| ID ↑ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2635 | #57 | KONSTRUK KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA | Hadi, Samsul |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model konstruk dan struktural kinerja kepala sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan terhadap pengukuran kinerja kepala sekolah di masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto dengan populasi guru dan kepala sekolah dasar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel sebanyak 1239 guru dan 208 kepala sekolah dasar dipilih secara acak. Data guru dan kepala sekolah dianalisis dengan Second-Order Confirmatory Factor Analysis (Second-Order CFA) secara terpisah dan divalidasi silang dengan multi-sample CFA. Pengujian kecocokan model dilakukan menggunakan χ2 Satorra-Bentler dengan taraf signifikansi 5%, Comparative Goodness of Fit Index (CFI), dan Root Mean Square Error Approximation (RMSAE). Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. 1) Kinerja kepala sekolah mempunyai dimensi kepemimpinan, manajemen, dan kepribadian. 2) Berdasarkan data kepala sekolah, koefisien jalur dari dimensi dan muatan faktor dari indikator yang ada dalam model cukup tinggi, bernilai positif, dan signifikan. 3) Hasil validasi silang model konstruk kinerja kepala sekolah menggunakan data guru dan data kepala sekolah menunjukkan tidak ada perbedaan model.Kata kunci: model konstruk, persamaan pengukuran, persamaan struktural, kinerja kepala sekolah
|
2013-09-17 | oai:journal.uny.ac.id:article/1416 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v11i1.1416 | |
| 2636 | #57 | PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI KUALITAS DAN OUTPUT PEMBELAJARAN IPS DI SMP | Widoyoko, Sugeng Eko Putro |
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model evaluasi program pembelajaran IPS di SMP. Model yang dikembangkan disebut dengan model evaluasi kualitas dan output pembelajaran (model EKOP). Subjek uji coba berjumlah 736 responden. Uji coba dilaksanakan di wilayah propinsi DIY dan Jawa Tengah. Proses pengembangan dilakukan melalui tiga tahap. Pengumpulan data menggunakan metode inventori sikap dan rating scale. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis kecocokan model pengukuran menggunakan confirmatory factor analysis (CFA). Kecocokan model pengukuran menggunakan empat indikator, yaitu: 1) Chi-Square; 2) Ï-value; 3) RMSEA; dan 4) GFI. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: a) model EKOP merupakan salah satu model evaluasi yang baik. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian pakar, pemakai, maupun praktisi pembelajaran IPS; b) model pengukuran kualitas dan output pembelajaran IPS sudah sesuai dengan data lapangan, dan c) hasil penilaian pakar, pemakai, maupun praktisi pembelajaran IPS menunjukkan bahwa panduan evaluasi dinilai cukup baik sebagai acuan implementasi evaluasi model EKOP.Kata kunci: model evaluasi, kualitas pembelajaran, output pembelajaran
|
model evaluasi kualitas pembelajaran output pembelajaran | 2013-09-17 | oai:journal.uny.ac.id:article/1417 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v11i1.1417 |
| 2637 | #57 | EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN "K-W-L TEACHING MODEL" UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS |
Rasyid, Harun Asrori, M. |
Fenomena secara umum menunjukkan bahwa siswa Sekolah Dasar pada umumnya belum memiliki kemampuan membaca dan memahami teks secara komprehensif. Kemampuan membaca dan memahami teks pada anak-anak Sekolah Dasar merupakan sarana yang sangat mendasar dan penting bagi perkembangan di masa mendatang untuk memburu, menyerap, dan memanfaatkan informasi guna pengembangan ilmu dan teknologi ketika kelak mereka mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran "K-W-L" untuk menambah kapasitas dan kemampuan siswa sekolah dasar dalam memahami teks secara komprehensif. Disain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah disain eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Penetapan sampel dilakukan dengan cara stratified proportional area random sampling. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran "K-W-L" sangat efektif untuk menambah kapasitas dan kemampuan siswa Sekolah Dasar dalam membaca dan memahami teks bacaan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Sosial, tetapi kurang efektif untuk mata pelajaran Matematika dan Sains Dasar.Kata kunci: motivasi, dan partisipasi pembelajaran
|
2013-09-17 | oai:journal.uny.ac.id:article/1418 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v11i1.1418 | |
| 2638 | #57 | MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI PENDEKATAN PMRI DAN PELATIHAN METAKOGNITIF | Danoebroto, Sri Wulandari |
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan pelatihan metakognitif terhadap peningkatan kemampuan siswa dan proses memecahkan masalah. Penelitian ekperimen semu ini dengan desain pretes-postes menggunakan kelompok non-ekuivalen, dua kelompok eksperimen dan dua kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Sleman. Sampel diambil menggunakan teknik sampling tersedia. Data dikumpulkan menggunakan tes, angket, wawancara, dan observasi dan dianalisis dengan analisis kovarians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa memecah masalah yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI dan pelatihan metakognitif lebih unggul dibandingkan dengan pendekatan konvensional, yaitu terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan, dengan nilai F=5,506 dan p<0,05. dan uji lanjut dengan qTK=5,0612 dan p<0,05, ada perbedaan peningkatan kemampuan mengevalusi solusi (Effect Size=3,478) dan kemampuan memahami ruang lingkup masalah (Effect Size=0,64), serta siswa menyatakan senang pembelajaran dan kegiatan pemecahan masalah, memiliki keyakinan positif, menunjukkan antusiasme, keceriaan dan kreativitas yang tinggi dalam proses pembelajaran matematika.Kata kunci: pembelajaran matematika, pendekatan PMRI, pelatihan metakognitif, kemampuan pemecahan masalah
|
2013-09-17 | oai:journal.uny.ac.id:article/1419 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v11i1.1419 | |
| 2639 | #57 | KEEFEKTIFAN PEMANFAATAN LABORATORIUM DI MADRASAH ALIYAH YOGYAKARTA | Rahmiyati, Sri |
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan keefektifan pemanfaatan laboratorium di Madrasah Aliyah di kota Yogyakarta. Variabel penelitian adalah kelengkapan sarana prasarana laboratorium, kemampuan guru dan teknis pengelolaan laboratorium. Subjek penelitian ini adalah empat Madrasah Aliyah di kota Yogyakarta yang memiliki laboratorium. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelengkapan sarana prasarana laboratorium berada pada kategori baik. Kemampuan guru pada kategori baik. Teknis pengelolaan laboratorium pada kategori baik. Supervisi/evaluasi yang dilakukan oleh kepala madrasah pada kategori cukup. Sikap siswa terhadap pembelajaran kimia menggunakan laboratorium pada kategori sangat baik. Faktor-faktor determinan pembelajaran kimia menggunakan laboratorium meliputi kelengkapan sarana prasarana laboratorium, kemampuan guru dan teknis pengelolaan laboratorium.Kata kunci: keefektifan, laboratorium, madrasah aliyah
|
2013-09-17 | oai:journal.uny.ac.id:article/1420 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v11i1.1420 | |
| 2640 | #57 | VALIDITAS TES CLOZE, TES-C, DAN PENILAIAN DIRI SEBAGAI ALAT UKUR KEMAMPUAN MEMBACA TEKS BAHASA INGGRIS | Suharso, Suharso |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas tes cloze (CL) dan tes-C (C) sebagai alat ukur kemampuan membaca teks bahasa Inggris dengan tes Reading Comprehension (RC) dari TOEFL sebagai tolok ukur dan mengetahui validitas penilaian diri (PD) dengan mengacu pada ketiga tes tersebut. Populasi penelitian meliputi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Reading I, III, dan V pada semester gasal tahun akademik 2006/2007 di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Sampel penelitian terdiri atas 121 mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik sampel acak gugus. Data kemampuan membaca dikumpulkan dengan tes RC, CL dan C. Data PD dikumpulkan dengan tiga kuesioner PD yang menggunakan model Likert. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi Pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada korelasi yang positif antara skor tes RC dan skor tes CL, antara skor tes RC dan tes C, dan antara skor PD dan ketiga skor tes membaca tersebut.Kata kunci: tes reading comprehension, tes cloze, tes-c, penilaian diri, validitas
|
tes reading comprehension tes cloze tes-c penilaian diri validitas | 2013-09-17 | oai:journal.uny.ac.id:article/1421 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v11i1.1421 |
| 2641 | #57 | PENINGKATAN KEMAMPUAN DIVERGENT THINKING DENGAN MENERAPKAN MODIFIED FREE INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS | Widowati, Asri |
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mengungkapkan strategi perbaikan untuk mengefektifkan penerapan pendekatan modified free inquiry sebagai upaya peningkatan kemampuan divergent thinking dalam pembelajaran sains, dan respons siswa terhadap pembelajaran sains dengan menerapkan pendekatan modified free inquiry. Subjek penelitian adalah siswa kelas XC SMA PIRI 1 Yogyakarta. Berdasarkan hasil refleksi awal menunjukkan siswa bersikap pasif saat diskusi, memberikan jawaban yang textbook dan seragam (tidak variatif), maka diperlukan tindakan berupa pendekatan modified free inquiry yang merupakan teknik berpikir divergen. Tahap-tahap tindakan meliputi: presenting task, designing, investigating, dan constructing meaning. Ketuntasan siswa dalam memberikan jawaban terhadap soal-soal tes yang dikembangkan untuk mengukur kemampuan divergent thinking siswa (aspek fluency, flexibility, originality, dan elaboration) mencapai 60,71% pada siklus II. Siklus dihentikan setelah berlangsung sebanyak 2 (dua) siklus karena hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi pencapaian target penelitian. Setelah refleksi siklus I, dilakukan perbaikan berupa guru memberikan motivasi dengan cara memberikan pertanyaan yang mendorong keingintahuan siswa dan bimbingan secara lisan ataupun tulisan lebih intensif melalui Lembar Kerja Siswa agar keterlaksanaan pendekatan modified free inquiry siklus II lebih baik daripada siklus I. Sebagian besar siswa (≥75%) merespons positif terhadap penerapan pendekatan modified free inquiry.Kata kunci: divergent thinking, pendekatan modified free inquiry
|
2013-09-17 | oai:journal.uny.ac.id:article/1422 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v11i1.1422 | |
| 2642 | #57 | PENINGKATAN THINKING SKILLS MELALUI PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH ALAM | Nurohman, Sabar |
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan thinking skills peserta didik di Sekolah Alam melalui pembelajaran IPA berbasis konstruktivisme. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Tindakan pembelajaran dilakukan langsung oleh guru. Pada tindakan ketiga para peserta didik menunjukkan kemampuan memecahkan masalah secara kreatif. Aktivitas pada tindakan ketiga terdiri atas: (1) penggalian informasi melalui observasi ke halaman sekolah, (2) penggalian informasi melalui perpustakaan sekolah, (3) pengolahan informasi melalui diskusi kelompok, dan (4) pengambilan keputusan/pemecahan masalah melalui diskusi kelompok dan diskusi klasikal. Pada tindakan ketiga juga dikembangkan LKS untuk membantu siswa dalam mensistematikakan aktivitas yang harus dilakukan.Kata kunci: pembelajaran IPA, konstruktivisme, thinking skills
|
2013-09-17 | oai:journal.uny.ac.id:article/1423 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v11i1.1423 | |
| 2643 | #57 | PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN SMK DI DIY |
Alip, Moch. Soenarto, Soenarto |
AbstrakPenelitian ini bertujuan menggali informasi tentang bagaimana realisasi peran Komite Sekolah SMK di DIY sebagai bahan kaji ulang mekanisme kerja dan peranannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif feno-menologis rancangan multisitus yang dipilih berdasarkan dua pertimbangan, yaitu: objek penelitian tidak dimanipulasi dan data berupa kata-kata, kalimat, paragraf, dan dokumen. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengkajian dokumen, kemudian dianalisis secara induktif dan terus-menerus, melalui penggolongan, klasifikasi, dan reduksi. Subjek adalah pengurus komite sekolah terbaik di setiap Kabupaten/Kota di DIY berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite sekolah terpilih sangat aktif, namun belum melaksanakan semua perannya secara optimal, yaitu sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan sebagai mediator. Komite sekolah nampak sangat aktif dalam mendukung kebijakan sekolah tentang pengumpulan dana sekolah, cukup aktif sebagai mediator antara sekolah dengan DUDI, dan aktif sebagai pemberi pertimbangan, namun kurang aktif sebagai badan pengontrol dan belum ada yang mengembangkan mekanisme kontrol. Kondisi demikian kemungkinan terjadi karena komite dibentuk dan difasilitasi oleh kepala sekolah serta pengurus komite adalah mantan pengurus badan pendukung penyelenggaraan pendidikan yang perannya memang sebagai badan pendukung.Kata kunci: peran komite sekolah
|
2013-09-17 | oai:journal.uny.ac.id:article/1424 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v11i1.1424 | |
| 2644 | #57 | PENGARUH TES FORMATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA SMA | A. Ghani, Abdul Rahman |
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ada tidaknya pengaruh tes formatif dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Eksperimen dilaksanakan pada tahun pelajaran 2004/2005. Subjek penelitian adalah siswa Kelas II semester I SMA Negeri 63 dan 29 di Jakarta Selatan. Jumlah sampel 104 siswa dipilih secara acak bertahap. Eksperimen dilakukan melalui pemberian tes formatif bentuk esai dan pilihan ganda sebanyak 7 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan tes formatif bentuk esai dalam proses pembelajaran dapat memberikan hasil belajar yang lebih tinggi dibanding dengan penggunaan tes formatif bentuk pilihan ganda. (2) Bagi siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, penggunaan tes formatif bentuk esai dalam evaluasi formatif dapat memberikan hasil belajar yang lebih tinggi dibanding dengan penggunaan tes formatif bentuk pilihan ganda. (3) Bagi siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah, penggunaan tes formatif bentuk esai dan bentuk pilihan ganda tidak memberikan hasil belajar yang berbeda. (4) Efektivitas penggunan tes esai dan pilihan ganda dalam evaluasi formatif sangat tergantung pada tingkat kemandirian belajar siswa, pada tingkat kemandirian belajar tinggi lebih efektif digunakan tes formatif bentuk esai dan pada tingkat kemandirian belajar rendah lebih efektif digunakan tes formatif bentuk pilihan ganda.Kata kunci: hasil belajar ekonomi, tes formatif, kemandirian belajar
|
hasil belajar ekonomi tes formatif kemandirian belajar | 2013-09-18 | oai:journal.uny.ac.id:article/1425 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v12i2.1425 |
| 2645 | #57 | VALIDASI DIMENSIONALITAS PERANGKAT TES UJIAN AKHIR NASIONAL SMP MATA PELAJARAN MATEMATIKA 2003-2006 | Kartowagiran, Badrun |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya dimensi perangkat tes UAN Matematika tahun 2003, 2005, dan 2006. Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan dimensi adalah subkemampuan yang ada dalam kemampuan matematik. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif. Data utama penelitian ini adalah respon siswa peserta Ujian Akhir Nasional yang ada di Provinsi D.I. Yogyakarta. Jumlah lembar jawaban siswa yang dianalisis sebanyak 2700 untuk tahun 2003, 3400 untuk tahun 2005, dan 3020 untuk tahun 2006. Respon siswa diambil dari SMP kelompok tinggi, sedang, dan rendah. Data dianalisis menggunakan teknik analisis faktor eksploratori, kemudian diestimasi banyaknya muatan dimensi/faktor dalam perangkat tes. Disimpulkan bahwa perangkat tes UAN Matematika tahun 2003, 2005, dan 2006 mengukur 3 dimensi subkemampuan yakni aljabar, geometri, dan pengukuran. Perangkat tes tersebut, hanya mampu menjelaskan sekitar 35% atau sekitar sepertiga varians kemampuan matematika siswa. Terkait dengan hal ini, pengembang tes UAN mata pelajaran matematika perlu mengusahakan agar menambah faktor dan variasi tingkat kesulitan butir tes, sehingga tes lebih dapat menjelaskan variansi kemampuan peserta tes. Sebaliknya bagi praktisi, sebaiknya memanfaatkan hasil penelitian ini untuk umpan balik dalam pembelajaran matematika di sekolah.Kata kunci: validasi dimensionalitas
|
2013-09-18 | oai:journal.uny.ac.id:article/1426 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v12i2.1426 | |
| 2646 | #57 | EVALUASI PEMANFAATAN LABORATORIUM DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SEKABUPATEN SLEMAN | Sundari, Retna |
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan laboratorium pembelajaran biologi di Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi model CIPP (Contex, Input, Process, Product). Subjek penelitian meliputi 5 Kepala Madrasah, 12 guru biologi dan 400 siswa kelas X di Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Sleman. Data dikumpulkan dengan angket, observasi dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan (1) dukungan kepala madrasah terhadap program kegiatan laboratorium cukup tinggi, (2) ketersediaan sarana prasarana dalam kategori cukup, (3) pengelolaan laboratorium dalam kategori cukup, (4) pemanfaatan laboratorium dalam kategori cukup, (5) kendala-kendala yang dihadapi guru cukup tinggi, (6) minat siswa terhadap kegiatan laboratorium dan manfaat kegiatan laboratorium bagi siswa pada kategori tinggi.Kata kunci: evaluasi, pemanfaatan laboratorium, pembelajaran biologi
|
evaluasi pemanfaatan laboratorium pembelajaran biologi | 2013-09-18 | oai:journal.uny.ac.id:article/1427 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v12i2.1427 |
| 2647 | #57 | PENYUSUNAN DAN VALIDASI MODUL "SOCIAL LIFE SKILL" BAGI PENDIDIK ANAK-ANAK PRASEKOLAH | Ayriza, Yulia |
Penelitian ini dengan tujuan: (1) penyusunan modul "social life skill" bagi pendidik TK; (2) pengujian validitas modul, baik isi maupun keterbacaannya; (3) penyempurnaan modul atas dasar hasil ujicoba keterbacaan. Penelitian menggunakan pendekatan research and development. Modul yang disusun ada 3, dan masing-masing terdiri dari 3 sub modul. Subjek penelitian adalah pendidik TK di DIY dengan berbagai latar belakang, tingkat pendidikan dan lama pengalaman kerja. Validitas modul diuji dari segi isi oleh para pakar dalam bidangnya dan keterbacaannya oleh para pengguna dengan menggunakan teknik cloze. Modul dapat diterima dari sisi validitas isi melalui expert judgement; sedang validitas keterbacaan pada ujicoba kedua menunjukkan semua sub modul terkategori mudah, sehingga dapat dilepas untuk pembaca tanpa membutuhkan pendamping instruktur; (3) Penyempurnaan dilakukan dengan merevisi kata-kata yang masih dipandang cukup sulit dan menyertakan glosari pada sub modul yang bersangkutan.Kata kunci: modul, social life skill, prasekolah
|
modul social life skill prasekolah | 2013-09-18 | oai:journal.uny.ac.id:article/1428 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v12i2.1428 |
| 2648 | #57 | KUALITAS TES POTENSI AKADEMIK VERSI 07A | Azwar, Saifuddin |
Karakteristik butir dan subtes dari Tes Potensi Akademik (TPA) versi 07A diteliti berdasarkan data jawaban 198 pelamar Program Magister Psikologi UGM tahun 2007, sementara validitas prediksi tes dianalisis berdasarkan data jawaban 80 mahasiswa yang diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butir-butir subtes verbal, kuantitatif, dan penalaran memiliki tingkat kesulitan sedang, indeks daya beda sangat baik, dan distraktor berfungsi dengan baik. Semua skor subtes memiliki koefisien reliabilitas yang sangat tinggi, demikian juga skor TPA. Namun, analisis validitas skor TPA kurang dapat memprediksi IPK semester pertama.Kata kunci: TPA, analisis butir, validitas prediksi
|
TPA analisis butir validitas prediksi | 2013-09-18 | oai:journal.uny.ac.id:article/1429 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v12i2.1429 |
| 2649 | #57 | EVALUASI PUBLIK ATAS PEROLEHAN INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU | Jannah, Lina Miftahul |
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Evaluasi Publik atas Perolehan Informasi Penerimaan Siswa Baru (Studi pada Pelajar SMA Negeri Kelas 1 Tahun Ajaran 2007/2008 di Wilayah Kota Depok). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pelajar kelas 1 pada tahun ajaran 2007/2008 SMA Negeri di Kota Depok, dengan teknik penarikan sampel klaster dari kelas yang ada di setiap sekolah di Kota Depok, dengan ukuran 285 responden. Hasil penelitian menunjukkan: 1) sebagian besar siswa mengetahui informasi PSB dari guru atau sekolah; 2) masih ada informasi yang belum diketahui siswa yaitu tentang konversi nilai tambahan terhadap nilai UAN bagi siswa yang dianggap berprestasi, baik di tingkat Kota Depok hingga tingkat Nasional dengan rentang nilai 3 sampai 7,5; dan 3) penggunaan media Internet untuk penyampaian informasi masih belum sepenuhnya berfungsi.Kata kunci: evaluasi, keterbukaan, informasi, penerimaan siswa baru
|
evaluasi keterbukaan informasi penerimaan siswa baru | 2013-09-18 | oai:journal.uny.ac.id:article/1430 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v12i2.1430 |
| 2650 | #57 | PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN PUBLIK BIDANG PENDIDIKAN DI KOTA SURAKARTA | Munadi, Muhammad |
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan partisipasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik bidang pendidikan di Kota Surakarta selama kurun 2005-2006. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Dewan Pendidikan Kota Surakarta, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Informan adalah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta, Badan Perencanaan Daerah (BAPEDA), organisasi profesi guru, media massa, dan lembaga pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemerikasaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi metode dan sumber. Analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam membuat kebijakan publik bidang pendidikan masih berdasarkan pada aturan dan bottom up. Partisipasi diawali dengan public hearing, pengisian angket, Focus Group Discussion (FGD), dan ditutup dengan public hearing. Masyarakat yang terlibat adalah guru dan kepala sekolah, siswa sekolah menengah, LSM, Dewan Pendidikan Kota Surakarta, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Solo, kelompok pinggiran di Surakarta, Pemerintah Kota Surakarta, dan akademisi perguruan tinggi.Kata kunci: partisipasi masyarakat, kebijakan publik bidang pendidikan
|
partisipasi masyarakat kebijakan publik bidang pendidikan | 2013-09-18 | oai:journal.uny.ac.id:article/1431 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v12i2.1431 |
| 2651 | #57 | PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PENDIDIKAN KESEGARAN JASMANI | Suharjana, Suharjana |
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran, mengurangi kesalahan penguasaan konsep pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Penelitian tindakan kelas pendekatan problem based learning berlangsung selama tiga siklus. Penelitian dilakukan pada mata kuliah Pendidikan Kesegaran Jasmani Program Studi D2-PGSD Penjaskes, Jurusan POR FIK-UNY, pada semester genap tahun ajaran 2007/2008. Disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan keaktifan, pemahaman materi, prestasi belajar, dan kemampuan mahasiswa untuk menyelesaikan tugas individu. Kata kunci: problem based learning, diskusi kelompok
|
problem based learning diskusi kelompok | 2013-09-18 | oai:journal.uny.ac.id:article/1432 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v12i2.1432 |
| 2652 | #49 | Potret Kemampuan Nara Sumber Diklat Peningkatan Kualitas Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Se-Kalimantan Timur | Nurbayani, Etty |
In order to improve Islamic education teachers’ competence in East Kalimantan, quality improvement program has been conducted to both teachers and also non teachers (administration) of Islamic education in East Kalimantan. The training was conducted by Education Development Agency (LPTK) STAIN Samarinda, East Kalimantan. The expectation to have qualified teachers in Islamic education has to be hand in hand with instructors’ competence of the training. Qualified and skillful trainers can be a good reference for the participants to teach Islamic education to their students. Otherwise, participants will not obtain any specific skill related to Islamic education. The impact is there is no any change of instructional paradigm done by teachers. In general, trainers/instructors’ competence in the training (DIKLAT) held by STAIN Samarinda October 2011 can be classified in high level. It is indicated by score of 85, 6 which is taken from various variables; accomplishment target of the courses, material appropriateness, instructional method, process, and motivation.
|
2012-12-18 | oai:ojs2.journal.uinsi.ac.id:article/62 buka_link ↗ Highlight_link 10.21093/di.v12i2.62 | |
| 2653 | #49 | Revitalisasi Madrasah Diniyah Awaliyah melalui Pendekatan Manajemen Berbasis Madrasah | Magdalena, Magdalena |
Madrasah Diniyah Awaliyah as an Islamic educational institution is not insteresting for among Moslem society. The revitalization of Madrasah Diniyah Awaliyah can be done by Madrasah Based Management approach. The Madrasah Based Management include in put, process, and out put aspect. The input aspect includes student, teacher, headmaster, curriculum, parent, and participations of society. The process aspect is program management, institution management, leadership, madrasah comittee, organization, and accountability. The out put aspect is academic/non academic.
|
2012-12-18 | oai:ojs2.journal.uinsi.ac.id:article/63 buka_link ↗ Highlight_link 10.21093/di.v12i2.63 | |
| 2654 | #49 | Kepemimpinan Transformasional Pendidikan Berbasis Total Quality Manajement (TQM) | Bukhari, Ahmad |
Field of Education can be said as a field to the change of character, attitude based on moral values such as independence, justice, and humanity and it is not based on any negative emotion such as greed, jealousy, and hate. Leadership is one of the important factors to determine the implementation of education properly. In order to have those moral values in educational institution, concept of transformational leadership is necessary to implement. This concept emphasizes on the importance of a leader to have vision and environment which motivates his/her staff to get achievement beyond the expectation. If it is done properly, educational institution will at least achieve the success referring to the quality indicators; 1) Secured and regulated environment of educational institution 2) The institution has strong leadership mission, 3) There is a strong expectation to get achievement from all the stake holders, 4) There is ongoing human resources development, 5) There is an intensive communication and support from the society.
|
2012-12-18 | oai:ojs2.journal.uinsi.ac.id:article/64 buka_link ↗ Highlight_link 10.21093/di.v12i2.64 |