| ID ↑ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671961 | #8617 | Counseling and Dissemination of Mapping Potential Sources of Processed Waste in Cijulang District, Pangandaran. |
ANDHIKAWATI, AULIA PERMANA, REGA |
Pangandaran has potential for developing multisectoral fisheries and marine science, such as marine tourism, aquaculture, marine culture, fishing, and fishery processing. The increase of fishery potential is followed by the development of the fishery product technology which is spread ini every sub district both on a large scale or houshold scale in the form of micro, small, and medium enterprises. The development of fishery based products has the potential to be implemented in Pangandaran. The development of fishery processing activities also indicates an increase in the potential for solid or liquid waste production. In order for fishery processing activities in Pangandaran always sustainable with zero waste principle, structured information is needed. There are three Poklahsar in Parigi District that produce salted fish, nuget, and jambal salted fish. The average total volume of waste is less than 20 kg/ month.
|
Ikan, ikan asin, pengolahan ikan, limbah perikanan, Pangandaran Perikanan | 2023-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45109 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i1.45109 |
| 1671962 | #8617 | Pelatihan Kecukupan Kebutuhan Nutrisi Sapi Perah Periode Laktasi dan Kering Kandang Di Kelompok Mitra Amanah Pagerageung Tasikmalaya |
Christi, Raden Febrianto Suharwanto, Dwi Suryanah, Sari Salimah, Aldena Bina Sudrajat, Ajat |
Sapi perah adalah ternak yang dapat menghasilkan produksi susu dan bagian dari sumber gizi Masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Produksi susu yang dihasilkan dari seekor sapi perah sangat tergantung kepada aspek lingkungan salah satunya manajemen pakan. Periode yang diperhatikan adalah laktasi dan kering kandang. Tujuan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan peternak dalam mengetahui serta mengevaluasi kebutuhan nutrisi sapi perah periode laktasi dan kering kandang. Kegiatan ini diikuti oleh peternak sapi perah yang masuk pada anggota kelompok mitra amanah Kecamatan Pageurageung Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini dibagi menjadi 5 tahapan yaitu 1) Pengisian pre-test yang wajib dikerjakan oleh setiap individu tentang materi yang akan diberikan tentang pengetahuan dan evaluasi kebutuhan kecukupan ransum sapi perah periode laktasi dan kering kandang. 2) Penjelasan materi kecukupan kebutuhan pakan berdasarkan hasil analisis bahan pakan 3) Diskusi atau tanya jawab. 5) Pengisian post-test terhadap peserta individu untuk mengetahui sejauhmana pemahaman materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pre test mengenai kecukupan nutrien pakan sapi menghasilkan persentase nilai sedikit sehingga setelah kegiatan pematerian selesai nilai post test meningkat. Kegiatan pelatihan evaluasi kecukupan nutrien pakan sapi perah periode laktasi dan kering kandang mampu memberikan respon positif serta meningkatkan pengetahuan di tingkat peternak.
|
nutrisi, sapi perah, laktasi, kering kandang | 2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65041 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.65041 |
| 1671963 | #8617 | Pendampingan Usaha Pemberdaya Good Agricultural Practices “Lidi Kelapa” Melalui Peningkatan Business Sustainability dan Business System Information Pada UMKM Sapua Craft Kab.Pangandaran |
Sitio, Nurul Mardhiah Kurniawati, Linda Thirafi, Luthfi Fauzan, Farisadri |
Produksi kelapa yang optimal memerlukan teknik budidaya yang tepat, namun sering kali terhambat oleh kurangnya pengetahuan petani.Di Kabupaten Pangandaran, UMKM Sapua Craft membuat berbagai produk kerajinan tangan dengan lidi kelapa. Pencatatan keuangan, pembayaran, dan pemasaran masih dilakukan secara manual, yang menghambat efisiensi operasi. Untuk meningkatkan efisiensi operasional Sapua Craft, penelitian ini mengeksplorasi berbagai platform digitalisasi sistem informasi dan keberlanjutan bisnis. Dalam penelitian ini, observasi lapangan dan wawancara dilakukan dengan pemilik usaha kecil dan menengah (UMKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-commerce dan aplikasi buka warung bermanfaat karena mempermudah pencatatan keuangan, memperluas jalur pemasaran, dan meningkatkan diversifikasi produk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan teknologi dapat membawa perubahan positif dalam operasional UMKM Sapua Craft.
|
Kelapa; UMKM; digitalisasi; Sapua Craft; E-commerce | 2025-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60809 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.60809 |
| 1671964 | #8617 | Integrasi GIS untuk Analisis Kesesuaian Lahan dan Ketersediaan Air: Mendorong Potensi Peternakan Domba di Desa Bangunjaya, Pangandaran |
Ismiraj, Muhammad Rifqi Millah, Riza Saepul Fadlina, Siti Witanto, Witanto Kuswaryan, Sondi |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan menganalisis kesesuaian lahan dan ketersediaan air untuk peternakan domba di Desa Bangunjaya, Distrik Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, dengan menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (Geo-Information System/GIS). Penelitian ini menggunakan metode superimposisi untuk mengintegrasikan data tutupan lahan yang ada dengan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Pangandaran untuk tahun 2018-2032, menilai kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk peternakan domba. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar Desa Bangunjaya memiliki kondisi topografi dan tanah yang mendukung untuk peternakan domba. Analisis juga mengungkapkan bahwa area-area ini didukung oleh jaringan badan air yang memadai, menjamin ketersediaan air untuk ternak sepanjang tahun. Selain itu, penelitian ini mengakui pentingnya kedekatan dengan jaringan jalan, yang dapat memfasilitasi akses ke pasar dan transportasi barang. Studi ini juga menyoroti kebutuhan kritis untuk praktik pertanian yang berkelanjutan dan perencanaan strategis untuk mengurangi dampak lingkungan yang potensial, terutama di area sensitif. Kesimpulan dari studi ini adalah Desa Bangunjaya memiliki potensi yang signifikan untuk mengembangkan peternakan domba, didukung oleh sumber daya lahan dan air yang menguntungkan. Namun, penekanannya adalah bahwa ekspansi harus berlanjut dengan komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dan konservasi lingkungan.
|
land suitability, water availability, sheep farming, GIS, sustainable agriculture, environmental impact, Bangunjaya Village | 2024-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/52367 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i1.52367 |
| 1671965 | #8617 | PENYULUHAN DALAM PEMANFAATAN IKAN TENGGIRI MENJADI BAKSO IKAN DI DESA CINTARATU, PENGANDARAN |
Andhikawati, Aulia Permana, Rega Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Akbarsyah, Nora |
Luasnya wilayah perairan Indonesia, terutama wilayah Kabupaten Pangandaran, menjadikan hasil perikanan menjadi sektor utama dalam peningkatan nilai ekonomi daerah. Hasil perikanan tangkap di wilayah Jawa Barat sebesar 7.319 ton pada tahun 2020. Hasil perikanan laut sangat berpotensi untukdimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tambah. Pengolahan hasil perikanan yang banyak digemari di Masyarakat yaitu Bakso Ikan. Pengolahan ikan yang dibuat dalam bentuk bakso orang akan lebih tertarik dan juga berminat dalam mengkonsumsinya. Hal ini juga merupakan salah satu tujuan tercapainya salah satu program yang telah dicanangkan oleh pemerintah agar dapat meningkatkan konsumsi daging ikan terhadap masyarakat. Ada empat tahap dalam kegiatan ini yaitu tahap perisiapan, pemberian materi, praktek, dan evaluasi. Hasil kegiatan PPM secara garis besar mencakup beberapa komponen yaitu keberhasilan target jumlah peserta pelatihan, ketercapaian tujuan pelatihan, ketercapaian target materi yang telah direncanakan, kemampuan peserta dalam penguasaan materi, kemampuan peserta dapat dilihat dari penguasaan materi dan keterampilan dalam membuat bakso ikan selama proses penyuluhan berlangsung. Penilaian mengenai dapat di lihat pada Gambar 1. Peserta cukup memahami materi yang diberikan. Ada sebanyak 66% peserta yang paham dengan sangat baik dan paham dengan baik.
|
2022-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41031 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i2.41031 | |
| 1671966 | #8617 | Pelatihan Pengumpulan Sampah Laut Kepada Pengunjung Pantai Pangandaran |
Apriliani, Izza Mahdiana Purba, Noir Primadona Dewanti, Lantun Paradhita Herawati, Heti Faizal, Ibnu |
Monitoring sampah secara kontinu dan global diperlukan untuk mengurangi dampaknya di perairan. Salah satunya monitoring sampah di Pantai Pangandaran yang merupakan salah satu objek wisata andalan di Jawa Barat. Banyaknya jumlah penduduk dan wisatawan menyebabkan sering terdapat sampah hasil buangan dan yang berasal dari daerah lain. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pengunjung Pantai Pangandaran maupun masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap sampah pesisir laut. Khalayak sasaran berupa masyarakat dan wisatawan pantai Pangandaran. Kegiatan dilakukan dengan metode partisipatori yakni memberikan wawasan bagaimana mengumpulkan sampah dengan basis ilmiah sederhana namun dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan kegiatan pelatihan secara keseluruhan, baik dalam bentuk ceramah/diskusi maupun aksi bersih pantai dapat disimpulkan bahwa khalayak sasaran memahami pentingnya menjaga lingkungan pesisir dan laut. Serta adanya peningkatan skill khalayak sasaran dalam memahami upaya dunia melalui organisasi ICC (International Coastal Clean Up) dengan pengelompokkan sampah yang ada di dalamnya. Para peserta juga dapat mengaplikasikan form tersebut dikarenakan kemudahan untuk mengisi. Dilain hal, diperlukan penerjemahan form tersebut kedalam Bahasa Indonesia agar dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat.
|
lingkungan pesisir, sampah laut, wisatawan, plastik | 2021-02-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31927 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i1.31927 |
| 1671967 | #8617 | Peningkatan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga di Desa Parigi Kabupaten Pangandaran Melalui Pelatihan Yogurt Susu Kambing |
Yuniarti, Endah Anggraeni, Gina Rahma, Yusri Lutfia Putra, Diega Yanuar Maulild, Deden Yusman |
Pemberdayaan ibu rumah tangga merupakan salah satu upaya penting dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga dan masyarakat. Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki peternakan kambing perah yang cukup potensial, namun pemanfaatannya belum optimal sehingga nilai tambah yang dihasilkan masih rendah. Kegiatan pelatihan pengolahan yogurt susu kambing dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih tahan simpan, bergizi, serta memiliki peluang usaha. Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai manfaat susu kambing dan konsep pangan fungsional, diikuti dengan praktik langsung pembuatan yogurt susu kambing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang terlihat dari perbandingan nilai sebelum dan sesudah pelatihan. Peserta memahami prinsip dasar fermentasi, teknik pengolahan, serta pentingnya sanitasi dalam produksi pangan. Selain itu, seluruh peserta mampu menghasilkan yogurt dengan kualitas yang baik. Hasil pelatihan dengan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga dalam mengolah pangan lokal serta penguatan keterampilan peserta mengenai ketahanan pangan melalui diversifikasi produk serta peluang usaha rumah tangga.
|
Ketahanan pangan; pelatihan; susu kambing; yoghurt | 2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/69511 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.69511 |
| 1671968 | #8617 | Sosialisasi Pola Penilaian Seltamoun pada Kegiatan Kontes Ternak Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 |
Heriyadi, Denie Nurmeidiansyah, An An Alhuur, Ken Ratu gharizah Ramdani, Diky Indrijani, Heni |
Kendala yang dihadapi dalam penilaian saat kontes domba diantaranya adalah jumlah peserta yang sangat banyak pada waktu yang singkat, untuk itu diperlukan penerapan cara penilaian yang lebih efektif untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi sekaligus menerapkan pola penilaian seltamoun yang lebih efektif diantara para juri maupun peternak sebagai peserta kontes. Kegiatan ini diikuti oleh 123 peserta kontes ternak yang berasal dari kalangan peternak domba di Jawa Barat, para juri, dan seluruh pengunjung acara Kontes Ternak Provinsi Jawa Barat Tahun 2023. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah sosialisasi dan penerapan langsung pola penilaian seltamoun dalam penjurian Kontes Ternak Provinsi Jawa Barat Tahun 2023. Implementasi Metode SeltamoUn oleh Panitia Pelaksana dan Tim Juri dalam judging dan penilaian Domba Garut, terbilang sangat efektif dalam pelaksanaan suatu kontes domba dan hasil yang diperoleh sesuai dengan kualitas domba yang dinilai. Pehamaman masyarakat secara umum mengenai Domba Garut yang berkualitas bertambah dengan adanya transfer ilmu dalam kegiatan sosialisasi ini.
|
Produksi Ternak Seltamoun, penjurian, kontes ternak, Domba Garut | 2023-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48950 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i2.48950 |
| 1671969 | #8617 | Perilaku Masyarakat Dalam Penanganan Sampah Di Pasar Oesapa Kota Kupang |
Permana, Ryan Sudrajat Rahayu, Ni Luh C.C. |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam penanganan sampah di Pasar Oesapa Kota Kupang. Penelitian ini yang dilaksanakan  dengan pendekatan  kualitatif. Informan yang digunakan dalam sebanyak 8 orang yang dipilih secara proporsive yang terdiri atas perangkat kelurahan Oesapa dan masyarakat yaitu penjual di Pasar Oesapa.  Yang menjadi  fokus dari penelitian  ini adalah perilaku  masyarakat  yang dilihat  dari pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menangani sampah yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat masih rendah karena masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kegiatan pemilahan maupun pengumpulan  sampah secara aman bagi kesehatan dan lingkungan artinya tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan, sedangkan sikap yang ditunjukan melalui respons masyarakat yang masih kurang  baik terhadap kegiatan  penanganan  sampah karena masyrakat  belum melakukan kewajibannya  untuk melakukan pemilahan sampah antara sampah basah dan sampah kering dan ditempatkan dalam wadah yang berbeda.Ilmu
|
Ilmu Lingkungan | 2022-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/38484 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i2.38484 |
| 1671970 | #8617 | Bahan Pakan Sapi Potong di Kelompok Tani Ternak Sapi Potong Putra Nusa Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang Pangandaran |
Dhalika, Tidi Tanuwiria, Ujang Hidayat Ayuningsih, Budi Budiman, Atun Hernaman, Iman Hidayat, Rahmat Tutiyana, Tutiyana Parisi, Salman |
ABSTRAKÂ Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Penyediaan bahan pakan untuk pembuatan ransum merupakan aspek penting dalam sistem produksi sapi potong. Bahan pakan yang dapat dimanfaatkan untuk ransum sapi potong, diantaranya adalah rumput dan legume sebagai pakan utamanya serta pakan konsentrat berupa campuran bahan pakan sumber energi seperti dedak padi, jagung, sorgum dan umbi singkong, sumber protein berupa bungkil kelapa dan sawit, sumber vitamin dan mineral serta pakan imbuhan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pemanfaatan bahan pakan lokal untuk ransum sapi potong di Kelompok Tani Ternak Sapi Potong Putra Nusa Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang Pangandaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan anggota Kelompok Tani Ternak Putra Nusa mengenai bahan pakan untuk sapi potong telah mengalami peningkatan, perubahan pengetahuan ini mendorong minat anggota kelompok untuk mengembangkan sapi potong, semakin tinggi. Pengabdian kepada masyarakat seperti ini perlu dilakukan secara berkesinambungan pada lokasi yang sama dengan materi yang lebih luas sampai periode waktu tertentu sebagai bentuk pendampingan terencana terhadap anggota kelompok agar proses adopsi inovasi dapat berlangsung sesuai dinamika perkembangan pengetahuan dan kebutuhan usaha sapi potong yang dilakukan anggota kelompok tersebut.Kata kunci : Bahan pakan, sapi potong, dan kelompok tani ternak.
|
Ilmu Agrikultur Bahan pakan, sapi potong, dan kelompok tani ternak | 2021-02-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/30883 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i1.30883 |
| 1671971 | #8617 | Peningkatan Ketahanan Pangan Perkotaan melalui Pelatihan Budikdamber dengan Sistem Filter Tenggelam pada Program “Buruan SAE” Kota Bandung |
Suryadi, Ibnu Bangkit Bioshina Yustiati, Ayi Sugandhy, Rioaldi Khaerunissa, Nadia Sukahati, Dewi Widuri Diani, Ahmad Fikry |
Ketahanan pangan perkotaan menghadapi berbagai tantangan, terutama pada kawasan dengan keterbatasan lahan dan kepadatan penduduk yang tinggi. Pemerintah Kota Bandung mengembangkan program Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis) untuk mendorong kemandirian pangan melalui urban farming. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi pangan ikan dan sayuran skala rumah tangga melalui teknik Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) yang dikombinasikan dengan filter tenggelam untuk meningkatkan kualitas air dan kelangsungan hidup ikan. Program dilaksanakan pada dua kelompok Buruan SAE dengan melibatkan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi, praktik perakitan, dan pendampingan monitoring. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai akuakultur perkotaan, kemampuan merakit Budikdamber secara mandiri, serta mendorong pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga.
|
2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68479 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.68479 | |
| 1671972 | #8617 | Membangun Ketahanan Pangan Dengan Kreasi Rasa: Edukasi dan Praktik Bercocok Tanam di Desa Cikeruh |
Mayasari, Ph.D, Novi Firmansyah, Indra Lathifa, Aghisna Dwi Ismiraj, Muhammad Rifqi Wulansari, Asri |
Ketahanan pangan merupakan elemen fundamental dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Namun, tantangan seperti kurangnya konsumsi makanan bergizi dan ketergantungan pada pangan olahan masih menjadi isu utama di Desa Cikeruh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang ketahanan pangan melalui edukasi teori dan praktik bercocok tanam. Program ini dilaksanakan di SDN Cikeruh 2 dengan melibatkan siswa kelas 6. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, penanaman tomat dan tauge, serta games interaktif untuk evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang pentingnya diversifikasi pangan sebesar 80%. Program ini memberikan dampak signifikan pada sikap siswa terhadap konsumsi makanan bergizi dan pemanfaatan lahan kecil. Temuan ini menunjukkan potensi besar untuk mengintegrasikan edukasi ketahanan pangan ke dalam kurikulum sekolah.
|
Ketahanan pangan; edukasi dini Ketahanan pangan, Edukasi, Diversifikasi pangan, Bercocok tanam, Anak usia sekolah. | 2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61848 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.61848 |
| 1671973 | #8617 | Persepsi Kader Posyandu dalam Pemanfaatan By-product Ayam sebagai Inovasi Nutrisi MP-ASI untuk Pencegahan Stunting di Pangandaran |
Wulansari, Asri Ismiraj, Muhammad Rifqi Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Andhikawati, Aulia Nurhamsyah, Donny |
Pemanfaatan by-product ayam sebagai bahan tambahan dalam makanan pendamping ASI (MP-ASI) menjadi salah satu inovasi penting dalam upaya pencegahan stunting. Stunting merupakan bentuk malnutrisi kronis yang tidak hanya mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif dan imunitas anak. Kondisi ini diakibatkan kurangnya asupan gizi yang berkelanjutan saat MPASI, sehingga diperlukan intervensi gizi yang optimal, bernutrisi dan beragam. Sosialisasi melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi kader Posyandu terhadap pemanfaatan by-product ayam, meliputi kulit ayam, hati ayam, dan tulang ayam, sebagai salah satu sumber nutrisi MP-ASI. Sosialisasi dilaksanakan kepada 18 kader Posyandu di Desa Batukaras, Pangandaran. Kegiatan dimulai dengan pengisian pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi yang mencakup kandungan nutrisi dari by-product ayam dan manfaatnya jika dikonsumsi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan by-product ayam seperti pembuatan minyak dari kulit ayam, abon hati ayam, dan kaldu tulang ayam. Sesi diakhiri dengan diskusi interaktif dan pengisian post-test untuk mengukur perubahan persepsi kader setelah kegiatan sosialisasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan penerimaan kader terhadap pemanfaatan by-product ayam dalam MP-ASI. Rata-rata skor post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test, terutama dalam persepsi tentang manfaat kulit ayam, hati ayam, dan tulang ayam sebagai sumber gizi yang berpotensi mencegah stunting. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan kesadaran kader akan pentingnya diversifikasi sumber nutrisi lokal melalui pemanfaatan by-product ayam yang ekonomis dan bernutrisi tinggi. Edukasi lanjutan dan penyebarluasan informasi mengenai pemanfaatan by-product ayam diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
|
by-product ayam, Inovasi Nutrisi, Kader Posyandu, MP-ASI, Stunting | 2024-12-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60370 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i2.60370 |
| 1671974 | #8617 | Pengembangan dan peningkatan olahan Opak Berbahan Singkong di Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Sumedang | PRATAMA, ANDRY |
UMKM mempunyai peranan penting dalam perekonomian negara Indonesia, baik dari sisi lapangan kerja yang tercipta maupun dari sisi jumlah usahanya. Kegiatan pengabdian kali ini berfokus pada UMKM yang berbasis pangan, di mana UMKM yang berbasis pangan ini biasanya mempunyai kendala terbesar dalam hal legalitas yaitu belum adanya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara hybrid di Desa Sukajadi Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang dengan mendampingi usaha olahan pangan opak berbasis singkong dengan label merk “OPAK EMAK”. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan tercapainya peningkatan kualitas produksi pada olahan opak singkong. Adanya SOP produksi, tercapainya NIB serta produk yang telah memiliki kemasan dan label produk
|
2022-02-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37121 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i1.37121 | |
| 1671975 | #8617 | SIKAP PEMBUDIDAYA DALAM PENYULUHAN KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN DI DESA KERTAYASA, KECAMATAN CIJULANG, KABUPATEN PANGANDARAN |
Grandiosa, Roffi Sugandhy, Rioaldi Nugraha, Anggi |
Keberhasilan budidaya air tawar di wilayah Pangandaran sangat tergantung kepada pengetahuan pembudidaya dalam melakukan budidaya ikan yang berkelanjutan.yuluh Salah satu hambatan adalah pengetahuan mengenai kualitas air yang sering kali dituduh sebagai hal yang menyebabkan permasalahan rendahnya produksi budidaya. Pembudidaya di Desa Kertayasa yang tergabung dalam kelompok pembudidaya Kawungsari telah dikenal di Pangandaran sebagai kelompok pembudidaya yang cukup sukses mengembangkan budidaya Gurame dan saat ini telah mengembangkan pula spesies akuakultur lain yakni Pangasius dan Tilapia. Salah satu hambatan utama yakni pengetahuan mengenai akuakultur yang masih kurang terutama tentang manajemen kualitas air. Hal ini sangat mendukung keberhasilan budidaya namun pengetahuan tersebut layak ditingkatkan. Inisiasi untuk melakukan penyuluhan dan mengarahkan pembudidaya sangat direspon positif oleh pembudidaya sehingga saat ini pembudidaya mengetahui mengenai faktor penting dalam kualitas air yakni ammonia, suhu dan pH yang terkait produksi ikan. Selanjutnya, pengetahuan mengenai kualitas air harus diberikan berulangkali terutama dengan focus metoda praktis dalam mempraktekkan alat pengukur kualitas air. Pada akhirnya, keberhasilan budidaya ikan di pedesaan sangat bergantung dengan metoda aplikasi yang baik sehingga dapat memperkuat perkembangan komunitas pembudidaya.
|
Ilmu Perikanan Aquaculture; water quality; community development; Pangandaran | 2020-08-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28863 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v1i1.28863 |
| 1671976 | #8617 | Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pembentukan Masyarakat Sadar Gizi dan Mandiri Finansial |
Thirafi, Luthfi Akbarsyah, Nora Fauzan, Farisadri |
Sukajaya Village, Pangandaran Regency, is still facing stunting. Various efforts have been made by the integrated health post, but many non-health factors also influence it, such as economic problems and residents who are trapped in pay-later debt. This condition continued until 2023 when 6 children were classified as stunted. This shows the need for other efforts outside of health materials to overcome this problem. The team surveyed the children of housewives in Sukajaya Village to measure their nutritional knowledge and the level of financial literacy of the local community. The results showed that knowledge of nutritional intake was quite good, but the level of financial literacy was still quite low. Based on these facts, the team designed a socialization activity for children's nutrition and basic financial literacy as well as the provision of complementary food assistance for children's nutritional intake which was carried out in Bulakgebang Hamlet. The activity was attended by around 35 mothers who were members of the integrated health post in Bulakgebang Hamlet. Participants now understand the importance of children's nutritional intake and the importance of having priorities in financial management.
|
Child Nutrition, Financial Literation, Pangandaran, Stunting | 2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/67031 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.67031 |
| 1671977 | #8617 | Pendampingan Pengembangan Peternakan Domba Berkelanjutan Berbasis Analisis Morfologi Wilayah dan Stabilitas Lereng di Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran |
Ismiraj, Muhammad Rifqi Wulansari, Asri Millah, Riza Saepul Fadlina, Siti Agung, Witanto Daud, Andre Rivianda Kuswaryan, Sondi |
Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, memiliki potensi besar untuk pengembangan peternakan domba dan produksi pakan ternak, didukung oleh kondisi geografis perbukitan dengan lereng sedang yang mendominasi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa dalam merencanakan pengembangan peternakan domba yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek morfologi wilayah dan stabilitas lereng. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, diskusi dengan masyarakat, dan analisis peta serta data geospasial menggunakan ESRI ArcGIS PRO versi 10.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa 95,77% wilayah kecamatan merupakan lereng sedang dengan kemiringan 15%-25%, yang cocok untuk aktivitas pertanian dan peternakan dengan risiko erosi tanah yang dapat dikelola melalui praktik pengelolaan lahan yang tepat. Area dengan kemiringan rendah (2%-15%) seluas 21,13 hektar ideal untuk pembangunan infrastruktur peternakan, sementara area dengan kemiringan lebih curam (25%-40%) memerlukan pengelolaan hati-hati untuk mencegah risiko longsor. Pengembangan peternakan domba di Desa Bangunjaya menawarkan manfaat ekonomi berupa diversifikasi pendapatan dan ketahanan pangan, manfaat lingkungan melalui praktik pertanian berkelanjutan, serta dampak sosial dengan meningkatkan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat. Rekomendasi yang diberikan meliputi perencanaan partisipatif, penyediaan pelatihan, pemanfaatan teknologi geospasial, dan pembangunan kemitraan strategis. Desa Bangunjaya berpotensi menjadi model pengembangan peternakan domba yang berhasil, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
|
2024-12-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/59218 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i2.59218 | |
| 1671978 | #8617 | PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KAMBING PERAH PASCA PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) MELALUI BERBAGAI UPAYA MANFAAT OLAHAN TANAMAN HERBAL FITOFARMAKA |
Christi, Raden Febrianto Suharwanto, Dwi Ismiraj, Muhamad Rifqi Salman, Lia Budimulyati |
Daun papaya jepang dan kunyit merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki sejumlah senyawa diantaranya antimikrobia. Senyawa antimikrobia banyak digunakan untuk meningkatkan performa ternak pasca penyakit. Pengabdian ini bertuuan untuk memberikan pengetahuan tentang pengolahan dan praktek pembuatan dari berbagai macam tanaman herbal di Kelompok Ternak Kambing Perah Azkia Raya Desa Mandalamukti Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat. Pengabdian ini telah dilaksanakan dan diikuti oleh peserta berjumlah 25 peternak. Metode pelaksanaan dengan cara memberikan edukasi dan praktik secara langsung. Tahapan pelaksanaan dimulai dengan sebaran kuisioner pre test sebelum kegiatan, pemaparan materi pengenalan herbal, penyebaran kuisioner post test kepada peserta dan diakhiri dengan sesi tanya jawab peserta dan narasumber. Selanjutnya dilakukan pengenalan tanaman herbal seperti daun papaya jepang dan kunyit yang  bisa  diberikan dengan  potensi  ketersediaan diwilayahnya, edukasi yang diberikan adalah praktek pembuatan infusa cairan herbal daun papaya jepang dan kunyit. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan pengolahan berbagai tanaman herbal dari daun papaya jepang serta kunyit dapat meningkat di tingkat peternak berdasarkan post test dan praktik secara langsung, sehingga diharapkan dengan edukasi tersebut masyarakat Di Kelompok Kambing Perah Azkia Raya dapat membuatnya sebagai upaya untuk meningkatkan performa produktivitasnya pasca tertular penyakit.
|
2023-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/46180 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i2.46180 | |
| 1671979 | #8617 | Initiating Hypertension Prevention Based on the Health Belief Model among Coastal Fishing Communities in Pangandaran |
Maziyya, Nur Febrianto, Firman Sri Wijayanti, Lady Ayu |
Fishermen are a population at high risk for hypertension due to heavy physical activity, high sodium dietary patterns, and limited access to healthcare services. Bojongsalawe is a coastal hamlet located in Parigi, Pangandaran, where the majority of the residents work as fishermen. This community service activity aimed to conduct blood pressure screening and provide health education about hypertension risk of fishermen in Bojongsalawe Hamlet. The methods used included direct blood pressure measurement and health counseling following the screening. A total of 20 fishermen participated in the activity. The screening results showed that one person had hypertension, while the other 19 had normal blood pressure. The participants showed great enthusiasm throughout the activity. The education provided covered understanding of risk factors, signs and symptoms, hypertension complications, and prevention strategies. Subjective evaluation results indicated that this activity was effective in increasing early awareness of hypertension and the importance of early detection among fishermen. Simple screening activities accompanied by health education can serve as promotive and preventive efforts that are beneficial in controlling hypertension in coastal communities, particularly among fishermen.
|
2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65844 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.65844 | |
| 1671980 | #8617 | Peningkatan Kesadaran Risiko Hipertensi pada Keluarga Petani dan Peternak di Pangandaran melalui Edukasi dan Pemeriksaan Tekanan Darah Rutin |
Maziyya, Nur Wulansari, Asri Nurhamsyah, Donny Ismiraj, Muhammad Rifqi |
Hipertensi yang dikenal sebagai "silent killer," menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi mencapai 34,1%. Di Kecamatan Cijulang, Pangandaran, dengan karakteristik wilayah pesisir dan non-pesisir, masalah hipertensi terutama pada perempuan menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran istri petani dan peternak di Cijulang mengenai hipertensi melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah secara langsung.Kegiatan ini dilaksanakan pada Februari 2023 dengan melibatkan 33 peserta. Penyuluhan mencakup informasi mengenai penyebab, dampak, gejala, serta pencegahan hipertensi, dengan fokus pada pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab interaktif dan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan 87,9% peserta memiliki hipertensi, dengan beberapa di antaranya mengalami hipertensi berat (200/120 mmHg).Antusiasme peserta terlihat melalui keaktifan dalam sesi diskusi, dengan pertanyaan seputar pengelolaan hipertensi, pola makan, serta pentingnya pengobatan yang teratur. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan hipertensi melalui perubahan gaya hidup, seperti pengurangan konsumsi garam dan peningkatan aktivitas fisik.Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hipertensi, tetapi juga menyoroti kebutuhan akan intervensi berkelanjutan, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang menggabungkan edukasi dan pemeriksaan langsung memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan yang signifikan dalam masyarakat.
|
Hipertensi, Edukasi kesehatan, Keperawatan Pariwisata, Masyarakat pesisir | 2025-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61081 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.61081 |