| ID ↑ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1672261 | #3358 | Uji Aktivitas Antijamur pada Minyak Nilam Hasil Destilasi dan Fraksinasi Terhadap Jamur C. Albicans dan T. Mentagrophytes |
Setyaningrum, Prisilia Ratna Nurjanah, Sarifah Widyasanti, Asri Zain, Sudaryanto |
Senyawa patchouli alcohol (PA) pada minyak nilam diduga memiliki fungsi sebagai agen antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksinasi pada aktivitas antijamur miyak nilam. Minyak nilam yang diujikan: minyak nilam tanpa fraksinasi (100; Kadar PA: 35,28%), minyak nilam fraksi 2 (F2; Kadar PA: 25,62%), minyak nilam fraksi 7 (F7; Kadar PA: 34,86%), dan minyak nilam fraksi 8 (F8; Kadar PA: 54,59%). Minyak nilam ini diujikan pada Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan metode difusi agar yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil kemudian dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dan diuji lanjut dengan Uji Dunnet dan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan keempat jenis minyak nilam memiliki aktivitas antijamur terhadap kedua jenis jamur. Pada jamur C. albicans, DDH (diameter daya hambat) terluas pada ukuran 9,24 mm (F8) dan DDH terkecil senilai 5,89 mm (F2). Pada jamur T. mentagrophytes, DDH terluasnya adalah 7,70 mm (F8). DDH terkecilnya senilai 6,18 mm (F2). Dari hasil dapat dilihat bahwa fraksinasi minyak memengaruhi aktivitas antijamur, dimana ukuran DDH yang dihasilkan berbanding lurus dengan kadar patchouli alcohol dari minyak tersebut. Sehingga, minyak nilam dengan aktivitas antijamur terbaik adalah minyak nilam dengan kadar PA tertinggi, yaitu minyak nilam fraksi 8.Kata kunci : antijamur, fraksinasi, minyak nilam, patchouli alcohol.
|
2017-07-27 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/11243 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol11n1.9 | |
| 1672262 | #3358 | Ekstraksi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia (Christm) Swingle) dengan Perbedaan Waktu Pengeringan |
Putri, Farinissa Deliana Nurjanah, Sarifah Widyasanti, Asri Nuranjani, Farah |
Kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Christm) Swingle) merupakan bagian dari buah jeruk nipis yang minim dimanfaatkan. Adanya kandungan minyak atsiri di dalamnya dapat menjadi nilai jual yang tinggi untuk kulit jeruk nipis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi optimum dari bahan berdasarkan lama waktu pengeringan terhadap rendemen yang dihasilkan. Pengeringan dilakukan dengan cara kering angin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan analisis deskriptif dengan variabel bebas adalah kondisi bahan baku yaitu segar, kering angin 1 hari, kering angin 2 hari, kering angin 3 hari, dan kering angin 4 hari. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali. Ekstraksi dilakukan dengan metode hidrodistilasi selama 4 jam dan rasio pelarut 1:9 (b/v). Pengujian dilakukan terhadap kadar air bahan, nilai rendemen, warna, densitas, indeks bias, dan GC-MS. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi bahan kering angin selama 4 hari memberikan nilai rata - rata rendemen yang paling tinggi yaitu 3,42% dengan warna dan nilai rata – rata densitas yang memenuhi standar ISO 3519:2005 yaitu warna bening kekuningan dan 0,862 g/cm2. Nilai indeks bias minyak atsiri kulit jeruk nipis berkisar antara 1,472 – 1,473 dan hasil GC-MS yang menunjukkan terdapat 3 senyawa komponen utama yaitu limonene (40,44%), β-Pinene (23,59%), dan citral (6,93%).
|
Kulit jeruk nipis; kering angin; hidrodistilasi; rendemen. | 2023-12-19 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47962 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol17n3.7 |
| 1672263 | #3358 | PENGARUH IMBANGAN TEPUNG SORGUM DENGAN TEPUNG MASA JAGUNG (MASA FLOUR) TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK TORTILLA CHIPS |
Suntari, Ike Dewi Hudaya, Saripah Miranti, Mira |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar imbangan yang tepat antara tepung sorgum dengan tepung masa jagung sehingga dihasilkan tortilla chips dengan karakteristik inderawi yang disukai. Metode penelitian yang digunakan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang 6 kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan sorgum dengan tepung masa jagung memberikan perbedaan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, kadar protein, daya serap minyak, warna, kerenyahan, kenampakan dan kekerasan tetapi tidak memberikan perbedaan pengaruh yang nyata terhadap rasa dan aroma tortilla chips. Perlakuan terbaik adalah imbangan tepung sorgum dengan masa jagung 40%:60% dengan karakteristik kadar air 3,60%, kadar protein 8,64%, daya serap minyak 12,14%, kadar pati 69,43%, skor kesukaan terhadap warna 3,27 (biasa), aroma 3,33 (biasa), kerenyahan 3,70 (biasa), kenampakan 3,13 (biasa), serta kekerasan 1050,83 gf. Kata kunci: Tepung sorgum, Tepung masa jagung, Tortilla chips
|
2014-12-17 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4851 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1672264 | #5605 | Identifikasi Korosivitas Tanah Menggunakan Metode Resistivitas Wenner-4 Pin |
Santoso, Budy Wijatmoko, Bambang |
Penelitian korosivitas tanah telah dilakukan di kilang minyak Balikpapan, Kalimantan Timur. Lokasi peneitian ini berada di dekat laut sehingga tanah dilokasi tersebut memiliki potensi korosif. Pada area kilang minyak terdapat pipa maupun struktur penyangga bangunan yang terbuat dari logam yang ditanam dalam tanah. Infrastruktur tersebut sangat riskan terhadap korosi. Korosi di industri migas harus dikendalikan karena dapat menurunkan kemampuan suatu bahan (logam) dalam menerima beban, sehingga berdampak pada keamanan dan keselamatan kerja. Salah satu metode geofisika untuk mengidentifikasi korosivitas tanah yaitu Metode Resistivitas Wenner 4 pin. Metode ini merupakan metode pengujian resistivitas tanah yang telah terstandarisasi internasional berdasarkan American Society for Testing and Materials (ASTM-G57). Dalam pegukuran korosivits tanah, spasi antar elektroda yang digunakan : 1 – 15 m, dengan kedalaman yang dapat dideteksi mulai kedalaman : 0 – 2 m, 2 – 3,5 m, 3,5 – 6,5 m, 6,5 – 8 m dan 8 – 10 m.Kata kunci: korosivitas tanah,  resistivitas, Wenner-4 pin
|
2023-08-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43976 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.43976 | |
| 1672265 | #5605 | Pengaruh Tekanan Pembriketan Terhadap Karakteristik Mekanik Dan Karakteristik Pembakaran Pada Briket Campuran Sekam Padi Dan Bonggol Jagung | SURYANINGSIH, SRI |
Penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif lebih effisien dengan cara dikonversi dalam bentuk padatan berupa briket. Untuk memenuhi standar pemasaran briket harus memiliki kualitas yang baik dari segi ketahanan dan pembakaran, karena itu penting untuk membuat briket lokal dari arang sekam padi dan bonggol jagung yang memiliki kekuatan mekanis dan karakteristik pembakaran yang baik yang setara dengan standar briket nasional. Proses pembuatan briket diawali dengan pengumpulan arang sekam padi dan bonggol jagung yang kemudian dihancurkan sampai ukuran tertentu untuk kemudian dicampur dengan perekat berupa tapioka seberat6 % dari berat bahan briket. Komposisi yang digunakan adalah 50% arang sekam padi dan 50% arang bonggol jagung. Variasi tekanan yang digunakan pada pembuatan briket, adalah 15 kg / cm2, 35 kg / cm2, 55 kg / cm2 dan 75 kg / cm2. Briket yang terbentuk kemudian diuji dengan uji kuat tekan dan uji pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tekanan pada pembuatan briket akan menaikan nilai kekuatan mekanik dan memperlambat waktu pembakaran, namun penambahan tekanan mencapai titik maksimal pada nilai 75 kg/cm2 , sebesar 0,28 kg/cm2 dan lama waktu pembakaran adalah 129 menit dengan laju pembakaran adalah 0,3488 g/menit. Kata Kunci : Sekam Padi, Bongkol Jagung, Tekanan Pembriketan, Laju Pembakaran
|
2020-02-18 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26140 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.26140 | |
| 1672266 | #5605 | Charge-Discharge Model Superkapasitor RGO dalam Sistem Elektrolit KCl |
Unmu Dzujah, Diyan Marcelina, Vika Syakir, Norman Bahtiar, Ayi Fitrilawati, F |
Reduced Graphene Oxide (RGO) memiliki potensi aplikasi sebagai elektroda superkapasitor. Dalam penelitian ini dikaji karakteristik charge-discharge dari sistem superkapasitor RGO yang menggunakan larutan KCl sebagai elektrolit. Film tipis Graphene Oxide (GO) dibuat dengan teknik solution casting di atas substrat glass/ITO dari dispersi GO dalam akuades dengan konsentrasi 1 mg/ml. Untuk mendapatkan film RGO maka film GO yang telah dibuat direduksi secara termal di atas hotplate pada suhu 200ď‚°C selama 1 jam untuk mengurangi kadar oksigen pada film tersebut. Model superkapasitor terdiri dari film RGO sebagai working electrode dan platina sebagai counter electrode, serta larutan KCL dengan konsentrasi 1 Molar sebagai elektrolit. Pengujian charge-discharge dilakukan pada berbagai macam arus discharge.
|
2018-01-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15407 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i1.15407 | |
| 1672267 | #5605 | Analisis Metode Waktu Peluruhan Gempa Bumi Susulan Berdasarkan Studi Kasus Gempa Bumi Pasaman Barat 25 Februari 2022 |
Faiza, Nida Nur Wibowo, Anov Mukti Fatimah, Rizkahana |
Studi kasus penelitian ini adalah gempa signifikan di daerah Pasaman Barat dengan kekuatan M6,1 yang terjadi pada tanggal 25 Februari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu peluruhan gempa Pasaman serta menentukan metode statistik yang paling sesuai untuk mendapatkan prediksi waktu peluruhan gempa bumi susulan di wilayah Pasaman. Data yang digunakan merupakan gempa dalam rentang koordinat 0,35°LU - 0,05°LS dan 99,8°BT – 100,2°BT dengan parameter kedalaman kurang dari 50 km yang terjadi pada tanggal 25 Februari  hingga 3 Maret 2022. Analisis menggunakan metode Omori, Mogi I, Mogi II, dan Utsu menghasilkan waktu peluruhan gempa susulan selama 24 hari, 24 hari, 10 hari, dan 23 hari. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode statistik yang paling tepat untuk penentuan waktu peluruhan gempa bumi di wilayah Pasaman Barat yaitu Metode Omori dan Mogi I.
|
2024-08-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/55079 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i2.55079 | |
| 1672268 | #5605 | Inovasi Teknologi Cerdas Gelombang Audiosonik dan Ultrasonik Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Serta Ketahanan Tanaman Padi Terhadap Hama dan Penyakit |
Nur Vendi, Bergas Frenli Dwiputra, Muhammad Fadila Rahayu, Septiani Rosita, Eneng Tuti Angelina, Marsella Dewi, Vira Kusuma |
Serangan hama dan penyakit pada tanaman padi dapat menyebabkan penurunan produktivitas beras yang dapat memicu terjadinya krisis pangan. Penggunaan gelombang audiosonik dan ultrasonik diketahui dapat menjadi salah satu alternatif dalam memicu pertumbuhan serta tindakan preventif terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dirancang sebuah inovasi teknologi yang memanfaatkan gelombang suara berbasis IoT dan artificial intelligence. Pembuatan perangkat dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya perencanaan dan perancangan prototipe, pembuatan perangkat, penambahan fitur monitoring, pengembangan aplikasi android, pengembangan web server, pembuatan rangka dan integrasi modul GSM, yang diakhiri dengan uji fungsional serta uji teknologi. Dalam perancangannya, prototipe memadukan komponen-komponen seperti Arduino MegaR32560built-in wi-fi, sparkfun MP3 player shield, amplifier, speaker audiosonik dan ultrasonik, ESP36-Cam, modul GSM, serta LCDdisplay. Hasil yang didapat berupa perangkat fungsional TASER-2P yang dapat memacu pertumbuhan tanaman melalui mekanisme buka tutup stomata serta mengendalikan hama tikus sawah dan wereng. TASER-2P memiliki berbagai fitur seperti optimasi pertumbuhan, usir hama, dan induksi resistensi yang terintegrasi dalam satu kesatuan alat. Selain itu, terdapat fitur monitoring yang terhubung dengan AI dan aplikasi android.
|
2025-08-21 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65418 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i2.65418 | |
| 1672269 | #5605 | Identifikasi Zona Akuifer Menggunakan Metode Resistivitas-DC di Daerah Kipas Lava Pegunungan Malabar Kabupaten Bandung Jawa-Barat |
Harja, Asep Ayu Aprilia, Berliana Dini Fitriani, Kusnahadi Susanto, |
Daerah Haruman memiliki kondisi air yang cukup melimpah saat musim hujan maupun musim kemarau yang ditandai dengan perkebunan yang cukup subur. Maka dari itu, dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi zona akuifer berdasarkan persebaran nilai resistivitas batuan. Selain itu, untuk melihat kemenerusan akuifer dilakukan pengukuran saat musim hujan. Metode yang digunakan adalah metode resistivitas DC dengan konfigurasi Schlumberger. Hasil penelitian telah menunjukkan terdapat tiga lapisan di daerah penelitian, yaitu lapisan akuiklud, akuifer, dan akuifug. Lapisan yang memiliki nilai resistivitas rendah dibawah 20 Ωm yang diidentifikasikan sebagai lapisan akuiklud. Lapisan ini mampu menyimpan air tetapi tidak dapat meloloskan air. Lapisan batuan dengan nilai resistivitas pada rentang 20 Ωm – 100 Ωm merupakan kelompok batuan resistivitas menengah yang diidentifikasikan sebagai akuifer yang bersifat permeable. Lapisan batuan yang memiliki nilai resistivitas di atas 100 Ωm diindikasikan sebagai batuan breksi vulkanik yang bersifat akuifug atau tidak dapat menyimpan maupun meloloskan air (impermeable). Dengan tidak adanya lapisan akuifug di atas lapisan akuifer, maka diperkirakan akuifer pada daerah penelitan merupakan akuifer dangkal yang bersifat bebas (Unconfined Aquifer) dengan kedalaman kurang dari 40 meter. Kata kunci: metode geolistrik, resistivitas, akuifer
|
2023-02-09 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43216 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i1.43216 | |
| 1672270 | #5605 | Kinerja Metode Elektroflotasi pada Pengolahan Air Limbah Pewarna Tekstil Dispersi | ST, MT, Haryono |
Air limbah tekstil mengandung berbagai jenis senyawa polutan yang bersifat racun, dapat terdekomposisi menjadi senyawa karsinogenik dan mutagenik, dan sulit terurai secara alami. Oleh karena itu, pembuangan air limbah tekstil di atas batas maksimal baku mutu ke lingkungan akan menimbulkan banyak dampak negatif terhadap ekosistem di lingkungan. Industri tekstil memanfaatkan sekitar 2/3 total produk pewarna. Dan pada proses produksi tekstil, sekitar 10-15% dari penggunaa zat warna tersebut terbuang sebagai air limbah. Zat warna dispersi merupakan salah satu jenis pewarna sintetik yang relatif luas dimanfaat di industri tekstil, khususnya pada produksi tekstil jenis poliester dan poliamida. Zat warna dispersi tersebut bersifat tidak larut dalam air dan memiliki ketahanan kimia relatif tinggi. Salah satu metode yang sesuai diterapkan untuk mengolah air limbah pewarna tekstil dispersi tersebut adalah elektroflotasi. Elektroflotasi bekerja dengan prinsip dasar sebagai sel elektrolisis. Kinerja elektroflotasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah beda potensial listrik dan lama waktu elektroflotasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh beda potensial listrik dan lama proses terhadap kinerja metode elektroflotasi pada pengolahan air limbah pewarna tekstil dispersi. Pada penelitian ini, kinerja elektroflotasi diukur berdasarkan kemampuan metode tersebut dalam menurunkan nilai COD (Chemical Oxygen Demand) dan tingkat warna dari air limbah tekstil yang diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi elektroflotasi terbaik dicapai pada penggunaan beda potensial listrik sebesar 12 V dan waktu elektroflotasi selama 60 menit. Pada kondisi elektroflotasi terbaik tersebut, nilai COD dan tingkat warna dari air limbah tekstil dapat diturunkan dengan derajat pembuangan berturut-turut sebesar 88,9% dan 93,3%.
|
2021-08-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/33108 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.33108 | |
| 1672271 | #5605 | Desain dan Simulasi Switching Magnet untuk Akselerator Siklotron DECY-13 |
Darojat, Della Djahrotun Riveli, Nowo Adiperdana, Budi Taufik, Taufik |
Switching magnet merupakan komponen dalam sistem beamline pada akselerator yang berfungsi untuk mengalihkan lintasan berkas partikel menuju target yang berbeda dengan sudut defleksi tertentu. Prinsip kerjanya bergantung pada interaksi antara medan magnet statis dan momentum partikel bermuatan, sehingga memungkinkan pengendalian arah berkas secara presisi. Penelitian ini bertujuan merancang switching magnet untuk beamline siklotron DECY-13 milik PRTA-BRIN, dengan spesifikasi proton berenergi 13 MeV dan target defleksi 15°. Desain awal mengadaptasi geometri magnet dari siklotron CS-30 yang memiliki energi 26 MeV, sehingga diperlukan penyesuaian arus pada konfigurasi kumparan agar kompatibel dengan sistem DECY-13. Simulasi distribusi medan magnet dilakukan menggunakan CST EM Studio berbasis metode elemen hingga (Finite Element Method) untuk menentukan karakteristik medan magnet yang dibutuhkan. Berdasarkan perhitungan teoritis, medan efektif sebesar 0,265 T diperlukan untuk mencapai defleksi 15°, sementara hasil simulasi menunjukkan medan efektif senilai 0,267 T pada arus 25 A. Selanjutnya dilakukan simulasi lintasan partikel menggunakan CST Particle Studio dengan metode Leapfrog, menghasilkan sudut defleksi sebesar 15,86° dan 15,98° untuk lintasan sepanjang 0,68 m dan 0,86 m. Sebagai pembanding, metode Runge–Kutta orde 4 (RK4) menghasilkan defleksi 14,99° dan 15,00° pada kondisi medan yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa desain yang dibuat mampu mengarahkan partikel sesuai target secara efektif.Kata kunci : Switching magnet, Defleksi berkas proton, Metode Elemen Hingga (FEM), Integrasi Leapfrog, Metode Runge–Kutta orde 4
|
2026-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68494 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v10i1.68494 | |
| 1672272 | #5605 | Investigasi Experimental Konduktivitas Panas pada Berbagai Logam |
Wuryanti, Sri Iriani, Purwinda |
Teknologi material dibutuhkan untuk meningkatkan performance suatu alat, terutama alat-alat mekanik dan listrik. Salah satu penerapannya yakni pada HE, pipa-pipa distribusi uap, furnace, tangki pemanas dan sebagainya. Nilai konduktivitas yang kecil biasanya digunakan untuk bahan isolator, sedangkan nilai yang besar untuk konduktor. Konduktivitas panas pada setiap material mempunyai nilai yang berbeda-beda dan pada umumnya bahan padat lebih tinggi daripada cairan. Jumlah laju perpindahan panas mempunyai nilai yang tinggi, apabila nilai konduktivitas panasnya besar. Untuk dapat mengukur nilai konduktivitas panas diperlukan alat pengukuran yang representatif dan disini akan dibuat rangkaian peralatan yang terdiri dari Joulemeter, thermometer digital dan powersupply. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai konduktivitas panas untuk alumunium 74,829 W/m oC sampai 160,348 W/m oC, baja 61,862 W/m oC sampai 83,987 W/m oC, besi 64,619 W/m oC sampai 85,924 W/m oC, untuk besi tempa  41,143 W/m oC sampai 74,253 W/m oC dan seng 57,094 W/m oC sampai 80,289 W/m oC.
|
2018-01-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/14467 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i1.14467 | |
| 1672273 | #5605 | Performance Analysis of Aluminum Sulfate (Alum) as a Lead-Acid Battery Electrolyte | Sidik, Rizky Permana |
Baterai lead-acid telah menjadi salah satu sumber energi yang paling umum digunakan pada kendaraan. Baterai lead-acid diletakkan dekat mesin pada kendaraan, sehingga akan terpengaruh oleh kenaikkan suhu selama penggunaan. Baterai ini menggunakan elektrolit berupa larutan asam sulfat yang bersifat korosif, sehingga berbahaya bila terjadi kontak dengan lingkungan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terkait optimasi tawas (Al2(SO4)3) sebagai elektrolit alternatif baterai lead-acid. Penggunaan tawas sebagai elektrolit akan mengubah karakteristik baterai seperti tegangan, kapasitas, dan berat jenis. Penelitian ini terdiri dari pembuatan larutan, uji TDS, uji pH, uji charge-discharge dan uji berat jenis. Terdapat 6 variasi larutan yaitu larutan tawas (35%; 50% dan 100%) dan larutan tawas 50% dengan penambahan H2SO4 (5%, 10%, dan 15%). Molaritas optimal larutan tawas yang dapat digunakan adalah 2 M. Konduktivitas listrik larutan meningkat seiring peningkatan kadar tawas dan asam sulfat (H2SO4), Sementara pH larutan menurun. Kapasitas terbesar terjadi pada baterai dengan kadar tawas 50% yaitu 0,05 Ah dan dengan penambahan asam sulfat (H2SO4)15% yaitu 0,52 Ah. Larutan tawas mengalami penurunan berat jenis sebesar 0,0013 setiap kenaikan 1 derajat celcius, sedangkan larutan tawas dengan penambahan asam sulfat (H2SO4) mengalami penurunan sebesar 0,0012.
|
2024-02-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48610 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i1.48610 | |
| 1672274 | #5605 | Study of Chemical Structure and Electrical Properties of Nitrogen-Doped Activated Carbon from Candlenut Shell (Aleurites Moluccana) |
Hidayat, Sahrul Mudaim, Sarifah -, Risdiana |
Li-Sulfur batteries have a high theoretical energy density of 1300 Ah/kg which is about 3 times of commercial lithium ion batteries today. It has several problem in application, especially low electrical conductivity (5x10-30 S/cm) and the swelled volume during the charge/discharge process due to the formation of polysulfide. The solution of this problem is binded the Sulfur particles in porous carbon host. Binder Carbon/Sulfur will increase electrical conductivity while preventing swell the volume of Sulfur during the charge/discharge. In this paper, the nitrogen doped of activated carbon from candlenut shell was investigated for host material of carbon. The chemical structure and electrical conductivity of activated carbon doped nitrogen was studied. The synthesis of activated carbon was carried out by the pyrolysis process at 700°C and then activated by impregnation process for 24 hours using KOH as activator. The pyrolysis process is followed by nitrogen doped using NH3 as a source of nitrogen. The weight ratio of carbon and NH3 is 1:3 using 10% and 25% of NH3 concentrations. The sample was then heated in a furnace at 850°C for 3 hours. The results of BET characterization can be determined the surface area of activated carbon from candlenut shell around 681 m2/g. The process of nitrogen doping of activated carbon has been carried out successfully proved by the presence of C-N functional groups through FTIR analysis. Based on the results of SEM-EDX analysis, the nitrogen content in activated carbon is around 0.52% and 0.34% for NH3 concentration of 25% and 10% respectively. The electrical conductivity of nitrogen doped activated carbon is around 2,31 x 102 S/cm and 2,03 x 102 S/cm for NH3 concentration of 25% and 10% respectively.
|
2022-08-09 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41015 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i2.41015 | |
| 1672275 | #5605 | Peningkatan Laju Disolusi dan Kelarutan Gliklazid menggunakan Teknik Nano-Confined Coamorphus (NCCA) dari Kokristal ke Keadaan Koamorf |
Gozali, Dolih Rusdinana, Taofik Purwanto, Aris |
Gliklazid salah satu obat hipoglikemik generasi kedua golongan sulfonilurea yang digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2, yang memiliki kelarutan dalam air yang sangat rendah. Salah satu cara untuk meningkatkannya menggunakan metode kokristal dan menggunakan mikrosfer silika mesopori (MSM) yang memiliki luas permukaan besar untuk membentuk obat gliklazid amorf dan koamorf, meningkatkan profil disolusi suatu senyawa dengan meningkatkan luas permukaan kontak antara gliklazid dan media disolusi yang digunakan.Pemilihan koformer dilakukan dengancarain silico, energy yangmenunjukkan ikatan paling kecil dipilih sebagai koformernya, selanjutnya kokristal dibuat dengan cara solvent evaporator pada rasio (1:1, 2:1, 1:2). Pembuatan MSM digunakan natrium silika (Na2SiO3) yang berubah menjadi silika (SiO2) dengan metode high pressure homogenize,digunakan tween 80 dan span 80 sebagai surfaktan untuk pembentuk emulsi. Pemilihan koformer dengan cara in silico,menunjukkan interaksi gliklazid-nikotinamid yang menghasilkan energi ikatan paling kecil (E = -2,38 kkal/mol). Material mesopori diperoleh volume pori 0,332 cm3/g, diameter pori 8,9 nm, luas permukaan 155,478 m2/g dan ukuran partikel 0,993 µm. Hasil kelarutan dan disolusi kokristal, gliklazid amorf dan sistem NCA terjadi peningkatan yang signifikan. Pemilihan koformer dengan carain silicoyang paling bagus adalah nikotinamid. Kokristal, amorf dan sistem NCA dengan metode yang digunakan dapat meningkatkan kelarutan dan profil disolusi. Kenaikan kelarutan sistem NCA media aquades naik 2,3 kali, media HCL pH 1,2 naik 2,7 kali dan media dapar fosfat pH 6,8 naik 1,6 kali dari gliklazid murni
|
2021-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/32219 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i1.32219 | |
| 1672276 | #5605 | Pengaruh Laju Aliran Udara Terhadap Konsentrasi Gas Mampu Bakar dan Daya Gasifikasi |
Nurhilal, Otong Faizal, Ferry Poetra, Harry |
Pada penelitian ini telah dianalisa CH4, CO dan H2 sebagai unsur dominan pada gas hasil gasifikasi dari sekam padi dan bonggol jagung. Tipe gasifikator yang digunakan adalah tipe updraft dengan udara sebagai medium gasifikasi dengan variasi laju udara 1-5 m/s. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan sensor MQ2, MQ4 dan MQ8. Banyaknya bahan biomassa yang digunakan untuk 1 kali proses gasifikasi adalah 1 kg. Berdasarkan data hasil pengukuran temperatur gasifikasi tertinggi mencapai 866 ˚C dengan laju aliran udara 4,8 m/s. Untuk nilai konsentrasi rata-rata CH4, CO dan H2 tertinggi untuk bonggol masing masing adalah 3791,4 ppm, 8959,4 ppm, dan 8267,1 ppm dengan laju aliran udara 5m/s. Untuk sekam padi diperoleh nilai rata-rata konsentrasi masing-masing adalah 6728 ppm 7497 ppm, dan 7617 ppm pada 3 m/s. Nilai daya terbesar untuk bonggol jagung adalah 11,6 kW pada laju aliran 5 m/s dan  sekam padi adalah 2,51 kW pada laju aliran 3 m/s.
|
2019-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22600 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i2.22600 | |
| 1672277 | #5605 | Perhitungan Desain Ketebalan Isolator Termal Pada Water Heating Tank FASSIP-02 Mod.01 |
Haryanto, Dedy Rosidi, Ainur Juarsa, Mulya |
Abstrak. Fasilitas Simulasi Sistem Pendingin Pasif-02 (FASSIP-02) Mod. 01 merupakan salah satu fasilitas penelitian untuk mempelajari pendinginan reaktor sistem pasif. Latar belakang penelitian ini dilakukan adalah terjadinya kejadian station blackout (SBO) pada PLTN Fukushima Daiichi pada Maret 2011 di Jepang yang berakibat terjadinya kecelakaan nuklir. Salah satu komponen pada FASSIP-02 Mod.01 adalah Water Heating Tank (WHT) yang berfungsi sebagai simulator reaktor dalam pembangkitan kalor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ketebalan isolator termal pada WHT sehingga dapat memperkecil heat loss. Tahapan yang dilakukan adalah menentukan beberapa isolator termal dan menjadikan konduktivitasnya sebagai salah satu data untuk perhitungan. Selanjutnya membuat flow-chart untuk melakukan perhitungan menggunakan software Matlab, membuat pemrograman pada Matlab serta menjalankan pemrograman tesebut dan melakukan analisis hasil perhitungan dan menentukan jenis isolator termal yang akan digunakan di WHT. Berdasarkan hasil perhitungan isolator termal yang dipilih adalah isolator termal berbahan silika aerogel dengan ketebalan 60- 150 mm yang mengakibatkan heat loss maksimal sebesar 50 W/m. Kata kunci: FASSIP-02 Mod. 01, isolator termal, Water Heating Tank, silika aerogel, heat loss.
|
2023-08-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47024 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.47024 | |
| 1672278 | #5605 | Studi Sifat Elektronik Pyrochlore Nd2Ir2O7 Menggunakan DFT |
Wahyuni, Nurannisa Hi Manrulu, Rahma Ramli, Irwan |
Pyrochlore adalah mineral yang akan mengeluarkan api berwarna hijau apabila dibakar dan memiliki struktur kubus. Pyrochlore memiliki banyak jenis salah satunya pyrochlore yang disintetiskan dengan senyawa lantanida. Pyrochlore lantanida ini memiliki Metal Insulator Transition (MIT) yang berbeda berdasarkan senyawa lantanidanya yang juga memiliki sifat elektronik yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat elektonik pyrochlore Nd2Ir2O7, Â sifat elektonik pyrochlore Nd2Ir2O7 diketahui dengan cara menganalisis dan menghitung Electronic Band Structure dan Density of State (DOS) menggunakan metode komputasi Density Functional Theory (DFT) yang diimplementasikan pada perangkat lunak Quantum Espresso. Perhitungan dilakukan dengan energycut-off wave function (ecutwfc=50 Ry) dan K-Point optimal 4x4x4, dimana hasil perhitungan tersebut diperoleh electronic bands structure yang menunjukkan bahwa tidak terdapat band gap atau zero band gap pada Nd2Ir2O7,. Pada perhitungan telah melibatkan efek Hubbard dan spin orbit Coupling tetapi belum melibatkan struktur spin. Sedangkan perhitungan DOS terdapat tingkat energi yang melewati energi Fermi
|
2022-02-07 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/36533 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i1.36533 | |
| 1672279 | #5605 | Korelasi Sinyal Gelombang P Dalam Penentuan “Keluarga” Gempabumi |
Pratama, I Putu Dedy Marsono, Agus |
Pengelompokan gempabumi didasarkan pada hubungan antargempabumi yang satu dengan gempabumi yang lain yang dinyatakan sebagai bentuk ”keluarga” gempabumi. Hubungan tersebut dapat dinyatakan dalam korelasi sinyal gempabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokan kejadian gempabumi menggunakan metode kemiripan sinyal dengan korelasi silang. Berdasarkan kejadian gempabumi outer rise Sumatera dalam rentang waktu 2011-2013 diperoleh data 69 gempabumi dari Global CMT. Penulis menggunakan data sinyal format full SEED dari webdc BMKG. Terdapat dua gempabumi yang tidak memiliki rekaman sinyal dan tiga sinyal gempabumi yang tidak memiliki rekaman gelombang P pada repository gempabumi BMKG. Penentuan batasan gempabumi dependent   didasarkan pada hasil normalisasi korelasi silang antargempabumi. Penentuan “keluarga” dibuat menggunakan dendrogram yang dihitung dengan metrik Chebysev. Semakin tinggi korelasi berarti semakin dekat hubungan “keluarga” atau dalam dendrogram dinyatakan dalam kedekatan dengan titik pertemuan antarcabang. Pembagian temporal untuk korelasi sinyal wilayah outer rise Sumatera menunjukkan hasil yang acak untuk setiap cluster, sedangkan pembagian spasial menunjukkan hasil yang cenderung menunjukkan pengelompokan gempabumi. Pembagian sinyal secara mekanisme fokus menunjukkan hasil yang baik dimana mampu mengelompokan sinyal berdasarkan mekanisme fokusnya. Secara keseluruhan identifikasi kemiripan sinyal dengan korelasi silang dapat digunakan dalam menentukan gempabumi dependent . .
|
2020-08-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27411 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i2.27411 | |
| 1672280 | #5605 | Rancang Bangun Sistem Buoy Menggunakan Sistem Komunikasi Long Range untuk Pengamatan Wilayah Pesisir |
Utama, Satria Mitra Rafi, Achmad Maulana Hariyanto, Justinus Ristoadi, |
Indonesia adalah negara maritim dengan wilayah perairan yang luas. Wilayah perairan yang luas menyebabkan observasi maritim menjadi terhambat. Selama ini aktivitas observasi masih dilakukan dengan bantuan kapal, sehingga membutuhkan biaya yang tinggi dan dan tidak efisian. Padahal parameter kelautan seperti suhu laut bermanfaat bagi kegiatan manusia dibidang keselamatan transportarsi maupun kepentingan ilmiah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai lembaga pemerintah bertugas melakukan observasi maritime parameter suhu laut. Data suhu laut didapatkan dari citra satelit dan permodelan Ocean Forecasting System (OFS) BMKG dikarenakan keterbatasan alat dan biaya untuk melakukan pengamatan secara langsung. Makalah ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dengan merancang sistem Buoy yang dapat beroperasi dengan mudah dan efisien. Komponen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa sensor waterproof DS18B20, mikrokontroler ATmega328P dan sistem komunikasi Long Range (LoRa). Data pengamatan Buoy dikirimkan secara realtime. Sistem komunikasi LoRa menunjukan mampu untuk mengirimkan data hingga jangkauan 2 Km dengan kondisi tanpa ada penghalang. Data pengamatan lalu ditampilkan pada sistem antarmuka
|
2019-01-29 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20623 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i1.20623 |