bandung. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi informasi bagi pemerintah dan masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten dan  Kota Bandung untuk mengantisipasi bencana sambaran petir. Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial dengan metode classtering. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 4 kecamatan yang  rawan bencanaa sambaran petir yaitu Kecamataan Lembang, Cisarua, Cipeundeuy dan Cikalong Wetan.
2018-08-10 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/19728 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i2.19728
1671805 #5605 The effect of calcination temperature on ZnO crystals based on emission spectrum from photoluminescence characterization Aprilia, Annisa
Askariyya, Javida
Riveli, Nowo
Safriani, Lusi
Fitrilawati, Fitrilawati
This study synthesized ZnO powder using the sol-gel method to investigate its optical properties. ZnO samples were calcined at 150°C, 300°C, and 450°C under nitrogen (N₂) flow. TGA/DTA analysis showed that most solvent residues or impurities were decomposed at 450°C. This result is supported by the XRD results, which showed an increase in the degree of crystallinity with increasing temperature. At the same time, the hexagonal wurtzite structure of ZnO gel remained intact after calcination. SEM-EDS analysis revealed agglomerated morphology and a disproportionate Zn:O ratio in all samples, with excess Zn atoms. This is probably attributed to the presence of interstitial Zn defects. The photoluminescence spectrum showed higher intensity in the UV region compared to the visible range, indicating good crystallinity. The blue shift in the emission with increasing temperature stated the presence of several different defects in the material. In particular, the green emission associated with oxygen vacancies is absent for the sample calcinated at 450°C. This result confirms that higher calcination temperature reduces defects and increases crystallinity
2025-02-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60621 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i1.60621
1671806 #5605 Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Gas CO berbasis Nirkabel RF untuk Pemantauan Kondisi Pencemaran Udara Suryaningsih, Sri
Yuda Mindara, Jajat
Hidayat, Sahrul
Chaerunnisa, Irmha
Pencemaran gas karbon monoksida sebagai gas buang menigkat setiap tahun seiring dengan penigkatan jumlah pengguna kendaraan bermotor. Karbon monoksida memberi dampak yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia bahkan berujung kematian. Pada penelitian ini telah diciptakan sebuah alat ukur gas CO dengan menggunakan sensor gas CO MQ-9 guna mendeteksi dan mengukur konsentrasi gas CO di udara. Perangkat ini menggunakan teknologi nirkabel RF sehingga dapat digunakan dari jarak jauh dan tidak membahayakan peneliti dari menghirup gas. Pengujian awal dilakukan dengan membandingkan besaran nilai yang dihasilkan alat ini dengan gas CO berkonsentrasi 0 – 1000 ppm. Dari hasil pengujian tersebut didapat tingkat kesalahan kalibrasi sebesar 22,83%. Perangkat yang telah dikalibrasi kemudian diuji di lokasi yang berbeda untuk mendeteksi dan mengukur jumlah gas CO di lokasi tersebut. Hasil pengujian di beberapa lokasi, didapat data konsentrasi gas CO sebesar 1,89 ppm pada daerah yang tidak berpotensi adanya polusi dan 103,35 ppm pada daerah yang berpotensi adanya polusi.
2017-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10905 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i01.10905
1671807 #5605 Microzonation of Cisarua District using Horizontal Vertical Spectral Ratio Fattah, Erlangga Ibrahim
The Bandung region is part of the framework of the Indonesian tectonic system, namely the tectonic plate meeting zone, where the Indo Autralia plate is infiltrated under the Eurasian plate in a convergent manner. The subduction process produces an effect in the form of an active fault geological structure in the Bandung area. One of these active faults is the Lembang Fault, which has a length of ± 29 kilometers and a shear acceleration of 3 to 5.5 millimeters per year. The microtremor measurement method is a passive geophysical method that utilizes natural subsurface vibrations so that it can provide dominant frequency data and amplification factors for soil layers. Based on the results of seismic susceptibility research using microtremor measurements using the HVSR method in the Lembang Fault zone in Cisarua Sub-District, it can be seen that the distribution of the dominant frequency values tends to be influenced by lithology and topography. In the research area, it is known to have a dominant frequency value that varies due to the different types of lithological units. In general, the dominant frequency ranges from 1-3 Hz because it is dominated by tuff sand and tuff pumice, and areas composed of volcanic breccias have a dominant frequency value between 3-6 Hz. Meanwhile, the amplification factor value will be influenced by rock deformation and weathering. The area that has a very high amplification factor value is in the southeast of the study area with an A0 value greater than 5. This indicates that the area is composed of a layer of thick and not dense tuff sand.
2021-08-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31533 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.31533
1671808 #5605 Trend Curah Hujan Ekstrem Harian Berdasarkan Data PERSIANN-CCS di Kepulauan Bangka Belitung fadholi, akhmad
Curah hujan ekstrem di Kepulauan Bangka Belitung memiliki dampak banjir sehingga perlu adanya kajian terkait trend kejadian curah hujan ekstrem. Namun, belum cukupnya data observasi lapangan membuat pemanfaatan data curah hujan berbasis satelit perlu dilakukan. Data curah hujan satelit dari Precipitation Estimation from Remotely Sensed Information using Artificial Neural Networks (PERSIANN) - Cloud Classification System (CCS) yang merupakan data curah hujan berbasis satelit dengan resolusi spasialterbaik saat ini yaitu 0.04o. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi trend kejadian curah hujan ekstrem di Kepulauan Bangka Belitung menggunakan data PERSIAN-CCS dan analisisnya. Metode penentuan threshold ekstrem dengan Persentil 95, 98, dan 99, serta threshold 50 mm dan 100 mm seperti yang digunakan oleh BMKG. Beberapa threshold tersebut digunakan untuk menentukan jumlah kejadian curah hujan ekstrem tiap tahunnya. Regresi linear digunakan untuk menentukan slope sebagai trend naik atau turun. Mann-Kendal Test digunakan dalam penentuan signifikansi laju trend dari nilai slope. Hasil pengolahan data pada menunjukkan trend kenaikan signifikan kejadian curah hujan ekstrem Persentil 95 berkisar antara 3 - 11 kali perdekade, Persentil 98 dengan kisaran 2 - 6 kali, dan Persentil 99 dengan kisaran 1 - 4 kali. Kejadian curah hujan ≄ 50 mm naik signifikan antara 3 - 14 kali perdekade dan curah hujan ≄ 100 mm naik signifikan antara 1 - 3 kali. Kejadian mendominasi hampir seluruh Pulau Bangka dan sebagian Pulau Belitung. Pemetaan trend kenaikan signifikan untuk kejadian curah hujan ≄ 50 mm hampir sama dengan Persentil 95, sedangkan ≄ 100 mm memiliki pola yang hampir sama dengan Persentil 99.Kata kunci: Trend, Curah Hujan Ekstrem, PERSIANN-CCS, Kepulauan Bangka Belitung
2020-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/24731 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.24731
1671809 #5605 Karakteristik Optik dan Kristal Nanopartikel Magnetit Saragi, Togar
Permana, B
Saputri, M
Safriani, L
Rahayu, Risdiana, Iman
Oksida besi, nanopartikel magnetit (Fe3O4), memiliki sifat yang berbeda dan lebih menarik daripada material bulk-nya. Selain itu, material ini dapat diaplikasikan secara lebih luas dan efektif pada ukuran nanometernya seperti ferrofluids, media penyimpanan data, pigmen warna, dan katalis. Pada penelitian ini telah berhasil dikarakterisasi sifat optik dan struktur kristal dari nanopartikel magnetit dengan menggunakan teknik Spektroskopi UV-Vis dan teknik difraksi sinar-X. Karakterisasi material nanopartikel magnetit berdasarkan variasi suhu sintering, 80°C dan 1100°C. Berdasarkan hasil karakterisasi UV-Vis diperoleh bahwa energi-gap dari nanopartikel Fe3O4 ini berada pada rentang energi-gap semikonduktor, 0-3 eV. Berdasarkan hasil karakterisasi XRD diperoleh bahwa Variasi suhu sintering menyebabkan berubahan struktur kristal oksida besi yang diperoleh, yaitu magnetit (Fe3O4) dengan struktur kubik pada suhu 80oC, dan hematit (α-Fe2O3) dengan struktur hexagonal pada suhu 1100°C, sesuai dengan data JCPDS
2018-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15438 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i1.15438
1671810 #5605 Voice Interaction Robot Medika Menggunakan Teknologi Natural Language Processing (NLP) Dan Chatbot Berbasis Deep Learning Rahmi, Anita Sofia
Revolution 4.0 telah mengubah perkembangan teknologi kesehatan, terutama selama pandemi COVID-19, dengan pengembangan robot dan kecerdasan buatan untuk membantu tenaga medis memberikan perawatan pasien. Dalam meningkatkan interaksi antara pasien dengan robot, baik konsultasi maupun percakapan dasar diperlukan sistem komunikasi yang baik. Sehingga diperlukannya metode machine learning yang dapat memahami dan memproses bahasa manusia yaitu Natural Language Processing (NLP) dengan dasar komunikasi voice chatbot. Tahapan yang dilakukan dalam pengolahan data adalah filtering data, speech-to-text, chatbot, dan text-to-speech. Model dilatih dengan parameter uji coba sebanyak 5 jenis untuk diklasifikasi menggunakan metode kombinasi Convolution Neural Network (CNN) dan Long Short-term Memory (LSTM). Hasil dari pengujian menggunakan metode Convolution Neural Network (CNN) dapat bekerja lebih baik dengan menghasilkan tingkat akurasi sebesar 97,56% dan nilai keberhasilannya mencapai 85.56%.
2024-08-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/51953 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i2.51953
1671811 #5605 Characteristics of Graphene Like Material Synthesized from Coconut Shell Charcoal Powder using Solid State Method Najati, Baiq Lisna
Fitrilawati, Norman Syakir,
We synthesized graphene like material from coconut shell charcoal powder (CSP) using solid-state method followed by exfoliation using H2SO4. In the synthesis, CSP was mixed with KOH in a ratio of 1:5 followed by heating at a temperature of 850ÂșC for 1 hour to obtain Coconut Shell Graphitization (CSG). The synthesized CSG was then exfoliated for 1 hour using ultrasonication in H2SO4 which was referred as Coconut Shell Graphitization_Exfoliated (CSG_E). The infrared spectra  results of the two products showed the presence of C-C, C=C, C-O-C, C-O-OH groups which are characteristics of reduced graphene oxide (rGO). The Raman spectroscopy results show that the synthesized materials have D and G bands with  ID/IG ratio of 0.98-0.96, that indicates the presence of impurities in the form of an oxide group on the graphene surface. Decomposition analysis using the help of the Lorentz Function show that the XRD pattern of the synthesized material have graphene structure at 2Ξ = 26.59Âș, and the rGO structure at 13.88Âș, and 19.09Âș with its 2nd order at 42.89Âș. The measurement results indicate that the synthesized materials are rGO. The data analysis shows that CSG consists of 83.09% rGO and 16.91% graphene, after exfoliation the rGO content of CSG_E rises to 87.27%
2023-02-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40655 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i1.40655
1671812 #5605 Uji Keakuratan Data GFS menggunakan Model WRF-ARW pada Siklon Tropis Flamboyan Dewi Ariyanti, Rahmatia
Sugihartati, Fatimah Mega
Retharanita, Winda
Agus Winarso, Paulus
Siklon Tropis dapat menyebabkan cuaca buruk berupa angin kencang, gelombang tinggimaupun hujan lebat. Keberadaan siklon tropis dapat diprakirakan menggunakan data GlobalForecast System (GFS) yang diolah dengan model Weather Research Forcasting-Advance Research WRF (WRF -ARW). Uji keakuratan data GFSperlu dilakukan salah satunya terhadapsiklon tropis Flamboyan agar dapat digunakan sebagai acuan dalam memprediksi keberadaan siklon tropis kedepannya. Hasil analisis tanggal 28 April 2018 pukul 12.00 UTC menunjukkan nilai suhu permukaan laut (SPL) di sekitar wilayah pembentukan siklon tropis bernilai 29 – 30oC dan terjadi penurunan tekanan permukaan mencapai 1000 mb pada tanggal 29 April 2018 00.00 UTC. Kelembaban udara bernilai 80 – 100% pada lapisan 850 mb, lapisan 700 mb bernilai 70 - 100% dan lapisan 500 mb bernilai 60 – 90%. Streamline lapisan 925 mb menunjukkan adanya pusaran angin searah jarum jam yang mengindikasikan adanya siklon tropis. Vortisitas dan divergensi lapisan 850 mb bernilai negatif 20 – 60 x10-5s-1 dan negatif 15 – 30 x10-5s-1 serta lapisan 500 mb bernilai negatif 20 – 50 x10-5s-1 dan negatif 15 – 25 x 10-5s-1. Suhu puncak awan di wilayah siklon tropis kurang dari -40oC mengindikasikan adanya awan Cumulonimbus. Hal tersebut sesuai dengan syarat pertumbuhan siklon tropis sehingga data GFS dinyatakan akurat dalam memprediksi kehadiran siklon tropis Flamboyan.
2019-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/23149 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i2.23149
1671813 #5605 Synthesis of Paraffin-Based Phase Change Material (PCM) Composites with Expanded Graphite as a Cooling System for Solar Panels Azka, Muhamad Fauzan
Hidayat, Sahrul
Gultom, Noto Susanto
Setianto, Setianto
Nurhilal, Otong
The increase in the surface temperature of solar panels can reduce their efficiency. This issue can be mitigated through the implementation of cooling systems. One of the currently developed cooling methods involves the use of phase change materials (PCMs). Paraffin is the most commonly used PCM for solar panel cooling systems due to its melting point, which falls within the operating temperature range of solar panels. However, paraffin has a drawback in the form of low thermal conductivity. To overcome this limitation, paraffin is often composited with materials possessing high thermal conductivity, such as graphite. Graphite can also be expanded to alter its mechanical and thermal properties. The expansion of graphite using a solution of H₂SO₄ and K₂S₂O₈ can increase its surface area to 15.669 mÂČ/g and 201.945 mÂČ/g for 5% and 10% solid–liquid variation ratios, respectively. The addition of expanded graphite (EG) can also enhance the thermal conductivity of the PCM to 0.31 W/mK, 0.37 W/mK, and 0.44 W/mK with 5 wt%, 10 wt%, and 15 wt% EG additions, respectively. The paraffin-based PCM cooling system can reduce the average surface temperature by 15.36% and increase the overall efficiency by 0.3%. A PCM cooling system composed of paraffin and expanded graphite (95%/5%) can lower the average surface temperature by 20.32% and increase total efficiency by 0.4%. The PCM system with a 90%/10% paraffin-EG composition can reduce the surface temperature by 32.44% and enhance total efficiency by 1.2%. Meanwhile, the 85%/15% paraffin-EG cooling system achieves a temperature reduction of 32.52% and a total efficiency improvement of 1.27% compared to the system without cooling.
2026-02-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68644 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v10i1.68644
1671814 #5605 Analisis Kesuburan Tanah dan Residu Pemupukan pada Tanah dengan Menggunakan Metode Kemagnetan Batuan Almiati, Restu
Agustin, Eleonora
Unsur yang selalu ada dalam tanah adalah unsur besi (Fe) yang merupakan salah satu unsur magnetik. Ukuran tanah tersebut memiliki unsur magnetik ditunjukkan dengan nilai suseptibilitas magnetik. Suseptibilitas magnetik merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam metode kemagnetan batuan. Dalam penelitian ini akan dilihat perubahan nilai suseptibilitas magnetik dan variasi sifat mineral magnetik dalam tanah (XRD dan SEM-EDX) serta parameter lainnya meliputi pH, konduktivitas dan struktur tanah. Hal ini dapat memberikan informasi mengenai kesuburan tanah dikhususkan tanah lahan sawah yang dianggap sudah terdegradasi, jika dibandingkan dengan tanah hutan yang dianggap subur dan alami.Dari penelitian ini dapat dikatakan bahwa tanah hutan masih subur dan alami karena didominasi mineral magnetik magnetite (Fe3O4), pH netral, konduktivitas cukup besar dan berstruktur remah. Sedangkan tanah dari sawah dapat dikatakan sudah terdegradasi karena didominasi mineral magnetik pyrhotite (Fe7S8) yang diduga dari pemupukan dan titanohaematite (Fe2O3-FeTiO3) yang diduga menyebabkan tanah menjadi sangat basa. Selain itu pH tanah sawah netral cenderung basa, konduktivitas kecil dan struktur tanahnya remah. Adanya unsur Na dan Ca pada tanah sawah diduga merupakan sisa dari pemupukan.Kata kunci: kemagnetan batuan, suseptibilitas magnetik, mineral magnetik, kesuburan tanah.
2017-07-02 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/14414 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i02.14414
1671815 #5605 Identification of Variations in Gravity Anomaly Values in the Geothermal Distribution Area of the Rantau Dedap Region, South Sumatra Leni, Arezzo Fabio Fentola Parinus Frezo
Alamsyah, Sultan Nanda
Azzahra, Istiqoma
This study identifies gravity anomaly values using the gravity method in the Geothermal distribution area of the Rantau Dedap area, anomaly data obtained from the TOPEX satellite. This study is located at coordinates 103.275⁰- 103.6917⁰ East Longitude and 3.9052⁰- 4.2876⁰ South Latitude. Free air and topographic anomaly data obtained were 625 data points along with topographic data. This study aims to support previous study with different methods and aims to support study data, especially in the field of geophysical exploration in looking at the subsurface geological structure of this region based on variations in gravity anomaly values. The Simple Bouguer Anomaly (SBA) obtained was in the range -37.2827 mGal to 34.4800 mGal. The Complete Bouguer Anomaly (CBA) value is -37.0843 mGal to 34.6802 mGal. The estimated value obtained is not too different from the Simple Bouguer Anomaly value so it produces the same contour pattern. Meanwhile, the Regional Anomaly obtained has a value of -36.8 mGal to 39.7 mGal and the Residual Anomaly value range is -16.1 mGal to 9.2 mGal. In the residual anomaly map, it can be seen that the anomaly values are positive and negative, this affects several things such as rock density, position and size of the rocks that produce the anomaly. Based on the results of variations in the magnitude of the gravity anomaly obtained, the results obtained are in very good agreement with the geological conditions of the study area.
2024-02-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/50650 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i1.50650
1671816 #5605 Rancang Bangun Alat Deteksi Tanah Longsor Berbasis IoT dengan NodeMCU ESP8266 dan MPU6050 Utama, Rosa Mega
Sucahyo, Imam
Yantidewi, Meta
Tanah longsor adalah suatu proses geologi yang disebabkan oleh adanya perpindahan masa batuan maupun tanah. Secara umum tanah longsor disebabkan oleh kondisi geografis berupa pegunungan dan lereng serta curah hujan tinggi sehingga menyebabkan tanah menjadi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat deteksi tanah longsor dengan menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler dan MPU6050 sebagai sensor sehingga mampu mendeteksi percepatan bumi pada sumbu x, y, dan z dan kemiringan tanah. Alat deteksi tanah longsor ini berbasis Internet of Thing (IoT) sehinggga memungkinkan percepatan bumi dan kemiringan tanah dapat dipantau secara real-time. Alat ini dihubungkan dengan aplikasi yang dibuat menggunakan layanan cloud pada real-time database firebase dan MIT APP Inventor untuk membangun aplikasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alat dan aplikasi deteksi tanah longsor dapat bekerja sesuai dengan rancangan yaitu dapat menampilkan percepatan pergerakan dan kemiringan tanah secara real-time dan dapat menyampaikan status kondisi yaitu aman, wapada dan awas  dengan rata-rata error sebesar 0,419%.
2022-08-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40054 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i2.40054
1671817 #5605 Pembuatan Komposit Katoda Karbon Berpori-Sulfur dari Eceng Gondok Nurhilal, otong
Eceng gondok merupakan gulma yang mengandung lignoselulosa yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon berpori. Karbon berpori bisa dimanfaatkan dalam banyak aplikasi salah satunya adalah untuk komposit katoda pada baterai. Dalam komposit katoda, karbon berpori berperan sebagai matrik untuk meningkatkan kontak elektrik dengan bahan aktif baterai. Oleh karenanya matrik tersebut harus memiliki konduktivitas yang tinggi. Dalam aplikasi baterai litium sulfur karbon berpori digunakan untuk matrik sulfur yang memiliki konduktivitas yang rendah. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan karbon berpori dari limbah eceng gondok dengan suhu karbonisasi 400 dan aktivator KOH 30%. Selanjutnya karbon berpori digunakan untuk komposit katoda sulphur/karbon pada baterai litium sulfur. Komposit dibuat dengan perbandingan karbon berpori dan sulfur 1:3, yang di panaskan pada suhu 155 selama 15 jam, serta di-anneling pada suhu 300 selama 0,5 jam. Hasil pengujian menunjukkan luas permukaan karbon berpori sebesar 62,53 /g, total volume 0,054 cc/g, konduktivitas sebesar 2,403 x 102 S/m, dan kandungan sulfur pada komposit sebesar 7,6%.
2021-02-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27820 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i1.27820
1671818 #5605 Fabrikasi Sel Surya Tersensitisasi Dye dengan ZnO Nanorod sebagai Fotoanoda dan Material Spiro sebagai Hole Transport Material (HTM) Nurida, Afifah
Chintia, Ayunita
Sakkyananda, Sheila
Aprilia, Annisa
Susilawati, Tuti
Mulyana, Cukup
Safriani, Lusi
Dalam penelitian ini, kombinasi antara oksida logam ZnO nanorod dan TiO2 mesopori telah berhasil digunakan sebagai fotoanoda pada sel surya tersensitisasi warna. Selain itu, untuk meningkatkan difusi muatan di dalam sel, digunakan spiro-TPD (N,N’- Bis-(3-methylphenyl)-N,N’-bis(phenyl)-9,9’-spirobifluorene) sebagai lapisan penghantar hole (HTM-hole transport material). Lapisan tipis ZnO dengan/tanpa aluminium (ZnO:Al seed layer (0 wt%, 0,5 wt% dan 1 wt%)) digunakan sebagai seed layer (lapisan penumbuh) dan dideposisikan di atas substrat FTO menggunakan teknik spin coating. Kemudian, ZnO nanorod ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al seed layer menggunakan metode self-assembly dengan merendam FTO/ZnO:Al dalam larutan prekursor pada suhu 100°C selama 150 menit menggunakan oven elektrik. ZnO nanorod yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, dan hasil pengukurannya memperlihatkan bahwa  ZnO nanorod yang ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al (0,5 wt%) memiliki diameter rata – rata yang terkecil sebesar 123 nm dan estimasi panjang sekitar 1,11 ÎŒm. Hasil spektrum XRD memperlihatkan bahwa seluruh sampel ZnO nanorod memiliki struktur heksagonal wurtzite dengan orientasi bidang hkl (002), dan memiliki ukuran bulir sekitar 15-25 nm. Kombinasi ZnO nanorod dan TiO2 mesopori digunakan sebagai fotoanoda pada DSSC dengan struktur FTO/ZnO:Al/ZnO nanorod/TiO2/ruthenizer 535-bis TBA-dye/Spiro-TPD/ mosalit/Pt/FTO.  Efisiensi tertinggi yang berhasil dicapai adalah 0,46% di bawah penyinaran 30 mW/cm2 dengan menggunakan ZnO:Al seed layer (0,5 wt%).
2017-07-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/11195 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i02.11195
1671819 #5605 Pengaruh Nilai Kalor Terhadap Lamanya Waktu Pembakaran Briket Bioarang Biji Alpukat dan Biji Durian Tampubolon, Sonia
Jumiati, Ety
Lubis, Ridwan Yusuf
Kebutuhan masyarakat yang terus meningkat sesuai dengan taraf hidup mereka, minyak pemanas (BBM) menempati posisi yang sangat utama dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional. Minyak bumi menjadi semakin terbatas seiring bertambahnya populasi karena semakin banyak orang menggunakannya untuk tujuan yang berbeda. Briket bioarang adalah bahan bakar alternative yang dibuat dari biomassa yang dapat memperbesar seperti limbah pertanian, kayu, atau biji-bijian. Penelitian ini berfokus pada penggunaan biji alpukat dan biji durian sebagai bahan baku briket bioarang. Riset ini bertujuan (i) untuk mengetahui pengaruh nilai kalor terhadap biji alpukat dan biji durian. (ii) Untuk mengetahui lamanya waktu pembakaran. Variasi komposisi biji alpukat dan biji durian yang diteliti adalah sampel A (25%:75%), sampel B (35%:65%), sampel C (75%:25%), sampel D (65%:35%). Dengan parameter nilai kalor dan laju pembakaran. Karakteristik  briket  bioarang  yang  diperoleh  antara  lain  : nilai calorimeter adalah 7036,63 kal/g - 7277,15 kal/g. Nilai laju pembakaran adalah 1,13g/menit - 1,47 g/menit.                          Kata kunci: briket, biji alpukat, biji durian, dan damar
2023-08-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45890 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.45890
1671820 #5605 Uji Filtrasi Model Polutan Methylen Blue Menggunakan Membran Kulit Telur Fitrilawati, Fitri
Gita Maulida, Yasmin Fauziah,
Syakir, Norman
Membran filtrasi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk pengolahan air limbah dengan prinsip pemisahan dan pemurnian air. Pada makalah ini dilaporkan hasil uji filtrasi model polutan Methylene Blue (MB) menggunakan membran sel telur (ES, Eggshell) yang diperoleh dari cangkang telur yang direndam dalam larutan asam asetat.  Pada uji filtrasi, 5 mg/L larutan MB dilewatkan membran dengan bantuan tekanan sebesar 3,4 atm. Hasil uji berupa volume permeat yang mengalir melalui membran dan penurunan konsentrasi permeat dibandingkan dengan konsentrasi MB awal. Konsentrasi permeat hasil filtrasi ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis melalui pengukuran penurunan absorbansi. Hasil pengujian menunjukkan molekul MB dapat dipisahkan dari air dengan menggunakan tiga lembar membran ES dengan nilai permeabilitas 3,64x10ˉ⁔ darcy dan nilai koefisien rejeksi rata-rata sebesar 30,6% .
2022-02-08 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37883 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i1.37883
Menampilkan 1.549.321 - 1.549.340 dari total 1.550.696 data