Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1672316 #6191 Tingkat kepuasan pasien dewasa pada pelayanan radiografi panoramik di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha Meilasari, Wine
Suwindere, Winny
Polii, Hendra
Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan yang semakin banyak dipakai sebagai alat ukur yang dipercaya untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang baik dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu sarana pelayanan kesehatan yang tersedia dalam bidang kesehatan gigi dan mulut adalah Rumah Sakit Gigi dan Mulut. RSGM adalah sarana pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan rawat jalan, gawat darurat, pelayanan medik dan pelayanan penunjang, salah satunya adalah pelayanan radiologi kedokteran gigi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk dapat memberikan data yang akurat tentang kepuasan pasien radiografi panoramik di instalasi radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifanalitik dengan menggunakan metode survei. Studi penelitian ini menggunakan rancangan crosssectional. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha yang dilaksanakan pada bulan Juli- Agustus 2017. Pengambilan sampel pasien dengan cara accidental sampling dimana sampel yang digunakan adalah seluruh pasien dewasa yang datang ke instalasi radiologi. Analisis data menggunakan uji statistik oneway anova yang diolah menggunakan program komputer SPSS. Hasil: Sebagian besar responden menyatakan puas pada dimensi Reliability (kehandalan) dengan skor 95,25 %, Assurance (jaminan/keyakinan) dengan skor 94,6%, Tangibles (penampilan) dengan skor 100%, Empathy  (perhatian)  dengan skor 100% Responsiveness (ketanggapan) yaitu memiliki skor 100%. Simpulan: Pelayanan pemeriksaan radiografi panoramik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha pada periode 18 Juli-18 Agustus  2017 sangat baik, dengan tingkat kepuasan yang tinggi pada dimensi kualitas pelayanan reliability (kehandalan), assurance (jaminan/keyakinan), tangibles (penampilan), empathy (perhatian) dan responsiveness (ketanggapan).Keywords: Pelayanan, kepuasan, radiografi panoramik
Pelayanan, kepuasan, radiografi panoramik 2018-10-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22511 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v2i2.22511
1672315 #6191 The effect of silane coupling agent addition on the hardness of non-dental e-glass fiber reinforced composite in removable partial dentures: Study experimental | The effect of silane coupling agent addition on the hardness of non-dental e-glass fiber reinforced composite in removable partial dentures: Study experimental Safitri, Subiana Hidayatul
Sari, Widya Puspita
Desnita, Eka
ABSTRACT Introduction: The use of E-Glass Fiber Reinforced Composite (FRC) in fixed dental prostheses has gained popularity due to its desirable mechanical properties. Achievement optimal hardness is crucial for the long-term success of these prostheses. This study aimed to analyze the effect of the addition of a silane coupling agent on the non-dental E-Glass FRC's hardness in fixed dental prostheses. Methods: This study is a laboratorium eksperimental  with a quantitative research approach to investigate the impact of silane coupling agents on the hardness of non-dental E-Glass FRC. Specimens were prepared with varying concentrations of silane coupling agent, and the hardness was measured using standardized testing methods. The laboratory conditions were set up aimed to simulate the conditions encountered in fixed dental prostheses. Results: A significant correlation was revealed between the addition of silane coupling agent and the hardness of non-dental E-Glass FRC. Higher concentrations of silane coupling agent were associated with increased hardness values. The findings provide valuable insights into optimizing the composition of E-Glass fiber non dental FRC for enhanced mechanical properties in fixed dental prostheses. Conclusion: The addition of a silane coupling agent positively influences the hardness of non-dental E-Glass FRC used in fixed dental prostheses. This study contributes to the ongoing efforts to enhance the mechanical performance of dental materials, emphasizing the importance of optimizing silane coupling agent concentrations for improved hardness.KEY WORDS: e-glass, fiber, reinforced, composite, silane coupling agent..Pengaruh penambahan silane coupling agent terhadap kekerasan e-glass fiber non dental reinforced composite pada gigi tiruan cekat: studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: Penggunaan E-Glass Fiber Reinforced Composite (FRC) dalam prostesis gigi cekat semakin populer karena mendukung sifat mekanik yang diinginkan. Pencapaian kekerasan optimal sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang prostesis ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan silane coupling agent terhadap kekerasan FRC E-Glass non-dental pada gigi tiruan cekat. Metode: Jenis penelitian adalah studi eksperimen laboratorium dengan pendekatan penelitian kuantitatif digunakan untuk menyelidiki dampak agen penggandeng silane terhadap kekerasan FRC E-Glass non-dental. Sampel dipersiapkan dengan konsentrasi berbeda dari silane coupling agent, dan kekerasan diukur menggunakan metode pengujian standar. Kondisi laboratorium diatur untuk mensimulasikan kondisi yang dihadapi dalam prostesis gigi cekat. Hasil: Terdapat korelasi signifikan antara penambahan silane coupling agent dan kekerasan FRC E-Glass non-dental. Konsentrasi silane coupling agent yang lebih tinggi terkait dengan peningkatan nilai kekerasan. Temuan ini memberikan wawasan berharga dalam mengoptimalkan komposisi FRC E-Glass fiber non dental untuk meningkatkan sifat mekanik pada prostesis gigi cekat. Simpulan: Penambahan silane coupling agent secara positif memengaruhi kekerasan FRC E-Glass non-dental yang digunakan dalam prostesis gigi cekat. Studi ini memberikan kontribusi pada upaya terus-menerus untuk meningkatkan kinerja mekanik material kedokteran gigi, dengan menekankan pentingnya mengoptimalkan konsentrasi silane coupling agent untuk kekerasan yang lebih baik.KATA KUNCI: e-glass, fiber, reinforced, composite, silane coupling agent | ABSTRACT Introduction: The use of E-Glass Fiber Reinforced Composite (FRC) in fixed dental prostheses has gained popularity due to its desirable mechanical properties. Achievement optimal hardness is crucial for the long-term success of these prostheses. This study aimed to analyze the effect of the addition of a silane coupling agent on the non-dental E-Glass FRC's hardness in fixed dental prostheses. Methods: This study is a laboratorium eksperimental with a quantitative research approach to investigate the impact of silane coupling agents on the hardness of non-dental E-Glass FRC. Specimens were prepared with varying concentrations of silane coupling agent, and the hardness was measured using standardized testing methods. The laboratory conditions were set up aimed to simulate the conditions encountered in fixed dental prostheses. Results: A significant correlation was revealed between the addition of silane coupling agent and the hardness of non-dental E-Glass FRC. Higher concentrations of silane coupling agent were associated with increased hardness values. The findings provide valuable insights into optimizing the composition of E-Glass fiber non dental FRC for enhanced mechanical properties in fixed dental prostheses. Conclusion: The addition of a silane coupling agent positively influences the hardness of non-dental E-Glass FRC used in fixed dental prostheses. This study contributes to the ongoing efforts to enhance the mechanical performance of dental materials, emphasizing the importance of optimizing silane coupling agent concentrations for improved hardness.KEY WORDS: e-glass, fiber, reinforced, composite, silane coupling agent.Pengaruh penambahan silane coupling agent terhadap kekerasan e-glass fiber non dental reinforced composite pada gigi tiruan cekat: studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: Penggunaan E-Glass Fiber Reinforced Composite (FRC) dalam prostesis gigi cekat semakin populer karena mendukung sifat mekanik yang diinginkan. Pencapaian kekerasan optimal sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang prostesis ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan silane coupling agent terhadap kekerasan FRC E-Glass non-dental pada gigi tiruan cekat. Metode: Jenis penelitian adalah studi eksperimen laboratorium dengan pendekatan penelitian kuantitatif digunakan untuk menyelidiki dampak agen penggandeng silane terhadap kekerasan FRC E-Glass non-dental. Sampel dipersiapkan dengan konsentrasi berbeda dari silane coupling agent, dan kekerasan diukur menggunakan metode pengujian standar. Kondisi laboratorium diatur untuk mensimulasikan kondisi yang dihadapi dalam prostesis gigi cekat. Hasil: Terdapat korelasi signifikan antara penambahan silane coupling agent dan kekerasan FRC E-Glass non-dental. Konsentrasi silane coupling agent yang lebih tinggi terkait dengan peningkatan nilai kekerasan. Temuan ini memberikan wawasan berharga dalam mengoptimalkan komposisi FRC E-Glass fiber non dental untuk meningkatkan sifat mekanik pada prostesis gigi cekat. Simpulan: Penambahan silane coupling agent secara positif memengaruhi kekerasan FRC E-Glass non-dental yang digunakan dalam prostesis gigi cekat. Studi ini memberikan kontribusi pada upaya terus-menerus untuk meningkatkan kinerja mekanik material kedokteran gigi, dengan menekankan pentingnya mengoptimalkan konsentrasi silane coupling agent untuk kekerasan yang lebih baik.KATA KUNCI: e-glass, fiber, reinforced, composite, silane coupling agent.
e-glass, fiber, reinforced, composite, silane coupling agent. e-glass, fiber, reinforced, composite, silane coupling agent.; e-glass, fiber, reinforced, composite, silane coupling agent. 2024-03-02 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/49861 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v8i1.49861
1672314 #6191 Manifestasi oral pada ibu hamil berdasarkan perbedaan trimester kehamilanOral manifestations in pregnant women based on trimester differences Utami, Larasati Dyah
Hidayat, Wahyu
Sufiawati, Irna
Pendahuluan: Kehamilan merupakan suatu kondisi yang membawa berbagai macam perubahan pada wanita bahkan pada wanita hamil dengan kondisi fisik yang sehat. Hal tersebut dapat terjadi karena perubahan metabolisme, perubahan respon imun, serta perubahan hormon. Keterkaitan antara faktor-faktor pemicu tersebut, secara tidak langsung dapat menimbulkan berbagai macam manifestasi oral pada ibu hamil, seperti epulis gravidarum, coated tongue, cheilitis exfoliative, geographic tongue, fissured tongue, RAS, atrophic glossitis, dan cheilitis angularis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manifestasi oral pada ibu hamil berdasarkan perbedaan trimester kehamilan. Metode: Penelitian ini mengunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh pasien ibu hamil yang datang untuk berobat ke Puskesmas Garuda Bandung. Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan teknik purposive sampling dan accidental sampling yaitu jumlah sampel yang diambil berdasarkan pasien ibu hamil yang datang untuk berobat ke Puskesmas Garuda Bandung, bersedia untuk dilakukan penelitian, serta memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Data diperoleh dengan melakukan tanya jawab mengenai kondisi umum, serta pemeriksaan rongga mulut pasien ibu hamil. Hasil: Manifestasi oral yang paling banyak timbul pada ibu hamil adalah coated tongue yaitu terjadi pada 54 orang (78,26%). Coated tongue paling banyak ditemukan pada trimester III kehamilan yaitu sebanyak 31 orang (42,03%) dan exfoliative cheilitis sebanyak 21 orang. Hasil penelitian tidak menemukan adanya cheilitis angularis. Simpulan: Coated tongue menjadi manifestasi orang yang paling banyak ditemukan pada rongga mulut ibu hamil yang merata pada semua trimester.Kata kunci: Kehamilan, manifestasi oral. ABSTRACT Introduction: Pregnancy is a condition that induces various changes in women, even in healthy pregnant women. This condition may occur due to changes in metabolism, immune response, and hormonal system. The relation between these triggers may indirectly lead to various oral manifestations in pregnant women, such as epulis gravidarum, coated tongue, exfoliative cheilitis, geographic tongue, fissured tongue, recurrent aphthous stomatitis (RAS), atrophic glossitis, and angular cheilitis. The purpose of this study was to determine the oral manifestations in pregnant women based on trimester differences. Methods: This research was a descriptive observational with a cross-sectional approach. The population in this study were all pregnant women who came for treatment to the Garuda Community Health Centre, Bandung. The sample in this study was taken based on purposive sampling and accidental sampling techniques, which were pregnant women who came for treatment to the Garuda Community Health Centre, Bandung, willing to participate in the research, and meet the inclusion and exclusion criteria within a predetermined time limit. Data was obtained through questions and answers regarding general conditions, as well as examining the oral cavity of pregnant women. Results: The results of data analysis showed that the most frequent oral manifestations in pregnant women was coated tongue, which was found in 54 respondents (78.26%). The most common oral manifestations found on the first to the third trimester of gestational period was coated tongue, coated tongue most commonly found in the third trimester, which was found in 31 respondents (42.03%) and exfoliative cheilitis in 21 respondents. Angular cheilitis was not found in all respondents. Conclusion: The coated tongue is the most common oral manifestation in pregnant women which is evenly distributed in all trimesters. Keywords: Pregnancy, oral manifestations.
Kehamilan; manifestasi oral; pregnancy; oral manifestations 2020-10-31 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/25261 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v4i2.25261
1672313 #6191 Evaluation of the effectiveness of occlusal splint therapy and exercise therapy on temporomandibular disorders: A systematic review Cahyani, Irvi
Chairunnisa, Ricca
Norasmatul Akma, Ahmad
ABSTRACTIntroduction: Temporomandibular disorders (TMD) involve the temporomandibular joint, masticatory muscles, and associated structures, presenting with various symptoms such as difficulty in chewing, speaking, and other orofacial functions. Common treatment options for TMD include occlusal splint therapy and exercise therapy. This study aims to evaluate the effectiveness of occlusal splint therapy and exercise therapy in managing TMD through a systematic review. Methods: Literature searches were conducted in PubMed, ProQuest, and Google Scholar, covering publications from 2012 to 2022. The keywords used included ("temporomandibular disorders") AND (exercise OR physiotherapy OR "exercise therapy") AND ("splints" OR "occlusal splints" OR "occlusal appliance" OR "occlusal splint therapy"). Data synthesis was performed using qualitative data analysis techniques. Results: Based on the search results, 1,707 articles were identified. After checking for duplicates and filtering according to PICOS and inclusion criteria, 7 articles were found to be eligible. From the results that had already been obtained and analyzed, occlusal splint therapy and physical exercise therapy had the same effectiveness but had their own advantages and disadvantages. Both therapies demonstrated a reduction in pain and improvement in limited mouth opening. Conclusion: There is no difference in the effectiveness of occlusal splint therapy and exercise therapy for managing TMD. Considering their respective benefits and limitations, exercise therapy may be recommended as an initial treatment for TMD, while occlusal splint therapy can be employed for specific pathological conditions or as a complementary treatment in advanced cases.KEY WORDS: temporomandibular disorders, occlusal splint therapy, exercise therapyEvaluasi efektivitas terapi splin oklusal dan terapi fisik latihan terhadap gangguan temporomandibular: systematic reviewABSTRAK Pendahuluan: Gangguan Temporomandibular (TMD) melibatkan sendi temporomandibular, otot pengunyahan, dan struktur terkait, dengan gejala seperti kesulitan mengunyah, berbicara, dan fungsi orofasial lainnya. Pilihan perawatan yang umum untuk TMD adalah terapi splin oklusal dan terapi latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi splin oklusal dan terapi latihan dalam menangani TMD melalui tinjauan sistematis. Metode: Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, ProQuest, dan Google Scholar dengan cakupan publikasi dari tahun 2012 hingga 2022. Kata kunci yang digunakan meliputi: ("temporomandibular disorders") AND (exercise OR physiotherapy OR "exercise therapy") AND ("splints" OR "occlusal splints" OR "occlusal appliance" OR "occlusal splint therapy"). Sintesis data dilakukan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil: Berdasarkan hasil pencarian, ditemukan 1.707 artikel. Setelah dilakukan pengecekan duplikasi dan penyaringan berdasarkan PICOS serta kriteria inklusi, diperoleh 7 artikel yang sesuai. Berdasarkan hasil yang sudah didapatkan dan dianalisis, terapi splin oklusal dan terapi fisik latihan memiliki efektivitas yang sama namun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kedua terapi tersebut dapat memberikan hasil mengurangi rasa nyeri dan perbaikan keterbatasan pembukaan mulut. Simpulan: Tidak ditemukan perbedaan dalam efektivitas terapi splin oklusal dan terapi latihan untuk menangani TMD. Berdasarkan kelebihan dan keterbatasannya, terapi latihan dapat direkomendasikan sebagai perawatan awal untuk TMD, sementara terapi splin oklusal dapat digunakan untuk kondisi patologis tertentu atau sebagai perawatan tambahan pada kasus lanjut.KATA KUNCI: gangguan temporomandibular, terapi splin oklusal, terapi latihan
2024-10-31 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/58960 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v8i3.58960
1672312 #6191 Pengaruh ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) terhadap waktu perdarahan pada luka potong ekor mencit strain Balb-cEffect of avocado seed extract (Persea americana Mill.) on bleeding time in mice tail cuts (Balb-c) Winiswara, Mulia Widya
Yuwono, Budi
Adriatmoko, Winny
ABSTRAK  Pendahuluan: Pencabutan gigi adalah tindakan dalam kedokteran gigi yang sering dilakukan. Komplikasi yang dapat terjadi dalam pencabutan gigi, salah satunya adalah perdarahan. Biji buah alpukat memiliki potensi sebagai agen hemostatis yang dapat berpengaruh teradap waktu perdarahan. Dari hasil skrining fitokimia, ekstrak etanol biji buah alpukat mengandung saponin, flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak biji alpukat dapat mempengaruhi waktu perdarahan pada mencit. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian adalah mencit jantan sebanyak 16 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol negatif (K1) diberikan akuades, kelompok kontrol positif (K2) diberikan asam traneksamat, kelompok perlakuan 1 (P1) diberikan ekstrak biji alpukat dosis 0,125 mg/g BB dan kelompok perlakuan 2 (P2) diberikan ekstrak biji alpukat dosis 0,25 mg/g BB. Hewan coba diadaptasikan selama 7 hari, diberikan perlakuan selama 7 hari dan pada hari ke-8 dilakukan pemotongan ekor ±1 cm. Data dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney. Hasil: Rerata waktu perdarahan pada kelompok K1, K2, P1 dan P2 adalah 7,8 menit, 3,25 menit, 3,8 menit dan 4,5 menit. Hasil uji Kruskal Wallis didapatkan signifikansi 0,029 (p<0,05) yaitu terdapat perbedaan pada seemua kelompok. Hasil uji Mann Whitney didapatkan perbedaan signifikan antara kelompok K1, P1 dan P2 (p<0,05), sedangkan pada kelompok P1 dan P2  (p>0,05) terdapat perbedaan yang tidak signifikan. Simpulan: Ekstrak biji alpukat dapat mempercepat waktu perdarahan pada luka potong ekor mencit.Kata kunci: Persea americana Mill.; waktu perdarahan; trombosit ABSTRACT Introduction: Tooth extraction is a common treatment form in dental treatment. Complications can occur in tooth extraction, one of which is bleeding. Avocado seeds have the potential as haemostatic agents that can affect bleeding time. From the results of phytochemical screening, the ethanol extract of avocado seeds contains saponins, flavonoids and tannins. This study was aimed to determine the effect of avocado (Persea americana Mill.) seed extract on bleeding time in the tail cuts of mice (Balb-c strain). Methods: This research was an experimental laboratory with a post-test only control group design. The research sample was 16 male mice divided into four groups. The negative control group (K1) was administered with distilled water; the positive control group (K2) with tranexamic acid; treatment group 1 (P1) with avocado seed extract at a dose of 0.125 mg/g BW; treatment group 2 (P2) with avocado seed extract at a dose of 0.25 mg/g BW. The experimental animals were adapted for seven days, treated for seven days and on the eighth day, the tail was cut for ±1 cm. Data were analysed using the Kruskal Wallis and Mann Whitney tests. Results: The mean bleeding time in groups K1, K2, P1, and P2 were 7.8 minutes, 3.25 minutes, 3.8 minutes, and 4.5 minutes, respectively. The Kruskal Wallis test results showed a significance of 0.029 (p<0.05), thus showing differences in all groups. The Mann Whitney test results showed a significant difference between groups K1 and P1 and P2 (p<0.05). While between the groups P1 and P2, no significant difference was found (p>0.05). Conclusions: Avocado seed extract can accelerate the bleeding time in the mice tail cuts.Keywords: Persea americana Mill.; bleeding time; platelets
Persea americana Mill; waktu perdarahan; trombosit; Persea americana Mill; bleeding time; platelets 2021-10-31 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/34613 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v5i2.34613
1672311 #5605 Characteristics of Graphene Like Material Synthesized from Commercial Activated Carbon of Coconut Shell Using a Modified Hummers Methods Affandi, Dewi Asaningsih
Fitrilawati, Norman Syakir,
Commercial activated carbon of coconut shell (CS) was used as the raw material for synthesis of graphene like material using modified Hummers method. The structure of carbon CS is amorphous and contains natural minerals such silica, potassium, magnesium and calcium as impurities. Prior to use, we carried out a thermal pre-treatment process (heating) on CS in order to remove the impurities. Pieces of CS were grounded to the size of 200 mesh (CS1), then heated at a temperature of 850°C with heating rate 5°C/min for 2 hours in a furnace. The obtained material was referred as CS2. A precursor of CS1 or CS2 were mixed with sulfuric acid solution until homogen in a glass beaker that placed in an ice bath. Then, potassium permanganate powder was slowly added into the solution while stirring. After that, distilled water and H2O2 were added into the solution to stop the oxidation process. The produced precipitate was passed through purification, ultrasonication and drying processes. The obtained material synthesized from CS1 is referred as H-CS1 and the one synthesized from CS2 is referred as H-CS2. The characterization results using FTIR, Raman, XRD and Uv-Vis show the obtained materials have charachteristic as reduced graphene oxide (rGO) with ID/IG = 1.0056 in H-CS1 and ID/IG ratio = 0.9476 in H-CS2. This result indicates that thermal pre-treatment process has lower impurity and defect on H-CS2
2023-02-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43488 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i1.43488
1672310 #5605 Identification of Landslide Prone Zone Slide Plane Using 2D Resistivity Geoelectric Method in Samboja Region East Kalimantan Silalahi, Mawar Dini Erena
Prasetya, Anggara Putra
Puspa, Rahma
Santoso, Budy
This study aims to investigate subsurface conditions to identify ground movement and landslide potential in Samboja District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. To delineate slip surfaces in landslide-prone areas, the research employs the 2D electrical resistivity method using a dipole-dipole electrode configuration. Geoelectrical measurements were conducted along four survey lines based on resistivity values to determine subsurface characteristics indicative of potential slip surfaces. The results show that each survey line has distinct soil and rock properties, influencing the type of landslide that may occur. SBJ01 was measured on an outcrop and used as calibration data for other lines. SBJ02 is susceptible to soil creep, SBJ03 is at risk of translational landslides, while SBJ10 indicates debris flow. The primary factors contributing to landslides in the study area include rainfall infiltration, which increases pore water pressure, and lithological conditions that form weak slip surfaces. This study confirms that the 2D electrical resistivity method is effective in identifying slip surfaces in landslide-prone areas and serves as a valuable reference for disaster mitigation efforts.
2025-08-21 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64061 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i2.64061
1672309 #5605 SIMULASI PENGARUH PANJANG GELOMBANG TERHADAP AKURASI PENGUKURAN DYNAMIC LIGHT SCATTERING Riveli, Nowo
Prakoso, Ilham Satrio
Dynamic Light Scattering (DLS) adalah metode pengukuran diameter partikel yang mengandalkan pendeteksian fluktuasi intensitas cahaya hamburan. Terdapat hubungan langsung antara fungsi autokorelasi intensitas hamburan dengan besar diameter partikel. Akurasi pengukuran akan sangat ditentukan oleh bagaimana fluktuasi tersebut dapat tertangkap dalam eksperimen. Simulasi telah dilakukan untuk mempelajari apakah panjang gelombang dari cahaya hamburan akan mempengaruhi akurasi pengukuran. Didapatkan bahwa cahaya hamburan dengan panjang gelombang yang besar akan sensitif terhadap gerakan partikel dengan ukuran yang kecil, dan sebaliknya.
2024-08-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56275 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i2.56275
1672308 #5605 Analisis Kejadian Hujan Es Berdasarkan Kondisi Atmosfer dan Citra Satelit Himawari-8 (Studi Kasus: Magelang, 24 Januari 2018) Nugroho, Anendha Destantyo
Fadlan, Ahmad
Fenomena hujan es termasuk fenomena ekstrem yang jarang  terjadi  di  Indonesia  karena  wilayah  Indonesia  memiliki lapisan beku yang relatif lebih tinggi dibandingkan negara lainnya. Wujudnya yang seperti butiran es menjadi daya pikat tersendiri bagi masyarakat sehingga kadang disambut dengan antusias, padahal jika hujan es  terjadi dalam ukuran yang cukup  besar dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Proses terjadinya hujan es memiliki kaitan yang erat dengan perubahan lingkungan seperti perubahan suhu, kelembaban dan tekanan udara yang dapat menjadi tolak ukur dalam menyaksikan tanda-tanda terjadinya hujan es. Pada tanggal 24 Januari 2018 sekitar pukul 13.20 WIB hingga 13.30 WIB telah terjadi kejadian cuaca ekstrem yang berupa hujan es di Magelang tepatnya daerah Mertoyudan. Dengan mengacu pada data AWS (Automatic Weather Station) yang dipasang di kawasan Candi Borobudur yang diolah secara statistik serta data citra satelit himawari-8 dianalisis menggunakan aplikasi SATAID. Hasil penelitian  dan  analisis  menunjukan bahwa  telah  terjadi  kejadian hujan es yang di buktikan dengan data AWS yang mengalami perbedaan suhu yang cukup signifikan pada selang jam 12.00 WIB hingga 16.00 WIB sebesar 7.8 °C. Berdasarkan pemantauan    citra satelit    himawari-8    menunjukkan    bahwa    pada   saat kejadian terdapat   gumpalan   awan   berwarna   putih   di   atas   Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Suhu puncak awan rendah saat itu sebesar -77.5°C yang diindikasikan sebagai awan Cumulonimbus
2018-08-10 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/19711 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i2.19711
1672307 #5605 Sintesis Bahan La2-xYxCuO4 pada Suhu Rendah dengan Metode Presipitasi Risdiana, Risdi
Telah dilakukan sintesis bahan La2-xYxCuO4 dengan x = 0; 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 menggunakan metode presipitasi langsung pada suhu 350 – 400 oC selama 24 – 300 jam pada kondisi udara biasa dan Ar dengan bantuan KOH/NaOH untuk mendapatkan bahan superkonduktor doping elektron dengan struktur T’. Puncak-puncak XRD untuk bahan dengan x = 0 yang disintesis pada suhu 350 oC selama 300 jam didalam aliran gas argon dan seluruh bahan dengan x antara 0,1 dan 0,4 yang disintesis pada udara biasa pada suhu 400 oC selama 24 jam didominasi oleh puncak-puncak struktur T yang biasanya ditemui untuk bahan superkonduktor doping hole. Bahan superkonduktor doping elektron yang biasanya berstruktur T’ tidak dapat diperoleh pada penelitian ini.
2020-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26366 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.26366
1672306 #5605 Karakterisasi Sifat Fisis dan Mikrostruktur Papan Gipsum dengan Variasi Komposisi Lateks Jumiati, Ety
Daulay, Abdul Halim
Fadillah, Nur'aini
Abstrak. Papan gipsum merupakan salah satu produk lanjutan dari material gipsum dengan campuran serat/fiber  atau bahan lainnya. Papan Gipsum memiliki kelemahan pada sifat fisisnya yang mudah menyerap air. Maka dari itu, perlu adanya inovasi dalam pembuatan papan gipsum yang akan menghasilkan mutu yang lebih baik lagi. Pembuatan papan gipsum dapat memanfaatkan bahan limbah seperti tempurug kelapa dan sekam padi serta lateks sebagai perekatnya. Pencampuran bahan papan gipsum meliputi: gipsum, tempurung kelapa, dan sekam padi yang digunakan yaitu 70%, 15%, 15% dengan variasi lateks 10%, 12%, 14%, 16%, 18% dengan FAS 0,5 serta pengeringan selama 28 hari. Dengan parameter uji sifat fisis meliputi: kerapatan dan pengembangan tebal, serta dilakukan pengujian mikrostruktur untuk mengetahui morfologi sampel papan gipsum. Analisis sifat fisis papan gipsum diperoleh hasil yang optimal yaitu pada sampel A dengan variasi komposisi lateks 10% didapatkan nilai kerapatan sebesar 1,35 g/cm3, dan pengembangan tebal sebesar 5,03% yang memenuhi Standar SNI 01-4449-2006. Sedangkan mikrostruktur menghasilkan gambar morfologi yang menunjukkan homogenitas, terbentuk aglomerasi partikel, dan zat pengotor. Kata Kunci: lateks, papan gipsum, sekam padi, sifat fisis dan tempurung kelapa Abstract. Gypsum board is one of the advanced products of gypsum material with a mixture of fiber/fiber or other materials. Gypsum board has a weakness in its physical properties that easily absorb water. Therefore, there is a need for innovation in the manufacture of gypsum boards that will produce even better quality. The manufacture of gypsum board can utilize waste materials such as coconut shells and rice husks and latex as adhesives. The mixture of gypsum board materials including: gypsum, coconut shell, and rice husk used was 70%, 15%, 15% with latex variation 10%, 12%, 14%, 16%, 18% with FAS 0.5 and drying for 28 days. The parameters of the physical properties test include: density and thickness expansion, as well as microstructural testing to determine the morphology of the gypsum board sample. Analysis of the physical properties of gypsum board obtained optimal results, namely in sample A with a variation of 10% latex composition, the density value was 1.35 g/cm3, and the thickness expansion was 5.03% which met the SNI Standard 01-4449-2006. While the microstructure produces morphological images that show homogeneity, particle agglomeration forms, and impurities.Keywords: latex, gypsum board, rice husk, physical properties and coconut shell
2021-08-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/34493 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.34493
1672305 #5605 Pengaruh Nilai Wettability pada Pool Boiling Heat Transfer Studi Kasus Hydrophobic, Hydrophilic dan Superhydrophilic Joko Suroto, Bambang
Telah dilakukan penelitian tentang  efek dari berbagai nilai wettability dari permukaan pada pool boiling heat transfer. Percobaan dilakukan dengan menggunakan air murni sebagai fluida kerja dan subcooling 0K. Heat transfer block yang digunakan adalah mirror surafce (dipoles tembaga) / hidrofilik, superhydrophilic / copper berlapis TiO2 and permukaan hidrofobik / PTFE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perpindahan panas dari permukaan dengan lapisan PTFE lebih baik di fluks panas rendah. Sedangkan untuk fluks panas menengah, permukaan superhydrophilic (TiO2) lebih unggul dibandingkan dengan permukaan hidrofilik dan hidrofobik
2017-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10907 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i01.10907
1672304 #5605 Hybrid SARIMA-LSTM Model for Predicting Erosion in Butterfly Valve Dzulfiqar, Azhar Aiman
Chrisnanto, Julian Evan
Adiperdana, Budi
In the oil and gas industry, butterfly valves often undergo erosion due to being placed in fluid flow with high pressure and high temperature.  Erosion on butterfly valves can result in huge losses so it requires early anticipation. To overcome these problems, this research proposes a hybrid SARIMA-LSTM model to predict the mass erosion of butterfly valves under several opening conditions. The results show that the SARIMA-LSTM model has superior performance compared to the conventional LSTM and SARIMA model with MSE values at valves opening 20  – 90  reaching 1E-06; 1E-06; 6.2E-05; 2.34E-04; 1.35E-07; and 1E-06 respectively. The hybrid SARIMA-LSTM model successfully identifies the non-linear characteristics of the erosion data by identifying the residual value resulting from the difference between the SARIMA model prediction and the actual data. This study also reveals that the combination of SARIMA and LSTM models significantly affects the performance of the LSTM model. This study also successfully used the SARIMA-LSTM model to predict the erosion mass value for the next 30 time-steps. Through this study, it is known that the SARIMA-LSTM hybrid model has the possibility to be applied to the oil and gas industry to help the process of observing the erosion mass on the butterfly valve.  Keywords: butterfly valve, seasonal autoregressive integrated moving average (SARIMA), long-short term memory (LSTM), erosion mass, time-series forecasting.
2025-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61007 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i1.61007
1672303 #5605 Simulasi Charge Discharge Model Baterai Lead Acid Barkah, Rahma Dini
Hidayat, Sahrul
Telah dilakukan simulasi charge-discharge model baterai lead acid dengan bantuan software Comsol. Pada penelitian ini dilakukan beberapa variasi arus pada proses charge dan discharge. Pada proses charge arus yang divariasikan sebesar 1/30C, 1/25C, 1/20C 1/10C, 1/5C, 1/2C dan 1C sedangkan pada proses discharge variasi arus pembebanannya sebesar 1/20C, 1/10C, 1/5C, 1/2C, 1C, 2C, 5C, 10C dan 20C. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kapasitas maksimum pada proses charge sebesar 897 Amper.secon pada arus pengisian 1/2C. Sedangkan kapasitas maksimum pada proses discharge sebesar 770 Ampere.secon pada arus pembebanan 1/5C. Disipasi daya baterai semakin besar seiring dengan semakin besarnya arus pengisian ataupun arus pembebanan. Berdasarkan hasil simulasi diperoleh efisiensi maksimum model baterai lead acid adalah sebesar 85,84%.
2019-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/23257 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i2.23257
1672302 #5605 Uji Kualitas Briket dari Tongkol Jagung dengan Perekat Kanji/PET dan Komposisi Gas Buang Pembakarannya Haryono, Haryono
Ernawati, Evy
Solihudin, Solihudin
Susilowati, Diah Ayu
Limbah tongkol jagung merupakah salah satu limbah biomassa potensial di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan briket. Briket termasuk bahan bakar terbarukan yang relatif lebih ramah ligkungan. Kualitas briket sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah jenis biomassa sebagai sumber karbon, jenis bahan pengikat, dan komposisi antara biomassa terhadap bahan pengikat. Polimer sintetik polietilen tereptalat memiliki sifat sebagai bahan pengikat pada pembuatan briket. Polietilen tereptalat banyak dijumpai sebagai limbah plastik. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah berupa tongkol jagung dan plastik polietilen tereptalat sebagai bahan pembuatan briket, dan mempelajari pengaruh komposisi arang tongkol jagung dan plastik polietilen tereptalat terhadap kualitas (sifat psikokimia) dan komposisi gas buang pembakaran briket. Komposisi bahan pembuatan briket divariasikan pada rasio berat arang tongkol jagung terhadap plastik sebesar 95:5, 90:10, dan 85:15. Kualitas briket diuji dan dibandingkan dengan SNI 01-6235-2000 tentang Briket Arang Kayu berdasarkan parameter nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan kadar volatile matter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi campuran bahan pembuat pada rasio berat antara arang tongkol jagung terhadap plastik polietilen tereptalat sebesar 95:5 menghasilkan briket dengan kualitas terbaik. Briket pada komposisi tersebut memenuhi standar kualitas menurut SNI briket arang kayu dan mengemisikan gas buang berupa hidrokarbon, karbon monoksida, dan nitrogen oksida dengan kadar paling rendah.
2020-08-01 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28606 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i2.28606
1672301 #5605 Rendemen dan Karakteristik Kimia Fisik Biodiesel dari Transesterifikasi Minyak Biji Kapuk Terozonasi dengan Bantuan Gelombang Ultrasonik Haryono, -
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan dan bersifat terbarukan. Biodiesel secara substansi kimia merupakan metil atau etil ester dari asam lemak rantai panjang sehingga dapat disintesis dari berbagai jenis sumber asam lemak hayati. Minyak biji kapuk adalah salah satu sumber asam lemak hayati potensial karena umumnya memiliki kadar asam lemak bebas tinggi sehingga terkelompok sebagai minyak non pangan. Sintesis biodiesel dapat dilakukan dengan berbagai modifikasi metode, salah satunya dengan memanfaatkan ozon sebagai agen pengoksidasi untuk menyederhanakan struktur molekul trigliserida dari minyak, dan melibatkan pemakaian gelombang ultrasonik untuk membantu proses pencampuran antar bahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh tahap ozonasi dan lama waktu transesterifikasi dengan bantuan gelombang ultrasonik terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari minyak biji kapuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ozonasi terhadap minyak biji kapuk selama 120 menit telah berhasil menyederhanakan struktur molekul trigliserida dari minyak. Transesterifikasi selama 180 menit terhadap minyak biji kapuk dengan bantuan gelombang ultrasonik pada frekuensi 25 kHz menghasilkan rendemen biodiesel tertinggi. Biodiesel yang dihasilkan dari semua variasi lama waktu transesterifikasi telah memenuhi Standar Biodiesel berdasarkan parameter bilangan asam, titik nyala, dan densitas. Namun beradasarkan parameter viskositas belum memenuhi syarat.
2022-02-07 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37207 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i1.37207
1672300 #5605 Mass Effect of Salak Skin Activated Carbon with Zink Chloride Chemical Activation and Its Application on Phenol Adsoption Ardianti, Aprillia Dwi
Nur Faila, Rizka
Activated carbon can be from various organic and inorganic raw materials. One organic material that has potential as a raw material is salak skin. Salak skin is modified in manufactured of activated carbon by treatment in the sun, in the roast, and the oven. Activated carbon was then activ with a ZnCl2 activator, and the adsorbing power of this salak skin-activated carbon was against phenol reduction. The most adsorbent material that reduces the concentration of phenol is the roasted adsorbent material with a final phenol concentration of 2.15 mg/L with an absorbed phenol concentration of 297.85 mg/L at a mass of 1.5g. Based on the analysis results, it can seen that each variation of the type of activated carbon material will experience a decrease in concentration along with an increase in adsorbent mass. The greater the mass of the adsorbent, the adsorption ability will increase. Each type of activated carbon material also experienced an increase in percent removal along with increasing adsorbent mass. The results of research on the effect of activ carbon mass also show that the value of adsorption capacity decreases with increasing adsorbent mass.
2023-08-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/44586 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.44586
1672299 #5605 Pembuatan Briket dari Sampah Pertanian sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Suryaningsih, Sri
Rukiah, Otong Nurhilal,
Telah dilakukan rancang bangun alat pencetak briket portable dengan tujuan untuk mengoptimalkan pemafaatan sampah dan limbah pertanian yang tersedia menjadi bahan bakar briket yang ramah lingkungan, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis sampah dan limbah pertanian tersebut. Alat pencetak briket portable didesain sederhana agar masyarakat desa dapat lebih mudah membuat, serta penggunaan bahan bakar briket secara aman dan benar. Diharapkan briket dari sampah sebagai bahan bakar alternatif yang cukup berkualitas, pengganti minyak tanah dan EPG. Briket yang baik memiliki laju pembakaran yang lama sebesar 0,0097 gr/s dan temperatur yang dihasilkan maksimum sebesar 401,07°C. Berdasarkan uji coba yang dilakukan pada masyarakat desa, didapatkan briket yang baik digunakan untuk memanaskan air dengan suhu maksimum 98°C dan waktu pendidihan 2640 sekon.
2019-01-29 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20582 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i1.20582
1672298 #5605 Potensi CoFe2O4-TiO2 Quantum Dots sebagai Nanofotokatalis Degradasi Mikroplastik Polistirena -, David
Karmila, Siti
Suryana, Nana
Faizal, Ferry
Mikroplastik polistirena telah menjadi polutan yang mengancam keberlangsungan lingkungan karena sulit terurai secara alami, penyebab kematian pada biota laut dan potensi penyakit pada tubuh manusia sehingga perlu diinvestigasi metode untuk penanganan polutan ini. Penyusunan artikel dilakukan melalui literatur review dan pemodelan reaksi degradasi polistirena. Berbagai studi menyatakan bahwa fotokatalisis merupakan metode yang mudah, murah dan efisien energi untuk degradasi polimer. Simulasi hasil pemodelan menunjukan bahwa degradasi fotokatalik polistirena berjalan lima kali lebih cepat dibandingkan proses degradasi alami. CoFe2O4-TiO2 QDs memiliki aktivitas fotokatalis yang tinggi akibat ukurannya yang kecil, responsif terhadap cahaya tampak dan pemisahannya dengan lingkungan lebih mudah karena hanya menggunakan medan magnet sehingga fotokatalitis ini unggul dan berpotensi untuk mendegradasi mikroplastik polistirena lebih cepat dengan energi yang efisien.
2021-02-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31267 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i1.31267
1672297 #5605 Pemanfaatan Karbon Aktif dari Sekam Padi Sebagai Elektroda Superkapasitor Huda, Aryani Nurul
Lestari, Indri
Hidayat, Sahrul
Superkapasitor merupakan terobosan baru di bidang penyimpanan energi, dimana superkapasitor memiliki power density yang lebih tinggi dibandingkan baterai dan memiliki energy density yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kapasitor konvensional. Pada penelitian ini digunakan jenis superkapasitor Electric Double Layer Capacitor (EDLC), dimana komponen penyusun superkapasitor EDLC yaitu elektroda, separator dan elektrolit. Salah satu aspek yang mempengaruhi tingkat keefektifan superkapasitor yaitu pemakaian bahan elektroda, disini digunakan elektroda berbahan dasar karbon aktif sekam padi yang dibuat melalui proses dehidrasi, karbonisasi pada suhu 400oC, aktivasi kimia menggunakan activator KOH 30% dan aktivasi fisika pada suhu 800oC dalam aliran gas argon. Hasil analisis FTIR menunjukkan karbon aktif sekam padi memiliki gugus fungsi C=C, C-O dan C-H. Kehadiran gugus fungsi tersebut menunjukkan proses karbonisasi telah terjadi yang ditandai dengan dominannya gugus fungsi yang mengandung karbon. Hasil karakterisasi EDS menunjukkan sampel karbon aktif sekam padi memiliki kandungan karbon sekitar 78% (% atomic). Berdasarkan hasil pengukuran konduktivitas dengan metode Four Point Probe, lapisan karbon aktif sekam padi memiliki konduktivitas sebesar 15,31 x 10^-2 S/m untuk sampel karbon aktif sekam padi tanpa CMC, 9,51 x 10^-2 S/m untuk sampel dengan CMC 3%. Hasil pengujian pada sel superkapasitor dengan substrat Cu Foil dan elektrolit KOH 2M diperoleh nilai kapasitansi spesifik sebesar 4,28 F/g pada pengujian dengan scanrate 25 mV/s. Jika dianalisis berdasarkan kemampuan menyimpan muatan pada diagram ragone plot, nilai kapasitansi spesifik tersebut telah berada pada rentang nilai untuk divais superkapasitor
2022-08-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/39639 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i2.39639
Menampilkan 861 - 880 dari total 1.550.696 data
« Awal ‹ Prev Next › Akhir »